Categories
Berita Utama Talaud

PT Jasa Raharja Sulut MoU Dengan PD Angkutan Penyeberangan Talaud

 

Manadozone || Talaud – PT Jasa Raharja MoU dengan Operator PD Angkutan Penyeberangan Kabupaten Kepulauan Talaud, Berikan Perlindungan Asuransi Penumpang PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Utara kembali melakukan perluasan jaringan kerja sama dengan operator PD Angkutan Penyeberangan Kabupaten Kepulauan Talaud di Talaud yang melayani rute perjalanan dari Likupang ke Talaud.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Sulawesi Utara, Pahlevi Barnawi Syarif mengatakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini merupakan perwujudan negara dalam memberikan perlindungan dasar bagi penumpang atas risiko kecelakaan sejak keberangkatan sampai dengan turun di dermaga tujuan.

Penandatanganan MoU

Memorandum of understanding (MoU) ini untuk memberikan perlindungan asuransi bagi para penumpang PD Angkutan Penyeberangan Kabupaten Kepulauan Talaud yang dilakukan di Kantor PD Angkutan Penyeberangan Kabupaten Kepulauan Talaud di Talaud, Senin (21/06/2021).

Dra. Velma Sumee selaku Direktur PD Angkutan Penyeberangan Kabupaten Kepulauan Talaud mengatakan, dengan adanya kerjamasa ini menjadi nilai tambah bagi PD Angkutan Penyeberangan Kabupaten Kepulauan Talaud sebagai Operator Angkutan yang selalu mengedepankan Keselamatan dalam berlayar.

“Dengan adanya penandatanganan perjanjian kerja sama ini, maka dapat dipastikan seluruh penumpang yang menggunakan jasa transportasi PD Angkutan Penyeberangan Kabupaten Kepulauan Talaud, telah terlindungi oleh Asuransi Jasa Raharja,” tegas Pahlevi.(JEN)

Categories
Berita Utama Featured Talaud

Pantau Situasi Kamtibmas, Kapolda Sulut dan Danrem 131/Santiago Kunjungi Talaud

TALAUD || manadozone – Kapolda Sulawesi Utara (Sulut) Irjen Pol R.Z. Panca Putra dan Danrem 131/Santiago Brigjen TNI Prince Meyer Putong melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, Kamis (25/02/2021) pagi.

Kunjungan menggunakan helikopter Baharkam Polri ini turut didampingi oleh Karoops Polda Sulut Kombes Pol Desman Tarigan dan Kombes Pol Edward Indharmawan Eka Chandra.

Kapolda dan rombongan tiba di Bandara Melonguane sekitar pukul 09.26 WITA. Disambut oleh Wakil Bupati Kepulauan Talaud Moktar Arunde Parapaga bersama Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Alam Kusuma S. Irawan, Dandim 1312/Talaud Letkol (Czi) Irwan Guptarochman, dan Forkopimda setempat.

Usai beristirahat sejenak di ruang VIP Bandara Melonguane, Kapolda dan rombongan bertolak menuju Pulau Miangas, ujung utara perbatasan NKRI yang berada di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud.

Tiba di Bandara Miangas sekitar pukul 11.20 WITA, rombongan disambut oleh Kapolsek Miangas Ipda Handri Makatuuk, Danramil 1312-07/Miangas Kapten (Inf) Markus Tilaar bersama para pejabat TNI dan pejabat sipil lainnya.

Di Miangas, Kapolda dan rombongan menyambangi sejumlah lokasi. Antara lain Mako Satgas TNI AD, Tugu 0 kilometer, Mako Pos AL, Tanjung Miangas, Koramil 1312-07/Miangas, serta Mako Polsek Miangas.

Di Mako tersebut, Kapolda dan Danrem bersilaturahmi dengan para personel yang bertugas, sekaligus memberikan semangat dan motivasi.

Usai mengunjungi Pulau Miangas, Kapolda dan rombongan kembali ke Melonguane, ibu kota Kabupaten Kepulauan Talaud. Tak lama setelah tiba di Bandara Melonguane, rombongan menuju Polres Kepulauan Talaud.

Dan rangkaian kunjungan di wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud ini diakhiri dengan mengunjungi Kodim 1312/Talaud.

Irjen Pol R.Z. Panca Putra mengatakan, kunjungan ini dalam rangka melihat langsung situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Terutama di wilayah perbatasan, yaitu Miangas. Kita melihat apa masalah-masalah yang ada di sana, kita akan memperbaiki kekurangan yang ada. Dan kalau yang sudah baik, akan kita tingkatkan,” ujar Irjen Pol R.Z. Panca Putra.

Lanjutnya, kunjungan ini juga untuk memastikan bahwa aktivitas masyarakat berjalan dengan baik, khususnya di masa pandemi Covid-19.

Irjen Pol R.Z. Panca Putra mengajak pihak TNI-Polri dan pemerintah daerah untuk terus melakukan upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan,” ajak Irjen Pol R.Z. Panca Putra.

Terkait hasil pantauan dalam kunjungan ini, menurut Irjen Pol R.Z. Panca Putra secara umum kehidupan masyarakat di Talaud berjalan dengan baik.

“Termasuk sinergitas dan kerjasama antara TNI-Polri, pemerintah daerah, masyarakat dan pihak terkait lainnya, sangat baik. Hal ini harus terus dijaga bahkan ditingkatkan demi mendukung pelaksanaan program-program pemerintah,” pungkas Irjen Pol R.Z. Panca Putra.

Sementara itu Wakil Bupati Kepulauan Talaud Moktar Arunde Parapaga, mengapresiasi kunjungan Kapolda Sulut dan Danrem 131/Santiago ini.

“Terima kasih atas kunjungan Pak Kapolda dan Pak Danrem, kami bangga sekali. Walaupun singkat semoga kunjungan ini membawa berkat dan kenangan. Terutama untuk Pak Kapolda, yang kita ketahui beliau akan berpindah tugas di tempat tugas yang baru. Doa kami menyertai Pak Kapolda, semoga sukses selalu,” kuncinya. (Julian / HPS)

Categories
Berita Utama Featured Nasional Peristiwa Talaud

Usai Diguncang Gempa 7.1 SR, Polres Talaud bersama Brimob Melakukan Patroli

SULUT, manadozone.com — Usai diguncang Gempa Bumi berkekuatan 7.1 SR, Personil Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Talaud bersama Satuan Brigade Mobil (Brimob) Kompi 4 Batalyaon A Pelopor, langsung melakukan patroli, monitoring dilapangan.

Hal tersebut disampaiakan Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Julest Abraham Abast. Dengan mengatakan Personil Polres Kepulauan Talaudbersama Satbrimob Kompi 4 Batalyon A Pelopor, itu langsung melakukan patroli disejumlah wilayah, diantaranya wilayah Talaud, Kecamatan Melonguane dan Beo.

“Personel kepolisian segera turun ke lapangan, melakukan patroli dan memonitor situasi pasca gempa ” ucap Kombes Pol Julest A Abast, Kabid Humas Polda Sulut.

Bahkan dikatakan Kabid Humas Polda Sulut, selain melakukan patroli, personil Polri memberikan imbauan kepada warga agar tidak panik dan tetap waspada untuk mengantisipasi adanya gempa susulan.

Lanjut Juru Bicara Polda Sulut, Hasil monitoring dan laporan yang diterima hingga Jum’at pagi, belum terdapat adanya korban jiwa, akibat guncangan gempa bumi 7.1 SR.

Namun dikatakannya lagi, berdasarkan laporan yang ada, lantai RSUD Mala di Melonguane mengalami kerusakan di bagian lantai, dan sekitar 4 rumah warga mengalami kerusakan di bagian dinding.

“Setelah gempa personel Brimob langsung mendatangi RSUD Mala untuk memastikan situasi. Kemudian Jum’at pagi melakukan pembersihan puing-puing reruntuhan bangunan rumah warga di Desa Mala, Melonguane,” jelasnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengetahui perkembangan situasi pasca gempa.

“Kami terus melakukan patroli, monitoring sekaligus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah, TNI, BPBD dan instansi terkait lainnya untuk mengetahui situasi maupun data terkini, terkait dampak gempa bumi,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Seperti diketahui, berdasarkan informasi resmi diperoleh dari BMKG, gempa bumi terjadi sekitar pukul 20.23 WITA, dan tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa berada di kedalaman 154 km, tepatnya 134 km Timur Laut Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, 259 km Timur Laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, 334 km Timur Laut Ondong, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, kemudian 465 km Timur Laut Ternate, Maluku Utara, dan 2598 km Timur Laut Jakarta.

(*/Zul)

Sumber Humas Polda

Categories
Berita Utama Featured Peristiwa Talaud

Gempa Bumi 7.1 SR di Sulut, Julest: Tidak Ada Korban Jiwa

SULUT, manadozone.com — Gempa bumi berkekuatan 7.1 Skala Richter (SR) yang mengguncang Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kamis (21/91/2021) sekitar pukul 20.23 wita, dinyatakan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) itu tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan informasi lebih lanjut, pusat gempa berada di kedalaman 154 km, tepatnya 134 km Timur Laut Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, 259 km Timur Laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, 334 km Timur Laut Ondong, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulut, kemudian 465 km Timur Laut Ternate, Maluku Utara, dan 2598 km Timur Laut Jakarta.

Kepada wartawan, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Julest A Abast, menyatakan berdasarkan data yang didapat, Gempa Bumi 7.1 SR yang mengguncang wilayah Sulut, tidak didapati adanya jatuh korban. Namun, dikatakan Juru Bicara Polda Sulut itu, yang ada kerugian material, kerusakan ringan pada bangunan.

“Informasi yang diperoleh akibat gempa, terjadi beberapa kerusakan ringan pada bagian lantai RSUD Mala di Melonguane, Talaud. Dan juga ada sekitar 4 rumah warga yang mengalami kerusakan ringan pada bagian dinding,” ujarnya, Jum’at pagi, di Mapolda.

Lanjut Kabid Humas Polda Sulut, berdasarkan pantauan Kepolisian dilapangan, sejak terjadi gempa hingga kini, belum ada laporan adanya korban yang mengalami luka-luka akibat dampak gempa bumi.

“Sehingga sampai saat ini (Jum’at pagi) tidak ada korban yang luka-luka akibat bencana tersebut,” jelasnya.

Lebih lanjut lagi dikatakannya, terkait informasi yang menyatakan adanya bangunan runtuh, itu tidak benar. Namun yang ada, kerusakan sedang  dinding bagian dapur 1 buah rumah yang runtuh. Namun secara keseluruhan rumah tersebut masih utuh, hanya kerusakan di bagian dapur.

“Aliran listrik sempat padam sesaat usai gempa. Namun sudah menyala kembali sekitar pukul 23.00 WITA,” katanya.

Sementara itu, sambung Kombes Pol Jules Abraham Abast, selain wilayah Kabupaten Kepulauan Talaud, kota/kabupaten lain di Provinsi Sulut tidak mengalami dampak baik korban jiwa maupun material (bangunan).

“Tidak ditemukan korban jiwa maupun bangunan di kota/kabupaten selain Talaud yang terdapat kerusakan ringan hingga sedang pada bangunan milik warga,” terangnya kembali.

Menyikapi kejadian tersebut, personel Polres Kepulauan Talaud dan Polsek jajaran terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti BPBD, TNI dan lainnya untuk memonitor perkembangan dampak gempa bumi tersebut.

“Di samping itu, sesaat usai kejadian personel kepolisian juga mengimbau warga agar tidak panik dan tetap waspada untuk mengantisipasi bila ada gempa susulan,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

(*/Zul)

Sumber Humas Polda Sulut

Categories
Berita Utama Featured Nasional Peristiwa Politik Talaud

Bikin Sulut Tambah Hebat, Olly Kunjungi Talaud dengan Agenda Perjuangan

TALAUD, manadozone.com — Untuk menjadikan Sulawesi Utara (Sulut) tambah Hebat, Kamis (29/10/2020) pagi, Olly Dondokambey (OD) bersama rombongan mengunjungi wilayah utara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang ada di Kepulauan Talaud, dengan menumpangi pesawat dari Bandara Sam Ratulangi, manado, hingga mendarat di Bandara Melonguane, Talaud.

Dalam kunjungan yang dilakukan Olly Dondokambey (OD) Calon Gubernur Sulut berpasangan dengan Steven Kandow (SK) yang juga sebagai calon petahana bernomor urut 3 (Tiga) akan melakukan kegiatan perjuangan bersama masyarakat nelayan, hingga agenda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)

“Pak Olly akan akan melakukan tatap muka dengan nelayan dan pengurus PDI Perjuangan Miangas, selanjutnya dalam kapasitas sebagai Ketua I MPH PGI, beliau bakal menghadiri ibadah bersama pendeta GERMITA,” terang Ketua Media Center Olly Steven, Victor Rarung.

Bahkan lanjut VR sapaan akrab Victor Rarung, selain dengan tatap muka bersama masyarakat nelayan, Olly Dondokambey, yang datang bersama tim, akan melaksanakan pelantikan Tim Kampanye untuk Olly Steven Kabupaten Talaud, untuk Sulut Tambah Hebat.

“Dalam kapasitas sebagai ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, beliau akan menghadiri Rapat Kordinasi (Rakor) dan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PAC se- DPC Talaud,” tambah Victor Rarung.

Lebih lanjut lagi dikatakan Victor Rarung, selain melantik Tim Kampanye Olly Steven di Labupaten Talaud, untuk Sulut Tambah Hebat, kehadiran OD sekaligus mengukuhkan para relawan.

“Akan melantik dan meresmikan juga Sekretariat Relawan Olly Steven, bertempat di Melonguane,” terang Rarung.

Khusus agenda di Miangas, masyarakat di sana tentu sangat mengenal sosok OD. Pasalnya pada tahun 2016 silam, OD berhasil mendatangkan Presiden RI Joko Widodo yang datang bersama ibu negara Iriana guna meresmikan bandara Miangas.

(*/zul)

Categories
Berita Utama Talaud

Mendagri Lantik Bupati Talaud Elly Lasut dan Wakilnya Moktar Parapaga Setelah Terpilih Pada Pilkada 2018

Manadozone || Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian resmi melantik Bupati Talaud terpilih periode 2019-2024 Elly Engelbert Lasut bersama wakilnya Moktar Arunde Parapaga di Kantor Kemendagri. Elly menyebut pelantikan ini sebagai bentuk penegakan aturan yang ada dalam undang-undang.

“Saya pikir ini suatu gambaran penghargaan penghormatan pemerintah pusat terhadap aspirasi masyarakat yang sudah diputuskan lewat pilkada, dan ternyata penegakan aturan, undang-undang di Indonesia ini sangat tegas dan kami sangat berterima kasih pada Pak Menteri Dalam Negeri yang telah mengambil langkah, memutuskan untuk melantik kami untuk memimpin di kabupaten Talaud,” kata Elly kepada wartawan di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2020).

Elly menuturkan penyelidikan hukum, yang sempat menghambatnya dirinya melenggang ke kursi nomor satu di Kabupaten Talaud, sudah selesai. Para pakar tata negara, kata Elly, sudah ikut andil dalam menyelidiki masalah hukum terhadapnya.

“Karena sebelum pelaksanaan pelantikan ini, upaya menggali, membahas, menyelidiki masalah hukum atau apa yang terjadi itu sudah sangat dalam dan sudah clear.

Tokoh-tokoh hukum nasional seperti Pak Yusril, Refly Harun dan kawan-kawan yang sangat pakar dalam hukum itu sudah juga memberikan pendapatnya sehingga hasilnya adalah pelaksanaan pelantikan,” tuturnya.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey bersama wakilnya, yang selama ini menolak melantik ELly, tidak terlihat menghadiri pelantikan tersebut. Elly mengatakan usai pelantikan ini, ia akan membangun hubungan baik dengan gubernur dan melaporkan kegiatannya hari ini.

“Sebagai gubernur, beliau itu adalah pemimpin kami di Sulawesi Utara. Jadi langkah kami yang pertama adalah kami tetap mencoba untuk membangun kembali hubungan ini menjadi lebih baik. Kami akan datang ke dia untuk melaporkan bahwa kami telah dilantik oleh pemerintah pusat oleh Bapak Mendagri dan kami akan melaporkan akan melaksanakan tugas di Kabupaten Talaud dan akan minta bimbingan dan arahan beliau sebagai Gubernur Sulawesi Utara,” katanya.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Bahtiar mengatakan Surat Keputusan (SK) terhadap Bupati Talaud sudah ada sejak era Mendagri Tjahjo Kumolo pada 1 Juli 2019. Ia menyebut pelantikan terhadap Bupati Talaud terhitung mulai hari ini sampai 5 tahun kedepan.

“Sebenarnya bupati terpilih itu sudah dapat keputusan menteri waktu itu, Mendagri saat itu Tjahjo kumolo sudah mengeluarkan SK bupati terpilih 1 Juli 2019 lalu. Masa jabatannya 5 tahun terhitung mulai hari ini,”kata Bahtiar.

Bahtiar menyebut pelantikan ini pada dasarnya dilakukan oleh Gubernur Sulawesi Utara. Namun berdasarkan hasil gelar perkara di Mahkamah Konstitusi, Mendagri dapat melakukan pelantikan jika gubernur dan wakilnya berhalangan hadir.

“Dari hasil gelar perkara itu, diperoleh masukan bahwa hasil pilkada yang lalu sudah final dan mengikat. Maka yang bersangkutan tetap harus dilantik. Yang harusnya melantik itu adalah gubernur, dalam hal ini gubernur berhalangan maka wakil gubernur. Dalam hal ini wakil gubernur berhalangan maka dilaksanakan oleh Mendagri,”ujarnya.

Sebelumnya diketahui, Bupati terpilih Kabupaten Kepulauan Talaud, Elly Enggelbert Lasut menyatakan dia bersama wakilnya Moktar Arunde Parapaga merupakan calon terpilih sah pada Pilkada 2018. Elly meminta agar pemerintah segera melantiknya.

Dia tak kunjung dilantik karena masa jabatannya dipersoalkan. Silang sengketa ini bermula ketika Elly terpilih lagi menjadi Bupati Talaud untuk ketiga kalinya.

Elly Lasut diketahui menjabat Bupati Talaud untuk periode 2004-2009. Ini merupakan periode pertama Elly Lasut menjabat.

Pada periode kedua, yaitu 2009-2014, Elly Lasut kembali menjadi Bupati Talaud. Namun, belum tuntas mengemban amanah, Elly Lasut terjerat korupsi pada 2010.

Sedangkan pemberhentian Elly Lasut diketahui baru terjadi pada 2014. Lantas pada Pilkada 2018 Elly kembali mencalonkan diri dan terpilih sebagai Bupati Talaud.

Atas alasan masa jabatan ini, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey enggan melantik Elly dan Wakilnya, Moktar Arunde Parapaga. Padahalnya, dari laman resmi KPU, Elly-Moktar dijadwalkan mengikuti pelantikan pada 21 Juli 2019.

Olly beralasan tindakannya didasarkan pada Putusan MA Nomor 584/K/TUN/2019. Berdasarkan Putusan MA itu, Olly mengaku akan melanggarnya bila tetap melantik Elly-Moktar karena Elly akan menjabat bupati untuk tiga periode.

“Ada putusan Mahkamah Agung ini makanya tidak dilantik bahwa yang bersangkutan itu kalau dilantik sudah 3 periode. Kita tahu persis bahwa Pak JK (Jusuf Kalla) aja minta 3 periode di MK (Mahkamah Konstitusi) tidak setuju. Bagaimana bupati melantik 3 periode,” kata Olly usai menghadiri pertemuan dengan Bupati dan Wakil Bupati Talaud di Kemendagri, Rabu (15/1).

Pakar hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, mengatakan yang bertugas menetapkan kepala daerah adalah KPU dan kemudian pemerintah yang mengesahkan.

Yusril mengatakan dirinya diundang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memberikan keterangan ahli pada sidang terkait Gubernur Sulut menunda pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kepulauan Talaud, Elly Engelbert Lasut dan Moktar Arunde Parapaga. Yusril mengatakan Gubernur Dondokambey menunda pelantikan karena Elly dinilai akan menjabat selama 3 periode apabila dilantik.

“Kalau ditanya pendapat saya soal ini, saya sudah mempelajari dengan mendalam persoalannya, jadi bukan lagi persoalan sebab berkepanjangan apakah yang itu sudah pernah menjadi bupati dua periode atau belum,” ujar Yusril di Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (15/1/2020).

Yusril mengatakan seorang kepala daerah terhitung menjabat selama satu periode apabila masa jabatannya lebih dari 2,5 tahun. Yusril menyebut Elly menjabat sebagai Bupati Talaud 5 tahun pada periode pertama dan 2 tahun 1 bulan pada periode kedua.

“Memang agak kontroversial tentang hal itu, walaupun menurut bacaan saya sebenarnya beliau itu efektif menjabat bupati itu satu kali memang full lima tahun. Yang kedua itu hanya 2 tahun 1 bulan. Jadi tidak sampai 2,5 tahun seperti yang disyaratkan kalau 2,5 tahun maka dianggap dua periode dan tidak bisa maju untuk ketiga kalinya sebagai bupati,” katanya.

Yusril mengatakan permasalahan masa jabatan itu sudah selesai karena KPU setempat telah meloloskan pencalonan Elly untuk maju di Pilkada Talaud. Hingga kemudian KPU menetapkan Elly dan Moktar sebagai bupati dan wakil bupati terpilih.

“Jadi karena kontroversi persoalan ini sebenarnya sudah terselesaikan dengan adanya keputusan dari KPU setempat yang meloloskan pencalonan beliau itu sebagai calon bupati. Itu KPU sudah mengatakan beliau telah memenuhi syarat dan ikut dalam pilkada dan kemudian sudah memenangkan,” tuturnya.

Yusril mengatakan persoalan tiga periode sudah kedaluarsa. Dia mengatakan persyaratan administrasi Elly dan Moktar untuk maju pada Pilkada Talaud telah selesai hingga terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati. Dia menyebut Elly dan Moktar tinggal dilantik oleh pemerintah.

“Jadi kalau misalnya syarat-syarat jadi calon bupati itu tidak terpenuhi dan sekarang baru dipersoalkan, saya kira itu sudah lewat waktunya. Ketika persyaratan calon bupati itu tidak terpenuhi kan ada mekanisme. Jadi semua persyaratan administratif itu sudah selesai. Dan kemudian pemilunya sendiri sudah selesai. Jadi sekarang tinggal pengesahan sebagai bupati dan pelantikan,” kata Yusril.

“Nah kalau sudah dinyatakan menang oleh KPU dalam Pilkada maka pemerintah hanya mengesahkan. Mendagri itu menerbitkan keputusan pengesahan dia sebagai bupati dan kemudian gubernur melakukan pelantikan,” sebut Yusril.

Editor : Jimmy Endey

Categories
Berita Utama Featured Talaud

Bupati Kepulauan Talaud Ditangkap KPK, Diduga Penyelahgunaan APBD?

TALAUD, manadozone.com — Mendadak dunia maya rame dengan beredarnya penangkapan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap salah satu Kepala Daerah yang ada di Sulawesi Utara.

Beredar informasi, penangkapan yang dilaksanakan oleh Lembaga Super Bodi, itu terjadi di Kepulauan Talaud, Selasa 30 april 2019 pukul 11.20 wita bertempat di kantor Bupati.

Penangkapan yang dilakukan oleh KPK, itu terhadap Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud, dengan inisial SWM, yang diduga terkait dengan penyalahgunaan APBD Kabupaten Talaud.

Penagkapan yang dilaksanakan oleh Tim Lembaga Super Bodi, itu turut didampingi pengamanan dari Personil Brimob KI 4, yang dipimpin Iptu Dicky R Onthoni.

Usai dilakukan penangkapan, KPK membawa SWM selaku tersangka, ke manado dengan menggunakan pesawat winggs air dengan nomor penerbangan IW 1163.

(Zul)

 

Categories
Berita Utama Featured Nasional Talaud

Sambangi Pulau Miangas, Kapolda Sulut Minta Terus Koordinasi Pengamanan

SANGIHE, manadozone.com — Kapolda Sulut, Irjen Pol Sigit R Tri Hardjanto, minta jajaran yang ada di Kepulauan Talaud, untuk terus melakukan koordinas dalam rangka mensukseskan Pemilu 2019, serta demi terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo. Dengan mengatakan kunjungan kapolda sulut, di pulau miangas, itu untuk memastikan kesiapan pelaksanaan Pemilu 2019.

“Pak Kapolda sampaikan agar persiapkan pengamanan dengan baik serta terus berkoordinasi ke Polda jika memerlukan dukungan personil,” kata Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Ibrahim Tompo.

Perlu diketahui, saat Kapolda Sulut, mlakukan kunjungan di Pulau Miangas, itu mengunjungi beberapa Tempat diantaranya PPK Miangas, mengecek TPS 1 dan 2, Posal, PPS, Panwas, Tanjung.

Hadir dalam kunjungan kerja tersebut, Para PJU Polda Sulut, Kabid Humas, Karo Ops, Dir Intel, Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Prasetya Sejati, KPU, Panwas, DPRD.

(Zul)

Categories
Berita Utama Featured Manado Talaud

Kapolda Sulut Sambangi Pulau Miangas, Cek Kesiapan Pelaksanaan Pemilu 2019

MANADO, manadozone.com — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara, Irjen Pol Sigit R Tri Hardjanto, minggu (10/02/19) sekitar pukul 11.30 wita, menyambangi daerah perbatasan Sulut, tepatnya di Polsek Miangas, guna mengecek kesiapan pelaksanaan Pemilihan Umum tahun 2019.

Kunjungan Kapolda Sulut beserta rombongan di Pulau Miangas, itu menggunakan pesawat wings air, disambut langsung Kapolsek Miangas bersama personil dan anggota koramil, Posal, Satgas pam puter 715 dan Camat miangas.

Nampak kunjungan orang nomor 1 Polda Sulut, di Pulau Miangas itu mengecek kesiapan pemilu di beberapa Tempat diantaranya PPK Miangas,TPS 1 dan 2, Posal, PPS, Panwas.

Usai mengecek kesiapan pelaksanaan Pemilu, Kapolda Sulut dan rombongan kemudian makan siang bersama, dan kembali ke bandara miangas untuk melaksanakan perjalanan menggunakan pesawat wings air menuju Manado.

Nampak hadir dalam kunjungan Kapolda Sulut di Pulau miangas, Para PJU Polda Sulut Kabid Humas, Karo Ops, Dir Intel, Kapolres Kepulauan Talaud AKBP Prasetya Sejati, KPU, Panwas, DPRD.

(Zul)

Sumber Humas Polda Sulut

Categories
Berita Utama Featured Talaud

Ketua MA Di Talaud : 977 Aparatur Peradilan Disiapkan Mengisi 85 Pengadilan Baru

Manadozone || Talaud – Mahkamah Agung RI telah menyiapkan 977 aparatur peradilan untuk mengisi untuk menjalankan operasional 85 pengadilan baru yang akan diresmikan oleh Ketua Mahkamah Agung RI Prof. Dr. H. M. Hatta Ali,. S.H., M.H di Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.

977 orang aparatur pengadilan tersebut lanjut A. S. Pudjoharsoyo terdiri atas 283 orang hakim dan 694 pegawai tenaga teknis dan kesekretariatan, sehingga setiap Pengadilan sudah mempunyai minimal jumlah SDM agar dapat beroperasi melayani kebutuhan pencari keadilan.

“283 hakim tersebut termasuk yang akan menduduki posisi pimpinan maupun hakim yang akan menangani perkara dan 694 orang pegawai sudah termasuk untuk tenaga kepaniteraan seperti panitera, para panitera muda dan juru sita sementara untuk tenaga kesekretariatan termasuk di dalamnya sekretaris dan para kasubag” jelas Ketua Mahkamah Agung Prof Dr M Hatta Ali dalam konreferensi pers di Kabupaten Talau Sulawesi Utara

Kedepan, Mahkamah Agung terus berupaya untuk melengkapi segala kebutuhan semua pegadilan baru khususnya kebutuhan aparatur peradilan dan kebutuhan sarana dan prasarana pengadilan, dengan demikian masyarakat pencari keadilan terlayani dengan maksimal.

Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Prof. Dr. H. M. Hatta Ali,. S.H., M.H meresmikan operasionalisasi 85 (delapan puluh lima) Pengadilan baru di seluruh Indonesia, pada Hari Senin tanggal 22 Oktober 2018 di Melounguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara. 85 (delapan puluh lima) pengadilan baru tersebut terdiri dari 3 (tiga) badan peradilan yaitu 30 (tiga puluh) Pengadilan Negeri, 50 (lima puluh) Pengadilan Agama dan 3 (tiga) Mahkamah Syar’iyah serta 2 (dua) Pengadilan Tata Usaha Negara.

Kegiatan peresmian dihadiri Gubernur Sulut Olly Dondokambey, Kapolda Sulut, Pangdam XIII Merdeka, Ketua DPRD Andre Angouw, Kajati Sulut dan Sejumpah Pejabat Daerah.(Jimmy)