Categories
Berita Utama Peristiwa Profil

RA Kartini Jadi Sosok Wanita Yang Memotivasi Prof Deitje Katuuk

Manadozone || Manado – Hari ini merupakan peringatan Hari Kartini yang dirayakan di seluruh Indonesia guna mengenang sosok wanita pejuang emansipasi. Hingga kini masih dikenang serta dijadikan ikon bagi kemajuan kaum hawa.

Salah seorang sosok wanita sukses pengagum Raden Ajeng (RA) Kartini, Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA) Prof DR Deitje Adolfien Katuuk MPd menyebut bahwa Kartini buka hanya pejuang namun lebih dari itu. “R.A. Kartini tidak hanya menjadi pejuang wanita atau kaum perempuan yang dikenal dengan emansipasi yaitu memperjuangkan kedudukan kaum perempuan sama dan sejajar dengan kaum laki-laki, tetapi juga meletakan dasar-dasar perjuangan,” tukas Deitje kepada Manadozone.

Lebih lanjut Katuuk memaparkan.
“Kartini memberi motivasi dan semangat kodrati kaun perempuan yang kaum perempuan mempunyai potensi diri yang sangat luar biasa. Perjuangan Kartini telah memotivasi lahirnya pejuang-pejuang, tokoh-tokoh wanita Indonesia. Di Sulawesi Utara kita mempunyai Tokoh Wanita yang sangat terkenal sebagai pejuang kaum wanita yaitu Ibu Maria Walanda Maramis, bahkan Maria Walanda maramis menjadi pahlawan nasional,” urai Katuuk.

Indonesia berterima kasih kepada the founding fathers negara RI. Yang telah meletakkan dasar persama hak dan derajat, sehingga lahir sangat banyak tokoh wanita yang berprestasi sangat luar biasa bahkan Indonesia pernah dipimpin oleh seorang presiden Wanita yaitu Ibu Megawati. Di Sulawesi Utara kita juga melihat banyak kaum wanigta yang tampil sebagai tokoh dan pejuang, sebut saja 2 srikandi Sulut yang memimpin perguruan tinggi di Sulut sebagai Rektor Universitas Sam Ratulangi dan Universitas Negeri Manado bahkan banyak lahir tokoh-tokoh pejuang kaum Wanita yang bergerak di berbagai bidang baik pemerintahan, pendidikan, maupun di luar pemerintahan.

“Inti yang saya ingin sampaikan, bahwa Ibu Kartini telah meletakkan dasar-dasar dan keteladanan perjuangan. Ibu Kartini menunjukkan bahwa kaum wanita mempunyai potensi diri yang sangat luar biasa untuk tampil sebagaik tokoh  dan pemimpin bangsa. Hal ini sangat penting kagi kita semua terutama kaum wanita untuk terus maju dan menjadi tokoh pejuang di semua lapis kehidupan masyarakat, bangsa dan negara bahkan dunia,” tutup Katuuk.
Selamat Hari Kartini! (JimmyEndey)

Categories
Berita Utama Opini Profil

Ketika Hasto Berkontemplasi tentang Megawati dan Dewi Cinta

MENURUT saya, sejak 2012, buku terbaik tentang Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, adalah Megawati – Anak Putra Sang Fajar. Salah satu yang menarik bagi saya, buku ini antara lain berisi 50 artikel komentar tentang Megawati dari orang-orang yang punya daya tarik khusus di negeri ini.

Sejak 2015, setelah Hasto Kristiyanto jadi Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, saya merasa buku berjudul Megawati – Anak Putra Sang Fajar terasa kurang lengkap.

Rabu, 24 Maret 2021 lalu, saya menemui Hasto untuk bertanya tentang siaran persnya yang menyerukan agar pemerintah menghentikan rencana impor beras.

Atas pertanyaan itu Hasto menjawabnya dengan memberi sebuah buku kepada saya. Hasto menulis prolog dalam buku itu yang melukiskan Megawati menjalankan “strategi diam” bagaikan proses pohon yang tumbuh dalam membangun PDI Perjuangan.

Soal merawat rumput pun dibahas. Falsafah kunang-kunang yang sangup memberi kerlipan cahaya di malam gelap setelah kunang-kunang tenggelam di bumi juga dibahas Hasto ketika melukiskan sosok Megawati
Menghadapi serangan dalam dunia politik, Mega memilih diam.
“Diam sebagai strategi yang direnungkan melalui kontemplasi cinta pada tanaman. Baginya, merawat tanaman adalah nafas kehidupan,” lukis Hasto tentang Mega.

Sekali lagi saya katakan, apa yang disampaikan Hasto kepada saya adalah jawaban tentang keharusan pemerintah menghentikan impor beras. Indonesia harus bisa berswasembada pangan.
“Menanam adalah kontemplasi. Dengan menanam, ia tidak hanya menyumbang oksigen bagi kehidupan, tetapi juga merefleksikan, hidup adalah menanam budi pekerti, menanam kebaikan,” kata Hasto.

Menurut Hasto, Megawati selalu memberi contoh.
“Ia mengumpulkan seluruh umbi-umbian Nusantara hanya untuk meyakinkan, seharusnya tidak boleh ada rakyat Indonesia yang kelaparan,” tulis Hasto.

Pengamatan Hasto sehari-hari atas Megawati bagi saya punya daya tarik tersendiri. Ia melihat kontemplasi Megawati dengan dengan kontemplasinya. Hasto berkontemplasi untuk masuk dalam kontemplasi Mega.

Hasto sanggup memperhatikan cara Mega menghadapi gangguan nyamuk di tempat tinggalnya.
“Maka Bu Mega memelihara atau membiarkan ada kodok di tempat tinggalnya, karena katak atau kodok makan nyamuk. Atau membiarkan cicak-cicak di dinding rumah agar bisa makan nyamuk,” ujar Hasto.

Hasto bisa melihat dengan hatinya, Megawati merasa prihatin menyaksikan batang pohon kesayangannya patah disambar petir.
“Bu Mega segera membuah gips dengan kayu dan selotip agar batang yang patah itu bisa tumbuh lagi,” ujarnya.

Saya jadi ingat ketika menjelang akhir 2004, di tempat tinggalnya di Kebagusan, Jakarta Selatan, Megawati berkomentar terhadap para pengunjuk rasa yang memprotes kebijakannya dengan membakar ban mobil di depan Istana Merdeka Jakarta (utara Monas).
“Kenapa sih kok ban-ban itu dibakar, bagi saya ban-ban mobil bekas itu kan bisa dipakai jadi pot tanaman cabe atau bunga,” ujar Megawati saat itu.

Kembali ke pembicaraan dengan Hasto yang baru ditinggalkan ibundanya, Nyonya Yohana Sutarmi (wafat di pada usia 88 tahun di Sleman, Yogyakarta, Rabu 10 Maret 2021 lalu). Baca juga: Ibunda Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto Meninggal Dunia
“Saya menerima kabar ibu meninggal dalam perjalanannya dari Bekasi ke Jalan Sutan Syahrir, Jakarta”. Ketika itu kebetuan saya banyak mendengarkan lagu Derek Dewi Maria,” ujar Hasto di sela-sela pembicaraan tentang kontemplasi Mega tentang menanam pohon.

Mega, Dewi Shinta dan cinta

Menurut Hasto, ketika menyusuri jalan-jalan di Kebun Raya Bogor, Megawati membayangkan dirinya menjadi kepala kebun raya. Lebih dari itu, Mega berkontemplasi, dari pohon ia belajar mencintai bumi bumi sebagai jalan hidup.
“Bahwa dalam setiap helai daun yang tumbuh, terdapat proses panjang yang melibatkan udara, air, matahari, dan berbagai unsur yang dimiliki bumi,” kata Hasto.
“Menanam adalah sebuah penghayatan keajaiban kehidupan bahwa dari sebuah biji akan muncul bibit-bibit tanaman yang tubuh berkembang, menghasilkan bunga, buah yang bermanfaat untuk manusia.”
“Kesungguhan merawat rumput, sama halnya dengan ketika ia merawat angrek, mawar, krisan dan sebagainya…..Bukti penghayatannya pada alam semesta tampak dalam memimpin gerak PDI Perjuangan……Megawati ingin mengirim pesan, kerja nyata di masyarakat jauh lebih penting dibandingkan popularitas,” kata Hasto.

Hasto memberi informasi pada saya tokoh wayang dalam kisah Ramayana, Dewi Shinta dan manusia kera Sobali memberi banyak inspirasi kepa Megawati. Shinta juga sering disebut sebagai dewi bumi dan dewi cinta.
“Shinta bertahan dalam jalan derita, memegang pelita hidup yang digerakan oleh cinta, dan berhasil membuktika kesucian cinta sebagai daya gerak gerak hidup,”  tulisa Hasto dalam artikel berjudul Jalan Hidup Mencintai Bumi.
Oleh karena itulah Dewa memberi anugerah “Aji Wulandari” kepada Shinta.
“Ini suatu ajian paling sakti, karena muncul dari sari pati penderitaan seorang perempuan yang rela mempertaruhkan nyawa bagi kehidupan melalui kelahiran anaknya,” tulis Hasto.
Sementara sosok Subali, menjadi tangguh setelah bertapa ngalong (binatang kalong), menggantungkan diri di dahan pohon dengan kaki di atas dan kepala di bawah.
“Dengan ini Subali hidup dengan berpasrah pada belas kasih Sang Pencipta. Ketika menggantungkan diri, Subali menyerahkan seluruh hidupnya kepada alam. Dengan ngalong, Subali mendaraskan kerinduannya kepada bumi. Ia begitu mencintai bumi. Ia mengheningkan cipta.”
Maka Subali mendapatkan Aji Pancasona yang membuat bila ia mati akan hidup lagi ketika menyentuh bumi. Inilah sosok Subali, manusia kera dalam epos Ramayana yang sering digelar di pelataran Candi Prambanan di perbatasanYogyakarta – Klaten.

Maka dalam pidato hari ulang tahun PDI Perjuangan ke-48, Minggu 10 Januari 2021, Megawati kembali menyerukan penanaman pohon, memperhatikan dan memelihara sungai serta mata air serta kehidupan pedesaan termasuk data-data akurat tiap desa, kampung, dusun di seluruh Indonesia.

Mega juga memperlihatkan kontemplasinya tentang alam ini dengan munculnya Covid-19 di muka bumi. Dalam acara ini untuk melengkapi seruan Megawati, Presiden Joko Widodo antara lain banyak bicara soal logam nikel yang dimiliki bumi Indonesia
Ketika menjadi Wakil Presiden dan Presiden (1999-2004), Mega beberapa kali mengecam hancurnya persawahan di pantai utara Jawa, terutama antara Jakarta-Krawang sampai Cirebon sana. Mega juga tidak segan-segan mengingatkan bahaya kelaparan bila tanaman pangan di Indonesia tidak mendapat perhatian.
Bagi saya menarik bila artikel Hasto ini disandingkan dengan beberapa artikel yang ada di buku Megawati – Anak Putra Sang Fajar.
“Putri Bung Karno ini mampu memisahkan masalah pribadi, masalah partai, dan masalah negara agar tidak terjadi percampuran kepentingan. Megawati adalah orang yang sangat cermat memilih orang-orang yang akan membantunya menjalankan pemerintahannya,” ini kata Hamzah, Wakil Presiden RI 2001-2004. Hamza Haz sebelumnya sering menentang Megawai sebelum memimpin pemerintahan RI.

Perempuan Guru dari Aceh, De Kemalawati, dalam artikelnya berjudul Megawati di Mata Saya, antara lain mengatakan, Megawati bukan sosok yang lihai berbahasa di debat politik, tapi pemimpin yang punya pendirian.

Pencipta dongeng di pentas yang piawai dan sutradara film senior, Garin Nugroho, dalam artikel Dalam Tubuh Mega Banyak Sejarah, antara lain menyebut Megawati itu Ibu Ideologi di tengah orang-orang yang sangat pragmatis dalam bangsa ini.
“Bangsa ini sudah berada dalam pragmatisme yang membunuh diri,” ujar Garin yang juga sering mencap banyak politisi negeri ini yang melodramatis. Itu juga bisa ditafsirkan, saat ini banyak politisi yang suka bermain sinetron, termasuk ketika blusukan.

Mega, sejarah diam, lucu

Menurut Garin, Megawati ketika menjadi presiden, tidak banyak perempuan yang mengunggulkannya. “Itu persoalan, itu paradoks. Mungkin karena dia tidak terlalu pandai bicara.”
Mega itu sejarah diam. Kalau Mega banyak diam, ada kelemahan, ada keunggulan dengan cara-cara itu. Ini kata-kata Garin yang sampai kini pentas dongengnya tidak bisa dicontek orang lain, atau gagal yang ditemui oleh penconteknya.

Tapi, walau “diam”, kata Garin, Mega itu lucu. Garin bilang, jarang sekali Mega bercerita tentang dunia film dengan dirinya. Tentang cerita lucu Mega, Garin mendongeng begini.

Suatu hari Megawati di sebuah lobi hotel di Bali mencari sopir pengantar. Seorang pemuda tiba-tiba menyediakan dirinya jadi sopir. Setelah berputar-putar di Bali, dan kembali ke hotel, Mega baru pemuda itu ditunggu istrinya. Ternyata pemuda ini pengangum berat Mega, sehingga berani jadi sopir walau harus meninggalkan istirnya menunggu di lobi hotel.

Penulis: Joseph Osdar (Mantan wartawan harian Kompas. Kolumnis)

Categories
Berita Utama Featured Manado Nasional Peristiwa Profil

Sahabat Polisi Indonesia Silaturahmi ke BNNP Sulut, Ini Pesan Brigjen VJ Lasut

SULUT, manadozone.com — DPW Sulut Sahabat Polisi Indonesia (SPI) bergerak menjalin kemitraan. Kali ini bersama BNN Provinsi Sulawesi Utara yang menjadi mitra strategis sekaligus memperkenalkan SPI.

Pertemuan tersebut bertempat di ruang kerja Kepala BNNP Sulut Brigjen Pol Victor J. Lasut, pertemuan pada Senin (1/3/2021) siang itu, berlangsung akrab dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

“Namanya sahabat polisi, sebisanya melakukan kegiatan-kegiatan positif yang mengangkat citra polisi. (Namun) bila ada hal-hal misalnya laporan masyarakat ada dugaan kesalahan yang dilakukan polisi, silahkan diteruskan ke polda atau polres,” ujar Jenderal bintang satu ini dalam arahannya.

Ia pun berharap SPI Sulut dapat membantu sepenuhnya program-program kepolisian dalam menjaga kamtibmas termasuk dalam hal pencegahan narkoba.

“Pemberantasan penggunaan narkoba yang semakin marak seharusnya mendapat dukungan penuh masyarakat demi masa depan generasi muda yang menjadi harapan bangsa,” ujar jenderal yang menjadi salah satu penasehat SPI Sulut ini.

Sementara itu, Ketua SPI Sulut Tomy Lasut yang didampingi Bendahara Ningsry Datau menyampaikan komitmen untuk memberikan dukungan penuh terhadap tugas-tugas dan program kerja kepolisian.

“Sahabat Polisi Indonesia sebagai organisasi mitra polisi menyatakan komitmen untuk selalu bersama aparat polisi dalam setiap upaya menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban di masyarakat termasuk dalam hal pencegahan dan pemberantasan narkoba,” jelasnya.

(Zul)

Categories
Berita Utama Featured Nasional Peristiwa Profil

Irjen Pol Nana Sujana Jabat Kapolda Sulut, Ini Profil Singkatnya

JAKARTA, manadozone.com — Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo secara resmi menunjuk Irjen Pol Nana Sudjana sebagai Kapolda Sulawesi Utara,melalui Telegram Nomor :ST/318/II/KEP/2021 tanggal 18 Februari 2021.

Irjen Pol Nana Sudjana menggantikan Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak.

Sebelum menjadi Kapolda Sulawesi Utata Irjen Pol Nana Sudjana mengemban jabatan sebagai Kapolda Metro Jaya

Irjen Pol Nana Sudjana lahir di Cirebon, Jawa Barat pada 26 Maret 1965.

Sebagai perwira tinggi Polri, Irjen Pol Nana Sudjana mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya sejak  Desember 2019.

Irjen Pol Nana Sudjana merupakan lulusan Akademi Polisi atau Akpol 1988.

Ia punya pengalaman dalam bidang intel.

Berikut profil singkat karier Irjen Pol Nana Sudjana dikutip dari Wikipedia:

Pamapta Polresta Yogyakarta (1988)

Kapolsekta Umbulharjo Polresta Yogyakarta

Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakbar (2002)

Kapolres Probolinggo (2006)

Wakapolwiltabes Surabaya

Analis Utama Tk. III Baintelkam Polri

Kapoltabes Surakarta (2010)

Dirintelkam Polda Jateng (2011)

Analis Utama Tk. I Baintelkam Polri (2012)

Analis Kebijakan Madya bidang Ekonomi Baintelkam Polri (2013)

Dirintelkam Polda Jatim (2014)

Wakapolda Jambi (2015)

Wakapolda Jabar (2016)

Dirpolitik Baintekam Polri (2016)

Kapolda NTB (2019)

Kapolda Metro Jaya (2019)

.Kapolda Sulut (2021)

 

(*/PB)

Categories
Opini Profil

In Memoriam Saefullah, Sekda DKI Jakarta

Almarhum Saefullah, Sekda DKI Jakarta wafat akibat Covid-19. Jenasahnya dimakamkan tadi di kuburan keluarga di Rorotan. Dekat rumahnya

Saefullah adalah person berkarakter baik, kalem dan kooperatif. Alm mrpkn ASN profesional n patut diteladani…

Pada akhir 2016 hingga awal 2017 (-/+ 6 bulan), almarhum telah memberikan supporting, dukungan dan kerjasama yang progresif kepada Soni Sumarsono sewaktu dipercayakan pemerintah pusat memimpin dan mengelola Jakarta, selaku plt Gubernur DKI Jakarta.

Kebetulan pula, tatkala itu kami dipercayakan sebagai Stafsus Plt Gubernur DKI Jakarta. Hampir setiap hari, kami berkoordinasi dgn alm. Saefullah, utamanya dlm pengaturan agenda harian bahkan jam kerja plt Gubernur.

Banyak kebijakan dan agenda plt Gubernur yg terkait hubungan kerja dgn mitranya yi DPRD DKI Jakarta terjalin, terkomunikasi secara dinamis dan membawa manfaat positif terhadap pembangunan di DKI Jakarta.

Pembahasan RAPBD 2017 yg ‘on-time’ tepat waktu merupakan salah satu contoh.

Kalimat candaan Sumarsono menjawab pers saat *_door-stop_* di medio Desember 2016 menjadi kenyataan yaitu:

Sebelum ayam berkokok di pagi hari pada akhir Desember 2016, saya jamin APBD DKI Jakarta 2017 pasti beres,” jawab Soni di depan pintu masuk ruang kerja gubernur di Balai Kota DKI Jakarta.

Dan, betul semua beres tepat waktu.

Memang, salah satu tugas Presiden Joko Widodo kepada Sumarsono adalah membereskan APBD DKI Jakarta selain tugas pokok yg lainnya.

Sebelumnya, beberapa kali RAPBD DKI Jakarta berujung tidak tuntas.

Tetapi, ketika itu sama sekali tidak ada kongkalingkong dlm pembahasan RAPBD DKI Jakarta antar eksekutif dan legislatif. Sebab, Sumarsono melibatkan BPK serta KPK selama pembahasan.

Nah, peran Sekda dan Timnya teramat intens.

Demikian secuil testimoni.

Penulis: Ferry BM Rende

Categories
Berita Utama Minut Profil

Bukan Hanya Hati, Membangun Daerah Butuh Komitmen dan Kalkulasi

Manadozone || Jakarta – Diskusi menarik Pemimpin Umum Manadozone.com bersama Dr Ir Carry Mumbunan, seorang pria sederhana namun cerdas hingga lama berkiprah di dunia pertambangan. Carry berkiprah di PT Antam sejak 1992 hingga akhirnya menduduki sejumlah posisi penting seperti Direktur Umum dan Human Capital PT INALUM, sebuah perusahaan holding yang membawahi perusahaan BUMN tambang seperti PT Antam dan PT Freeport Indonesia.

Menurut Carry membangun daerah membutuhkan kalkulasi yang matang selain tentunya memiliki komitmen serta integritas juga hati yang peduli.”Bukan hanya memiliki hati saja, tapi juga komitmen dan integritas dan yang lebih penting kalkulasi yang matang. Sehingga pembangunan yang dilakukan bersifat visioner,” tukas Mumbunan.

Pengalaman yang ditimba Carry selama ini, membuat sikap dan cara berpikirnya menatap jauh kedepan. Menurutnya Sulawesi Utara beserta 15 kabupaten dan kotanya memiliki modal untuk bersaing dengan daerah lain di Indonesia. Modal yang dimiliki salah satunya Sumber Daya Alam (SDA) yang tidak kalah dengan daerah lain.”Sulawesi Utara maupun kabupaten kota lainnya punya SDA yang mumpuni untuk bersaing,” ujar putra kelima dari sembilan bersaudara ini.

“Sektor pariwisata dan sektor perkebunan Sulut memiliki potensi yang besar bila dikembangkan,” lanjut Carry.

Ia mencontohkan bagaimana Virgin Coconut Oil (VCO) memiliki potensi serta peluang pasar yang besar. Terlebih ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

Dari beberapa sumber menyebutkan VCO mampu membunuh virus corona. Salah satunya pakar Kimia Agroindustri dari Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof Dr Thamrin Usman, DEA membenarkan virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa murni dapat membunuh virus corona penyebab COVID-19 karena kandungan lipid pada VCO dapat berinteraksi dengan lipid membran sel virus corona.(Republika.co.id edisi 7 Juni 2020)

Pose bersama Pemimpin Umum Manadozone.com

 

Informasi tersebut menurut Carry perlu direspon dan segera diteliti untuk selanjut dipasarkan sehingga meningkatkan pendapatan daerah. Bahkan, lanjut Carry, bukan tidak mungkin akan memasuki pasar internasional, mengingat pandemi virus corona bersifat global. Setidaknya terdapat 217 negara dunia mengalami dampak pandemi global tersebut.

Mumbunan menilai Sulawesi Utara memerlukan sentuhan profesional yang tidak hanya memikirkan politik semata. Namun butuh terobosan-terobosan ekonomi dan teknologi yang dilakukan secara profesional.

Disinggung akan kiprahnya dan kerinduan membangun daerah, secara khusus tanah kelahirannya di Minahasa Utara, Carry menyatakan masih mempertimbangkannya.”Saya masih ingin berkiprah di dunia profesional saya saat ini di BUMN namun soal membangun daerah tetap jadi kerinduan saya di masa mendatang,” tukas Carry mengakhiri perbincangan di kawasan Jakarta Pusat.(***)

Editor : Jimmy Endey

Categories
Berita Utama Featured Minahasa Nasional Peristiwa Profil

ROR Bakal Ikuti Ujian Terbuka Program Doktor di Universitas Brawijaya Malang

Manadozone || Bupati Minahasa Ir Royke Octavian Roring M,Si IPU bertemu dengan Dekan Fakultas Teknik Sumber Daya Air Universitas Brawijaya Malang Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT dan Ketua Komisi Pembimbing Program Studi Teknik Sipil Prof. Ir. Ludfi Djakfar MSCE, Ph.D, Senin (9/3/2020).

Dalam pertemuan tersebut Bupati Minahasa didampingi Asisten 3, Kaban Bappelitbangda, Kadis Pariwisata & staf, Kadis Lingkungan Hidup, Kadis Penanaman Modal & PTSP & staf, Ka. BKD, Kadis Koperasi, Staf Khusus Bupati.

Pertemuan tersebut membicarakan tetang persiapan ujian terbuka program Doktor pada besok hari, sekaligus bersilahturahmi.

(ToarS)

Categories
Berita Utama Bolmut Featured Nasional Peristiwa Politik Profil

Donny Pangau Jalan Kaki 4 Kilometer Demi Berikan Bantuan ke Korban Bencana Banjir

BOLMUT, manadozone.com — Meski terbilang cukup jauh dengan berjalan kaki sepanjang 4 (Empat) Kilometer, ternyata bukan menjadi penghalang bagi seorang wakil rakyat yang duduk di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bolaang Mongondow Utata (Bolmut)

Bahkan saking tingginya rasa kepedulian, seorang Moch Abdul Rafiq Pangau, Anggota DPRD Bolmut, dirinya pun harus rela meninggalkan kegiatan Legislatif SulutGo Expo di Manado.

Moch Abdul Rafiq Pangau, Anggota Komisi III DPRD Bolmut, mengatakan langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian seorang manusia terhadap warga yang tertimpah musibah dan bencana.

“Saya turut prihatin dan ingin berbelas kasih. Masyarakat di 3 kecamatan ini masih sangat mengharapkan perhatian, kasih, dan pelayanan dari teman-teman semua yang bisa ambil bagian mengurangi beban mereka,” ungkap Moch Abdul Rafiq Pangau, yang juga sebagai Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bolmut.

Lanjut Donny Pangau, sapaan akrabnya, menambahkan bahwa bantuan yang diberikannya itu tidak seberapa nilainya, namun dengan hati yang tulus, berharap bisa mengurangi beban derita warga terdampak bencana

“Ini tugas kita Bersama. Kita gotong royong karena kita semua adalah saudara sebangsa. Tetap jaga kesehatan, karena sekarang sudah memasuki curah hujan yang tinggi, banjir terjadi di mana-mana. Tetaplah cintai alam serta lingkungan kita,” seru Donny Pangau.

Bantuan yang diserahkan ke beberapa titik. Yang diantaranya desa sidodadi, Sangkub 3, Tombolango, Biontong dan Bohabak.

(PtB)

Categories
Berita Utama Jakarta Profil

CEO PT Vale Indonesia Nico Kanter Jadikan Ayahnya Inspirator

Manadozone || Jakarta – Siapa yang tak mengenal sosol Nico Kanter yang kini menjabat Presiden Direktur PT Vale Indonesia, sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pertambangan nikel. Putra Kawanua ini menjadi sosok seorang ayah sebagai inspirator dalam kehidupannya hingga mencapai karirnya saat ini, sang ayah adalah almarhum Empie Yohan Kanter.

Dalam karier militer pria yang telah berpulang pada 9 Februari 2004, Mayor Jenderal E.Y Kanter pernah menjabat sebagai Koordinator Operasi Penertiban Pusat, Kepala Badan Pembinaan Hukum ABRI, serta Oditur Jenderal ABRI. Jabatan penting tersebut dilalui sepanjang 1978 hingga 1986.”Sosok papa menjadi inspirator dalam kehidupan dan pekerjaan saya hingga saat ini,” tutur Nico saat berbincang dengan Pemimpin Umum Manadozone di kantornya Energi Building SCBD Jakarta Selatan (17/2/2020).

Nico merupakan putra ketiga dari pasangan Empie Yohan Kanter dan Betty Adelheid Sumual. Kakak dan adiknya sendiri berjumlah empat orang yakni Chris Kanter, yang merupakan putra sulung, Johnny Kanter kakak kedua sera sang adik Reni Kanter.

Perjalanan karir Nico dimulai saat merintis pekerjaannya di British Petroleum (BP) Indonesia sejak tahun 1984 sebagai penasihat hukum.”Saya banyak belajar juga ilmu hukum dari papa,” tukas Nico. Ia menekuni pekerjaannya di BP selama 26 tahun hingga ditunjuk menjadi Presiden Direktur PT Vale Indonesia pada 2011. Dan kembali dipercaya menjadi Presiden Direktur Perseroan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan pada 4 April 2018.

“Prinsip yang selalu diajarkan papa adalah integritas dan berkata jujur sekalipun itu mungkin menyakitkan bagi yang mendengar,” lanjut Nico. Menurutnya memiliki integritas dalam segala aktivitas akan memberikan warna diri menjadi lebih menarik serta dihargai dimanapun. Meski untuk melakukan hal tersebut bagi pria kelahiran 1958 ini bukan hal yang mudah.

Sebelum bergabung dengan PT Vale, Nico Kanter menjabat sebagai Head of Country, BP Indonesia sejak tahun 2007, dimana beliau mengawasi dan bertanggung jawab untuk mengintegrasikan seluruh operasi BP di Indonesia. Sebelumnya, ia adalah Executive Vice President, Sumber Daya dan Hubungan Manusia di BP.

Sejak tahun 1987 hingga 1999 Nico berkarir sebagai pimpinan di berbagai departemen termasuk Pembelian, Keuangan, Perencanaan & Pengendalian, Pemasaran & Komersial, HR dan VP Public & Government Affairs.”Banyak ilmu saya dapat diberbagai bidang yang telah saya lalui,” kisah Nico lagi.

Nico Kanter (berbatik) selfie bersama Pemimpin Umum Manadozone.com

Setelah itu ia menjabat sebagai Human Resources Manager pada tahun 1996 hingga 1999. Kemudian menjadi Senior Vice President Human Resources & General Suport di Vico Indonesia (diakuisisi oleh BP) pada tahun 2001 sampai 2002, dan sejak 2003 ditugaskan di BP Asia Pacific & Middle East (Hong Kong) sebagai Executive Assistant bagi Group Vice President Upstream.”Dijabatan ini saya menghabiskan waktu 70 persen di udara berkeliling dari satu negara ke negara lain. Suatu pekerjaan yang menyita tenaga dan pikiran. Belum lagi saya harus berbagi waktu dengan keluarga yang tersisa sedikit waktu,” kenang Nico lagi.

Latar belakang pendidikan, Nico Kanter meraih gelar magister dalam bidang Hukum dari Universitas Indonesia dan gelar master dalam Administrasi Bisnis (Bisnis Internasional) dari University of Southern California, Amerika Serikat.”Saya sebenarnya punya kerinduan untuk mengajar. Jadi coach,” ucap Nico dengan wajah berseri. Bahkan terkadang ia sering mengisi waktu luang dengan menjadi ‘coach’ ke sejumlah perusahaan atau instansi BUMN.

Nico berharap dimasa pensiun mendatang bisa mengejar cita-citanya untuk mengajar.”Saya ingin berbagi ilmu yang saya peroleh kepada siapapun, karena ilmu adalah abadi. Namun jika tidak dibagikan saya akan merasa berdosa karena berkat yang saya peroleh tidak diturunkan bagi mereka yang memerlukan,” tutup Nico.

Editor : Jimmy Endey

Categories
Profil

Tony Wenas Ajak Kawanua Bersatu Majukan Bangsa

Manadozone.com || Jakarta – Pria ‘low profile’ yang kini merupakan CEO/Direktur Utama PT Freeport Indonesia mengajak warga Kawanua bersatu memajukan bangsa. “Torang orang Manado atau kalo diperantauan disebut Kawanua, punya potensi besar dan kebanyakan cerdas serta memiliki kemampuan yang luar biasa di berbagai bidang demi kemajuan bangsa,” tukas Tony Wenas saat ditemui Pemimpin Umum Manadozone.com di ruang kerjanya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (31/1/2020).

Pria yang merupakan seorang musisi profesional hingga saat ini mengatakan bahwa kehidupannya adalah belajar.”Hidup adalah belajar, kita sampai saat ini masih terus belajar,” tukas Tony.

Salah satu putra terbaik Kawanua ini mengawali kehidupannya menjadi seorang musisi pada tahun 80an. Tony merupakan pentolan grup band Solid 80 dan grup Symphony bersama Fariz RM.

CEO PT Freeport Indonesia Tony Wenas bersama Pemimpin Umum Manadozone.com

Tony Wenas yang merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 1985 ini mengaku kehidupannya adalah terus belajar.”Saya menganggap kehidupan adalah belajar. Sampai saat ini saya masih terus belajar,” ujar Tony. Ucapannya bukan sekedar filosifis belaka, hal itu dibuktikan bahwa meski pada awalnya menekuni study bidang hukum namun pada akhirnya kini menjadi leader perusahaan besar yang bergerak di bidang pertambangan emas di Mimika, Papua.

Tony menyadari bahwa kehidupan ini merupakan anugerah yang harus dijalani dengan berbuat kebaikan. Dalam hal apapun kebaikan melandasi pandangan hidupnya.”Kita perlu mengisi kehidupan ini dengan kebaikan dan kasih terhadap sesama. Juga berbuat yang terbaik bagi bangsa negeri ini. Torang Kawanua musti bahu membahu saling menopang satu sama lain. Baku beking pande bukang baku cungkel,” tutup Tony mengakhiri percakapan.

Editor : Jimmy Endey