Categories
Berita Utama Mitra

Mitra Koleksi Tunggakan Pajak Ranmor Hingga 5.784 Termasuk Kendaraan Dinas

Manadozon || Ratahan – Kesadaran masyarakat dalam membayar pajak kendaraan bermotor (Ranmor) masih minim. Hal tersebut terlihat di kabupaten hasil pemekaran Minahasa Selatan. Berdasarkan data dari Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat), Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) mengoleksi 5784 penunggak pajak kendaraan bermotor (ranmor).

Kondisi tersebut menunjukan masih rendahnya kesadaran warga Mitra terhadap kewajiban membayar pajak.

Bahkan dari jumlah tersebut, menurut Kepala UPTD Samsat Mitra Harold Lumempow, juga terdapat kendaraan dinas serta kendaraan pribadi milik pejabat teras di Pemkab Mitra.

Ia menjelaskan, untuk tahun 2020 lalu saja sudah ada 5784 kendaraan yang menunggak baik itu roda dua maupun roda empat.
“Sementara untuk tahun 2021 selang bulan Januari hingga Maret mengalami kenaikan 1072 ranmor yang menunggak dengan jumlah sekitar 776 juta,” ujar Lumempow yang juga mantan aktivis dan
Ketua Indonesia Corruption Watch (ICW) Sulut, Kamis (08/04/2021).

Diakuinya, meskipun di masa pandemi banyak kendaraan baru yang masuk daerah Mitra, namun kesadaran wajib pajak masih sangat kurang dan terkendala kebutuhan prioritas.

Menganggapi persoalan penunggak pajak ranmor ini, Samsat Mitra sudah berupaya semaksimal mungkin melakukan penertiban penunggak pajak.
“Kami juga akan door to door mengecek kendaraan penunggak pajak,” tandas Lumempow yang diiyakan Kasie Sengketa Pajak Denny Pangalila dan Mareike Tumembow Kasie Palayanan Pajak.
Diketahui, dalam wakti dekat ini Samsat Mitra akan melakukan sweeping terkait pajak kendaraan yang akan bekerjasama dengan pihak Polres Mitra.

Upaya maksimal tersebut dilalukan Samsat Mitra guna menghimpun dana masukan bagi daerah yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat kedepannya.(JEY)

Categories
Berita Utama Featured Kriminal Manado Mitra Nasional Peristiwa

Berencana Diseludupkan ke Papua, Polda Sulut Amankan Cap Tikus Ratusan Jerigen

MANADO, manadozone.com — Personel Ditresnarkoba Polda Sulut menggagalkan upaya penyelundupan ribuan liter miras (minuman keras) jenis cap tikus ke Papua Barat, Senin (15/02/2021), sekitar pukul 01.20 WITA, di ruas Jalan Raya Belang-Ratatotok Desa Borgo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Miras tersebut diamankan saat diangkut menggunakan dua mobil yaitu truck dan pick up menuju Pelabuhan Desa Basaan, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam konferensi pers di depan sejumlah awak media mengatakan, terungkapnya kasus ini tak lepas dari informasi masyarakat.

“Masyarakat menginformasikan bahwa dini hari itu akan ada mobil truck dan pick up yang mengangkut cap tikus ke Pelabuhan Basaan, yang selanjutnya akan dikirim ke Manokwari, Papua Barat menggunakan kapal,” jelasnya, Jum’at (19/02) siang, di Mako Ditresnarkoba Polda Sulut.

Berdasarkan informasi tersebut, tim lapangan Subdit 3 Ditresnarkoba langsung melakukan penyelidikan. Benar saja, tim mendapati dua mobil mencurigakan yang di bagian bak ditutup menggunakan terpal, sedang menuju pelabuhan. Tim kemudian melakukan pengejaran dan penghadangan.

Dua mobil yang dihadang yaitu truck hino warna coklat bernomor polisi DB 8076 QE yang dikemudikan pria berinisial RS, dan mobil pick up warna hitam DB 8095 LA dikemudikan pria berinisial RM.

“Saat diperiksa, di mobil truck didapati 363 jerigen berisi sekitar 7.260 liter cap tikus. Kemudian di mobil pick up didapati 51 jerigen berisi sekitar 1.020 liter. Sehingga totalnya, 414 jerigen dengan isi total sekitar 8.280 liter cap tikus,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast, didampingi Dirresnarkoba Polda Sulut Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono.

Barang bukti kendaraan beserta muatan dan pengemudi lalu diamankan di Mapolda Sulut untuk dimintai keterangan.

“Cap tikus tersebut milik seorang pria berinisial UG alias M (28), warga Desa Silian Dua, Kecamatan Silian Raya, Kabupaten Minahasa Tenggara, yang rencananya dikirim kepada seorang pria berinisial O di Manokwari Papua Barat,” pungkas jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sementara itu Dirresnarkoba menambahkan, pihaknya beserta jajaran terus menindaklanjuti atensi Kapolda Sulut terkait pemberantasan peredaran miras tanpa izin karena sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Kita ketahui di wilayah Sulawesi Utara ini kriminalitas yang tertinggi adalah penganiayaan, yang salah satunya disebabkan oleh pengaruh miras,” kata Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono.

Sambungnya, untuk pemilik miras tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pihak Ditresnarkoba Polda Sulut masih melakukan pengembangan penyidikan dari kasus ini.

“Tersangka dijerat pasal 32 ayat (1) Peraturan Daerah Provinsi Sulawesi Utara Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol. Yaitu, setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana diatur dalam pasal 13 ayat (1), pasal 14, dan/atau pasal 15 diancam kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp. 50 juta,” jelas Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono.

Pihaknya dalam kesempatan ini juga mengapresiasi peran serta masyarakat dalam memberantas peredaran miras tanpa izin ini dengan memberikan informasi kepada pihak kepolisian.

“Terima kasih kepada masyarakat, berkat informasi yang disampaikan kasus ini bisa diungkap dengan cepat oleh pihak kepolisian. Dan seluruh barang bukti miras ini ke depan akan dimusnahkan,” tandas Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono.

(*/Zul)

Sumber Humas Polda Sulut

Categories
Berita Utama Featured Kriminal Manado Mitra Nasional Peristiwa

Press Realease, Polda Sulut Bersama Polres Mitra Ungkap Kasus Pembunuhan

MANADO, manadozone.com — Setelah dilakukannya penyelidikan yang cukup memakan waktu, akhiranya Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Tenggara (Mitra) bersama Tim Polda Sulut, berhasil mengungkap, kasusu pembunuhan yang terjadi Minggu (07/02/2021), sekitar pukul 04.30 WITA di area perkebunan Alason, Desa Ratatotok, Kabupaten Mintahasa Tenggara.

Kepada wartawan, Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Julest Abraham Abast, menyampaikan pengungkapan kasus tersebut di Mapolda Sulut, Selasa (09/02) sore. Dengan menjelaskan awal muasal kejadian, hingga terjadi penghadangan serta adu mulut.

“Awalnya pelaku berinisial YHW dan temannya berinisial S berjalan menuju camp untuk beristirahat. Di tengah perjalanan keduanya dihadang oleh korban bernama Berry dan temannya Sepo. Lalu terjadi adu mulut antara mereka,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast didampingi Kapolres Mitra AKBP Rudi Hartono.

Lanjut Juru Bicara Polda Sulut, setelah terjadi adu mulut, kemudian Berry sempat mengeluarkan senjata jenis air softgun dan mengeluarkan tembakan yang mengena di betis kiri pelaku, sebagai tanda peringatan untuk tidak masuk di area perkebunan yang masih bersengketa.

“Sebelumnya Berry juga melarang pelaku agar tidak masuk ke area perkebunan, karena perkebunan tersebut masih dalam proses sengketa terkait kepemilikan,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast di depan sejumlah awak media.

Lanjutnya lagi menjelaskan, beberapa waktu kemudian, pelaku bersama temannya kembali ke lokasi di mana dia dihadang oleh korban. Pelaku saat itu membawa sebilah besi, kemudian memukulkannya ke arah korban.

“Pukulan besi kena di bahu korban sebelah kiri, lalu pelaku memukul lagi dan kena di bagian kepala, hingga korban mengalami luka. Setelah itu pelaku kembali ke camp,” terang Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Diketahui, pelaku berinisial YHW ini berumur 46 tahun, warga Wenang Manado. Sedangkan korban Berry berumur 42 tahun, warga Mapanget Manado.

Pelaku ditangkap oleh Satreskrim Polres Mitra di-back up Polda Sulut, Senin (08/02) malam, di rumahnya. Sedangkan korban saat ini dalam perawatan medis di RSUP Prof. Kandou Manado.

“Polres Mitra juga mengamankan barang bukti 2 bilah senjata tajam jenis pedang besi putih dan parang, 1 pucuk air softgun, serta 1 bilah besi panjang,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast kembali.

Lanjutnya, pasal yang dilanggar adalah Pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan, dengan ancaman hukuman 5 tahun pidana.

“Kasus ini penanganannya tetap dilakukan oleh Polres Mitra dan di-back up sepenuhnya oleh Polda Sulut,” pungkas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Sementara itu Kapolres Mitra menambahkan, masing-masing pihak (Berry dan YHW) ini saling melapor.

“Saudara YHW ini juga melaporkan Berry karena merasa telah ditembak memakai air softgun. Jadi nanti laporan dua-duanya tetap kita proses. Sementara karena saudara Berry masih di rumah sakit belum memungkinkan untuk dihadirkan. Terkait air softgun juga akan kita telusuri proses kepemilikannya seperti apa,” tandas Kapolres.

(*/Zul)

Sumber Humas Polda Sulut

Categories
Berita Utama Featured Kriminal Mitra Nasional Peristiwa

Meresahkan! Polres Mitra Kembali Menangkap Pelaku Judi Togel

MITRA, manadozone.com — Dinilai kian meresahkan masyarakat, Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Tenggara (Mitra) melakukan penangkapan terhadap para pelaku Judi Toto Gelap (Togel) Senin (18/01/2021) sekitar pukul 22.30 wita, di Kelurahan Tosuraya Induk, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Mitra, Iptu Muhammad Hasbi SIK, mengatakan, penangkapan para pelaku Judi Togel, dilakukan, sebagai bentuk tindak lanjut laporan warga, adanya aktifitas yang dinilai kian meresahkan.

“Dinilai kian meresahkan masyarakat. Kita tindaklanjut laporan warga adanya aktifitas Judi Togel,” ucap Iptu Muhammad Hasbi SIK, Kasat Reskrim Polres Mitra.

Lanjut Hasbi, sapaan akrab, yang juga mantan Katim Maleo Polres Bolmong tahun 2016, sebagai pengayom masyarakat, Polri harus siap melayani dan mengayomi, terlebih adanya keluhan laporan yang disampaikan warga untuk ditindaklanjuti.

Untuk itu, lanjut Hasbi, sebagai bentuk tindaklanjut laporan warga untuk memberantas penyakit masyarakat adanya Judi Toto Gelap (Togel) maka dirinya pun langsung memerintahkan anggotanya, untuk melakukan penyelidikan serta penangkapan terhadap para pelaku judi togel.

“Sekitar Pukul 22.30 WITA, Personil Sat Reskrim Polres Mitra berhasil menangkap dan mengamankan 2 (dua) orang  Pelaku Judi jenis Kupon Togel yang sedang diedarkan,” ucap Iptu Muhammad Hasbi SIK.

Para tersangka yang ditangkap diantaranya adalah, EK alias Del, umur 47 tahun, warga desa Tosuraya Induk, Kecamatan Ratahan. Serta JM alias Je, Umur 57 Tahun warga Kelurahan Tosuraya Barat, Kecamatan Ratahan. Bersama barang bukti.

“Kami tangkap tersangka EK alias Del, bersama Babuk berupa 2 lembar kertas rekapan, 1 buah HP Merk OPPO, Warna Hitam,1 buah HP Merk SPC, Warna Silver, 1 buah HP Merk SAMSUNG, Warna Silver, bersama Uang sebaanyak Rp 630.000.

Sementara ditangan JM alias Je, diamankankan juga barang bukti berupa 1 buah Buku Rekapan Togel, 3 buah Buku Syair Mimpi, 1 buah Kalkulator, 1 buah HP Merk NOKIA, Warna Hitam, 1 buah HP Merk SAMSUNG, Warna Putih, dan uang sebanyak Rp 460.000.

“Kedua tersangka saat ini telah ditahan untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Dan kita akan melaksanakan penyelidikan kembali terhadap semua aktifitas perjudian jenis kupon togel,” terang Kasat Reskrim Polres Mitra, Iptu Muhammad Hasbi SIK.

Perlu diketahui juga, dihari yang sama pada pukul 13.00 wita, Satuan Reserse dan Kriminal Polres Mitra, juga telah melakukan penangkapan terhadap tersangka AL alias Lex umur 53 tahun, warga desa silian, Kecamatan Silian Raya, bersama barang bukti berupa  1 Buah Buku Rekapan dan Uang dengan total keseluruhan Rp. 398.000.

(Zul)

 

Categories
Berita Utama Mitra

Bupati James Sumendap Gelar Rotasi Awal Tahun

Manadozone || Ratahan – Rotasi dalam pemerintahan merupakan hal biasa yang sering dilakukan. Hal tersebut bertujuan guna meningkatkan kinerja pemerintahan daerah berujung pada peningkatan layanan masyarakat.

Bupati James Sumendap SH, pada Senin (18/1/2021) kemarin, menggelar rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara.

Sumendap melantik enam pejabat yakni Frits Mokorimban menjabat Asisten Sekretaris Daerah Bidang Pembangunan dan Perekonomian, Marie Makalow memegang jabatan Inspektur Daerah, Yohana Untu Kadis Pertanian, Royke Lumingas Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ferry Uway menjabat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, sedangkan Hersi Tuuk menjadi Kepala Dinas Kearsipan Daerah.

Selain itu, Bupati Sumendap memberikan surat perintah dua pejabat untuk pelaksana tugas
Elly Sangian yang menjabat Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), kembali dipercayakan Bupati memegang jabatan Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum dan Keuangan (Asisten 3).vSedangkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, pelaksana tugasnya dijabat Camat Tombatu Anneke Sumendap.

Bupati dalam penyampaiannya mengingatkan kepada para pejabat tersebut untuk melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan.
“Laksanakan tanggung jawab ini. Karena saya pastikan penilaian terhadap tugas dan kerja para pejabat dan seluruh ASN berdasarkan kinerja,” katanya.
Ia juga memastikan penilaian terhadap kinerja para pejabat akan terus dilakukan sebagai bahan evaluasi.
“Jadi tidak ada pendekatan personal. Semua berlaku sama dengan penilaian yang mengacu pada kinerja,” tandasnya

Rotasi yang dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Tenggara ini merupakan rotasi di awal tahun 2021.(DEY)

Categories
Berita Utama Featured Kriminal Mitra Nasional Peristiwa

Cegah Pertambangan Liar, Polres Mitra Pasang ‘Plang Himbauan’

MITRA, manadozone.com — Sebagai bentuk mencegah terjadinya kerusakan kawasan hutan dan lingkungan, dari aktifitas pertambangan liar, Senin (09/11/2020) Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Tenggara (Mitra) menerjunkan personil dari Satuan Sabhara (Samapta Bhayangkara) dan Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) untuk memasang ‘Palng Himbauan’ di Kawasan Hutan, Khusus Kebun Raya Ratatotok.

Kepada Wartawan, Kapolres Mitra, AKBP Rudi Hartono SIK, menyatakan, pemasangan Plang Himbauan yang dilaksanakan Personil Sabhara dan Satreskrim, itu sebagai bentuk upaya pencegahan (Pre-emtif) untuk memberikan pemahaman hukum terhadap masyarakat, terlebih penambang liar agar tidak melakukan aktivitas pertambangan di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus, Kebun Raya Ratatotok.

Bahkan Kapolres Mitra, juga mengatakan di Kawasan Kebun Raya Megawati Soekarno Putri Ratatotok tersebut sudah ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) berdasarkan SK Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : SK.175/Menhut-II/2014.

“Oleh karena itu, perlunya dilakukan pemasangan plang himbauan dan sosialisasi hukum ke masyarakat dan penambang,” ucap Kapolres Mitra, AKBP Rudi Hartono SIK.

Dengan begitu, lanjut Kapolres Mitra, masyarakat atau pun penambang akan mengetahui sanksi hukum yang akan dihadapi jika melanggar atau pun tidak mematuhi atas himbauan yang telah dipasang oleh Polres Mitra.

“Ini agar masyarakat mengetahui Sanksi Hukum yang akan diterima apabila melakukan aktivitas pertambangan di Kawasan Kebun Raya Megawati Soekarno Putri.” Terang Kapolres Mitra, AKBP Rudi Hartono SIK.

Perlu diketahui, pemasangan plang himbauan oleh Kasat Sabhara Iptu Joppy Sasuwuk dan Anggota, juga Kasat Reskrim Iptu Muhammad Hasbi SIK dan Anggota, bersama Pemerintah Kabupaten Mitra, yang di wakili Kepala Desa Ratatotok, dan Kepala UPTD Kebun Raya, Arnold Tambuwun.

Pemasangan plang himbauan sebanyak 4 (empat) buah yang terpasang pada 4 (empat) titik lokasi dalam Kawasan Kebun Raya Megawati Soekarno Putri, diantaranya, Pintu masuk Gerbang Kebun Raya Megawati Soekarno Putri, Depan jalan masuk Villa Kebun Raya, Pinggir jalan area kraser, dan Pertigaan pintu masuk PT. SEJ.

(Zul)

 

Categories
Berita Utama Featured Kriminal Mitra Nasional Peristiwa

Diduga Terjadi Selisih Paham, Opal Tikam Jufry dengan Pisau Dapur

MITRA, manadozone.com — Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Tenggara (Mitra) melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) dan Kepolisian Sektor (Polsek) Tombatu, minggu (01/11/2020) sekitar pukul 21.30 wita, melakukan penangkapan terhadap NNP alias Opal, salah satu pelaku penganiayaan dengan senjata tajam, terhadap Jufry Raboi.

Penangkapan terhadap NNP alias Opal (19) warga Desa Esandom, Kecamatan Tombatu Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara. Itu dilakukan usai mendapati adanya laporan warga, telah terjadi tindak penganiayaan, yang kemudian Polsek Tombatu, pun langsung mencari informasi lanjut guna melakukan penangkapan terhadap pelaku, yang berada di rumahnya, tanpa melakukan perlawanan.

Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Minahasa Tenggara, Iptu Muhammad Hasbi SIK, membenarkan telah melakukan penangkapan terhadap NNP alias Opal, yang melakukan tindak penganiayaan.

“Iya, setelah memperoleh informasi dari saksi, Anggota Polsek Tombatu berjumlah 5 orang personil langsung mencari pelaku dengan mendatangi rumahnya di Desa Esandom, Kecamatan. Tersangka di tangkap pukul 21.30 WITA, di rumahnya tanpa perlawanan,” ucap Kasat Reskrim Polres Mitra, Iptu Muhammad Hasbi SIK.

Lanjut Hasbi, sapaan akrab Kasat Reskrim Polres Mitra, berdasarkan informasi yang didapat, Minggu, (01/11/2020) pukul 19.30 WITA peristiwa tersebut terjadi akibat diduga adanya selisih paham, antara tersangka Opal dan korban Jufry, saat keduanya menghadiri suatu perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) dari Gabriel, yang tak lain teman pelaku dan korban, di desa Esandom Dua, Kecamatan Tomatu Timur..

“Diduga kuat ada salah paham antara Korban dan Pelaku. Karena tidak terima, Pelaku langsung lari ke arah dapur untuk mengambil pisau yang kemudian dipakainya untuk menganiaya Korban,” tambah Hasbi.

Guna menjaga keamanan yang kondusif, Lanjut Hasbi, Polres Mitra, pun telah menghimbau ke masyarakat yang tidak hanya disekitar kejadian, untuk menyerahkan penanganan dipercayakan ke Kepolisian.

“Situasi kondusif. Kapolsek Tombatu beserta Anggota telah menghimbau untuk serahkan ke proses hukum. Pelaku dibawa ke Polsek Tombatu untuk dilakukan pemeriksaan.” Tambah Kasat Reskrim Polres Mitra, Iptu Muhammad Hasbi SIK.

Perlu diketahui, usai mendapati adanya laporan warga telah terjadi tindak penganiayaan, langkah yag dilakukan, langsung Mendatangi TKP, melakukan pemeriksaan saksi-saksi, Mendatangi Korban di Puskesmas Towuntu, Pasan.

“Pelaku mengakui bahwa telah melakukan Penganiayaan menggunakan senjata tajam  terhadap Korban akibat tidak terima dengan perilaku Korban. Dan pelaku akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku” Tutupnya.

Saat ini Korban mengalami Luka Tikaman di bagian Dada sebelah Kanan dan Luka pada kedua bagian Paha sebelah kanan dan kiri.

(Zul)

Categories
Berita Utama Featured Mitra Nasional Peristiwa

AKBP Dr Rudi Hartono SIK MH, Resmi Jabat Kapolres Mitra

MITRA, manadozone.com — Berdasarkan dengan Telegram Kapolri, nomor:ST/3935/X/KEP/2020, tanggal 13 Oktober 2020, tentang pemberhentian dari dan pengangkatan jabatan dalam lingkungn Polri.

Telegram tersebut, AKBP Dr Rudi Hartono SIK MH MSi, diamanahkan menjabat Kapolres Minahasa Tenggara (Mitra) menggantikan AKBP Robby Rahadian  SIK, yang diamanahkan menjabat sebagai Wakil Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Wadir Krimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara.

Dalam sambutan, AKBP Robby Rahadian SIK, mantan Kapolres pertama di Minahasa Tenggara, selain menyampaikan terima kasih atas kerjasama seluruh personil, hingga menjelaskan awal hingga akhir situasi terkait berdirinya Polres Mitra.

“Saya berharap seluruh pejabat dan staf jajaran Polres Mitra, dapat bekerjasama secara baik, dengan Kapolres Mitra yang baru,” ucap AKBP Robby Rahadian SIK, Wadir Krimsus Polda Sulut. Selasa (27/10/2020)

Selaku pejabat yang baru, AKBP Dr Rudi Hartono SIK MH MSi, dalam sambutan, juga menyampaikan rasa terima kasih, disambut baik sebagai Kapolres Mitra yang baru.

“Saya mohon dukungan semuanya. Saya ingin mendedikasikan diri dengan baik, untuk Polres Mitra dan masyarakat,” ucap AKBP Dr Rudi Hartono.

Lanjutnya lagi, agar jajaran yang dipimpinnya tersebut untuk mengoptimalkan pelayanan, baik itu dalam laporan yang masyarakat, bahkan mohon titip diri untuk mengabdikan tugas yang diamanahkan.

“Terima kasih Bang Robby. Saya do’akan semoga tahun depan Job Kombes,” ucapnya lagi, yang disambut tepuk tangan jajaran Polres Mitra.

Seperti diketahui, AKBP Dr Rudi Hartono SIK MH MSi, dilantik Kapolda Sulut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, bertempat Gedung Utama Polda Sulut, kemarin, senin (26/10/2020)

(Zul)

 

Categories
Berita Utama Featured Kriminal Mitra Nasional Peristiwa

Praperadilan DM Ditolak, Kasus Perusakan Hutan dan Pertambangan di Mitra Masuk Babak Lanjutan

MITRA, manadozone.com — Sempat dilayangkan keberatan oleh DM alias Dek, Oknum salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) atas penetapan status sebagai tersangka, dalam pelanggaran perusakan hutan serta pertambangan, di area lingkar tambang eks peninggalan PT Newmont Minahasa Raya yang sekarang ini sudah Kebun Raya Megawati Soekarno Putri.

Sidang Perkara Praperadilan Nomor : 2/Pid.Pra/2020/PN yang digugat oleh pemohon DM, melalui kuasa hukum Ricky Wulur SH, atas Laporan Polisi Nomor : 4/V/2020/Res-Mitra/Sat.Reskrim tentang pelanggaran terhadap kasus Pertambangan dan Perusakan Hutan, itu dilaksanakan di Pengadilan Negeri Tondano, selama 8 (Delapan) hari terhitung Senin (21/09/2020) hingga (28/09/2020)

Sidang dipimpin Hakim Tunggal, La Ode Arsal Kasir SH, bersama panitra pengganti Royke F Momongan SH, dihadiri pemohon DM alias Dek didampingi Kuasa Hukum Ricky Wulur SH dan rekan, serta pihak termohon Kapolda Sulut melalui Kapolres Mitra, Bidang Hukum Polda dan Penyidik Polres Mitra.

Dalam sidang praperadilan pertama yang dilaksanakan senin (21/09/2020) dialaksanakan pembacaan gugatan oleh pemohon DM melalui Kuasa Hukum. Kemudian dilanjutkan Selasa (22/09/2020 dengan agenda Pembacaan Jawaban Termohon, Repliek Pemohon dan Dupliek Termohon.

Kemudian rabu (23/09/2020) sidang praperadilan dilanjutkan dengan agenda Pemeriksaan Bukti Surat serta Saksi dari Pemohon dan Termohon. Dan pada kamis (24/09/2020) dilanjutkan dengan agenda Pemeriksaan Tambahan dan Lanjutan terhadap Bukti Surat, Saksi dan Saksi Ahli.

Pada Jum’at, (25/09/2020 sidang praperadilan, memasuki agenda Penyerahan Kesimpulan dari Pemohon dan Termohon. Jelang sepekan pelaksanaan Sidang Praperadilan oleh DM melalui Kuasa Hukum, pada Senin (28/09/2020) dalam agenda Pembacaan Keputusan Hakim Sidang Praperadilan.

Alhasil, dari pelaksanaan Sidang Praperadilan tersebut, Hakim pun memutuskan bahwa Gugatan Praperadilan dari Pemohon DM alias Dek, melalui Kuasa Hukum, DITOLAK

Kepada wartawan, pihak termohon, Kapolres Mitra, AKBP Robby Rahadian SIK, melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Hasbi SIK mengatakan, setelah menerima hasil putusan hakim yang memimpin sidang praperadilan menyatakan gugatan ditolak, maka selanjutnya dirinya kan kembali memanggil tersangka DM untuk kelanjutan pemeriksaan atas kasus pengrusakan hutan dan pertambangan di area eks PT Newmont Minahasa Raya, atau Kebun Raya Megawati Soekarno Putri.

“Setelah ditolak, artinya Sat Reskrim Polres Mitra telah bekerja secara profesional sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan kita akan lakukan pemanggilan sebagai TSK untuk diambil keterangannya,” kata Kasat Reskrim Polres Mitra, Iptu Muhammad Hasbi SIK.

Lanjut Hasbi, sapaan akrab Kasat Reskrim Polres Mitra, seharusnya kasus pengrusakan hutan dan pertambangan oleh DM alias Dek, di area Kebun Raya Megawati Soekarno Putri, itu sudah akan masuk tahap 1 (Satu) namun karena digugat praperadilan maka proses kasus tersebut sempat tertunda.

“Harusnya ini sudah tahap 1 satu. Tapi dia DM gugat praper. Alhasil Ditolak, kemudian kita akan segera limpahkan tahap satu, perkara ke kejaksaan.” Terang Iptu Muhammad Hasbi SIK, Kasat Reskrim Polres Mitra.

(Zul)

Categories
Berita Utama Featured Kriminal Mitra Nasional Peristiwa

Salut! Reaksi Cepat Reskrim Polres Mitra Tangkap Pelaku Penganiayaan

MITRA, manadozone.com — Bukan hanya sudah menjadi komitmen Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk melakukan penindakan dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi masyarakat, dengan melakukan penindakan terhadap para bajingan yang mengganggu, serta membahayakan keselamatan nyawa manusia.

Hal itu dilakukan dan dibuktikan Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Minahasa Tenggara, yang dipimpin Kasat Reskrim, Iptu Muhammad Hasbi SIK, dengan langsung mencari dan menangkap pelaku tindak pidana, usai mendapatkan adanya laporan masyarakat, terkait dengan kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam, terjadi di Desa Tombatu Satu, Jaga 1, Kecamatan Tombulu, Senin (24/08/2020) sekitar pukul 01.00 wita.

Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polres Minahasa Tenggara (Mitra) Iptu Muhammad Hasbi SIK, MH, membenarkan telah melakukan penangkapan yang tidak membutuhkan waktu lama, terhadap JP alias Ugeng, di desa Tombatu Satu, Kecamatan Tombatu.

“Bersama 5 orang personil Sat Reskrim Polres Mitra telah menangkap pelaku penganiayaan dengan menggunakan sajam inisial JP alias Ugeng di desa Tombatu Satu,” ucap Kasat Reskrim Polres Mitra, Iptu Muhammad Hasbi SIK.

Lanjut Hasbi, Alumni Akpol 2013, JP alias Ugeng ditangkap berdasarkan dengan Laporan Polisi Nomor : LP/   VIII/2020/Sek-Tombatu tanggal 24 Agustus 2020 tentang Penganiayaan Dengan Menggunakan Sajam, terhadap korban Meironi Tujuwale (31) warga desa Tombatu Satu, tepatnya di rumah keluarga Dopong-Gosal, yang mengadakan acara kedukaan.

Lanjut Kasat Reskrim Polres Mitra, menjelaskan kronologi berdasarkan dilapangan yang didapat, kejadiannya pada saat Korban Meironi Tujuwale, sedang membereskan Perlengkapan sound system yang telah digunakan dalam acara kedukaan. Kemudian dihampiri pelaku yang sudah membawa senjata tajam jenis Samurai.

“Kemudian Pelaku langsung mengayunkan samurai ke arah kepala korban dan mengenai bagian kepala sebelah kanan atas sehingga mengalami luka robek. Melihat peristiwa tersebut, salah satu warga yang pada saat itu berada di sekitar lokasi kejadian langsung melerai Pelaku untuk tidak melakukan penganiayaan lagi dan turut mengamankan Samurai yang digunakan,” jelas Muhammad Hasbi SIK.

Usai melaukai kepala korban Roni Tujuwale, dengan senjata tajam jenis samurai, tersangka JP alias Ugeng, langsung melarikan diri, dan korban yang terkenan senjata tajam, dibawa ke Rumah Sakit, untuk diberikan perawatan.

“Korban mengalami luka robek pada bagian kepala dan mendapatkan jahitan sebanyak 17 kali. Saat ini masih menerima perawatan medis di Puskesmas Tombatu. Dan tersangka JP yang ditangkap akan dikenai dengan Hukum yang berlaku.” Terang Kasat Reskrim Polres Mitra, Iptu Muhammad Hasbi SIK.

Perlu diketahui, Polres Mitra, juga mengamankan 1 buah senjata tajam jenis Samurai dan telah digeser ke Personil Polsek Tombatu, bersama dengan Tersangka JP alias Ugeng.

(Zul)