Categories
Berita Utama Bitung Featured Hukum Kriminal Nasional Peristiwa

Tak Berkutik, Pelaku Curanmor Diringkus Resmob Polres Bitung

BITUNG, manadozone.com — HAS, umur 31 tahun, warga malendeng, Paal Dua Manado, kamis (22/07/2021), sekitar pukul 01.30 WITA, diringkus Tim Resmob Polres Bitung, yang diduga kuat sebagai tersangka pencurian kendaraan bermotor.

Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Julest A Abast, mengatakan, berdasarkan informasi yang didapat Tim Resmob Polres Bitung, tersangka HAS beraksi di Jalan Raya Manembo-nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, Rabu (21/07), sekitar pukul 21.00 WITA.

Dikatakan Kabid Humas Polda Sulut, berdasarkan informasi, Tersangka mencuri sepeda motor Honda Beat warna merah bernomor polisi DB 2024 CP, milik Gizela Nayoan (39), warga Kecamatan Girian, Kota Bitung.

Dari pengakuan korban, saat melaporkan kejadian pencurian, kepada Polisi, menerangkan, saat itu dirinya memarkirkan sepeda motor di depan warung miliknya.

Sehingga diduga kuat, tersangka mengambil kunci sepeda motor di etalase warung, lalu membawa kabur kendaraan roda dua tersebut.

“Tersangka ditangkap tanpa perlawanan, di wilayah Paal Dua, Manado. Kemudian tersangka beserta barang bukti sepeda motor diamankan di Mapolres Bitung untuk diproses lebih lanjut,” tandas Kombes Pol Jules Abraham Abast.

(*/Zul)

Categories
Berita Utama Bolmong Featured Hukum Kriminal Manado Nasional Peristiwa

Subdit Jatanras Polda Sulut Tangkap Pelaku Pencurian Sapi di Bolmong

BOLMONG, manadozone.com — Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulut melalui Subdit Jatanras, minggu (18/07/2021) Pukul 20.30 WITA menurunkan 15 personil, yang dipimpin langsung Kanit Jatanras, AKP Muhammad Hasbi SIK, melakukan penangkapan ke pelaku pencurian ternak sapi sebanyak 2 ekor, di kampung Tuna, Kelurahan Kombos Barat, Kecamatan Singkil, Manado.

Dikatakan AKP Muhammad Hasbi SIKm Kanit Jatanras Polda Sulut, Penangkapan terhadap AP alias Ali Bintang, pelaku pencurian ternak (2 Ekor Sapi) yang terjadi di Desa Pangi, Kecamatan Sangtombolang, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/03/II/2019/Res-BM/Sek-Stg tanggal 9 Februari 2019, di Polsek Sangtombolang, Polres Bolaang Mongondow.

“Dari hasil pemeriksaan, pelaku AP alias Ali Bintang, umur 39, mengakui melakukan pencurian dua ekor sapi di desa pangi, kecamatan sangtombolang,” ucap Kanit Jatanras Polda Sulut, AKP Muhammad Hasbi SIK.

Lanjut Hasbi, mantan Kasat Reskirm Polres Mitra, sebelum dilakukan penangkapan terhadap Ali Bintang, pelaku pencurian, terlebih dahulu tim resmob Polda Sulut yang dipimpinya itu, menjaring informasi kepada masyarakat, tentang keberadaan pelaku. Yang kemudian mendapati informasi warga bahwa pelaku berada sedang berada di kampung Tuna, Kelurahan Kombos Barat, Lingkungan III, Kecamatan Singkil.

“Pada Pukul 20.30 WITA, Tim Resmob langsung melihat keberadaan pelaku di Kampung Tuna, Kemudian Tim Resmob langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Pada saat Tim Resmob mendekati pelaku, pelaku mencoba melarikan diri dengan cara berlari menabrak salah satu Personil Tim Resmob hingga terjatuh,” tambahnya.

Melihat salah satu personil terjatuh, Tim Resmob langsung mengejar Pelaku yang berlari sangat cepat itu, pun akhirnya harus melumpuhkan Pelaku tersebut dengan senjata api hingga Pelaku terjatuh.

“Pelaku sudah diserahkan ke Anggota Satreskrim Polres Bolmong.” Tutupnya.

Perlu diketahui juga, Pelaku AP alias ALI BINTANG merupakan residivis pencurian spesialis hewan ternak (sapi).

(Zul)

Categories
Berita Utama Bolmut Featured Hukum Nasional Peristiwa

Sadis! Seorang Pria di Bolmut Dibacok Tetangga Hingga Tewas

BOLMUT, manadozone.com — Sadis, Seorang pria Usia 24 Tahun asal desa Huntuk Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) membacok temannya hingga tergeletak tak bernyawa, Sabtu (17/07/2021) pukul 23.15 Wita.

Berdasarkan informasi yang didapat, Diduga, pelaku FD alias Fel (24) nekat melancarkan aksinya karena sakit hati terhadap Korban RU alias Roki (35)

Kepada wartawan, Kapolsek Bintauna Iptu Aprizal Alam,S.Sos, pagi tadi membenarkan adanya kasus pembunuhan yang terjadi. Namun saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam, apa motif dibalik aksi keji tersebut.

“Saat ini pihak kepolisian sedang menyelidiki Motif pembunuhan tersebut. Apakah cuma faktor sakit hati atau ada yang lainnya,” ucap Kapolsek Bintauna.

Lanjut Kapolsek, pihak Kepolisian Sektor Bintauna juga Sudah mendatangi TKP, mengamankan Barang Bukti dan pelaku, untuk diperiksa lebih lanjut.

“Saat ini pelaku sudah kami amankan di sel tahanan Polsek Bintauna guna Penyelidikan lebih lanjut.” Tutupnya

Perlu diketahui, berdasarkan keterangan dan penjelasan para saksi bahwa pada saat itu sekitar pukul 22.15 wita, mereka sedang
duduk di halaman Rumah dari Deki Nayoan, yang Jarak para saksi dengan Korban kurang lebih 4 meter.

Pada saat itu mereka melihat Korban sedang bercerita dengan orang tua Pelaku, kemudian pelaku datang mendekati mereka berdua dan tidak banyak bicara langsung mengerek leher Korban dengan menggunakan sebuah Sabit/potong rumput.

Tak lama kemudian korban jatuh tergeletak bersimbah darah, dengan luka pada bagian leher.

(PB)

Categories
Berita Utama Featured Hukum Kriminal Manado Nasional Peristiwa

Polda Sulut Ungkap Pelaku Pemerkosaan Anak Penyandang Disabilitas

MANADO, manadzone.com — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara (Sulut) rabu (16/06/2021) melaksanakan Conference Perss, pengungkapan kasus pemerkosaan terhadap anak penyandang disabilitas, yang dilaksanakan di halaman Mapolda Sulut.

Press Conference dipimpim Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulut, AKBP Gani Fernando Siahaan MH, yang turut didampingi Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Julest A Abast, dan Kasubdit 4 Reskrimum, Kompol Effendy Tubagus S.Sos, MSi.

Dalam press conference yang dilaksanakan Dirkrimum Polda Sulut, AKBP Gani F Siahaan SIK MH, menjelaskan kronologi awal hingga akhir, yang dilakukan para tersangka terhadap anak penyandang disabilitas.

“Awal kami menerima laporan masyarakat pada 22 mei 2021. Kemudian Tim Reskrimum Polda Sulut melakukan penyelidikan, dan mencari keterangan, kemudian melakukan olah TKP di 3 tempat berbeda,” ucap Dirkrimum Polda Sulut, AKBP Gani F Siahaan SIK MH.

Lanjut Gani, setelah melakukan olah TKP di 3 tempat berbeda, yang kemudian dilanjutkan dengan berdasarkan informasi yang didapat dari masyarakat, pada 09 Juni 2021, adanya postingan salah satu tersangka di media sosial, yang menampakkan para pelaku yang sedang duduk bermain judi, dan asik konsumsi miras serta adanya korban di lokasi.

“Dari hasil tersebut kita melakukan penangkapan kepada para pelaku di tiga tempat yang berbeda,” tambah Dir Krimum Polda Sulut.

Lebih lanjut lagi dikatakannya, setelah dilakukan penyelidikan, penangkapan dan di konfontir dengan para pelaku serta diperlihatkan kepada korban, bahwa pelaku ada 8 (Delapan) orang.

Begitu pun dijelaskan Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Julest A Abast, dalam menyampaikan kronologi hingga terjadinya kasus biadab tersebut, mulai dari korban yang saat itu berada di SD Negeri di Malalayang.

“Korban pada 19 mei 2021, sekitar pukul 12.00 wita, saat korban berada di SD Negeri di Malalayang, bertemu dengan salah satu terduga pelaku berinisial CH alias Can. Saat itu korban diajak pelaku untuk jalan-jalan menggunakan kendaraannya. Kemudian korban dibawa pelaku menuju salah satu kebun berada di kalasey yang kemudian terjadi pencabulan terhadap korban,” kata Kabid Humas Polda Sulut.

Lanjutnya lagu menjelaskan, setelah melakukan perlakuan bejat terhadap korban, pelaku CH alias Can, kemudian korban dibawa ke terminal di malalayang, diturunkan sekitar pukul 14.00 wita.

“Di terminal korban bertemu dengan pelaku lain, berinisial SE alias ipe, kemudian diajak ke salah satu bekas bengkel yang ada rekan-rekan pelaku yang sedang mengkonsumsi miras,” tambah Kabid Humas Polda Sulut.

Lebih lanjut lagi dikatakan, setelah korban diajak ke salah satu bekas bengkel dan bertemu dangan rekan lainnya dari pelaku SE, yang sedang konsumsi miras, yang kemudian korban pun diajak disuguhi miras hingga mabuk.

“Setelah korban mabuk, dilakukan persetubuhan, pemerkosaan secara bergantian oleh para pelaku, dari siang hari hingga pagi harinya. Yang merupakan TKP ke dua,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Julest, menjelaskan kronologi lanjutan setelah terjadi pemerkosaan sejak siang hingga pagi hari di salah satu bekas bengkel, ke esokan harinya salah satu pelaku berinisial EP aliaa epa, mengajak korban, menuju ke rumah tantenya Epa.

“Sampai si rumah tantenya, Epa suruh korban untuk mandi, ganti baju dan beri makan. Setelah makan, korban ajak tidur dan terjadi persetubuhan kembali.

Perlu diketahui, para tersangka saat ini berada dalam sel tahanan polda sulut, dan akan dihukum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

(Zul)

 

Categories
Hukum

Polda Sulut Amankan 2 Tersangka Narkoba Beserta 8 Paket Sabu

 

Manado, Manadozone.com – Ditresnarkoba Polda Sulawesi Utara (Sulut) berhasil mengamankan 2 tersangka beserta total 8 paket sabu, Selasa (18/05/2021), sekitar pukul 20.30 WITA.

Kedua tersangka masing-masing berinisial ML (53), warga Palu, Sulawesi Tengah, dan RM (34), warga Malalayang, Manado.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast dalam konferensi pers di depan sejumlah awak media, mengatakan, ML membeli sabu dari Palu, Sulawesi Tengah seharga Rp1,5 juta kemudian dijual kembali kepada RM seharga Rp1,7 juta.

“Awalnya Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda Sulut mendapat informasi dari masyarakat tentang peredaran sabu yang dilakukan RM. Setelah itu dilakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan RM di rumah orang tuanya, di wilayah Malalayang,” ujarnya, Jum’at (21/05) pagi, di Mapolda Sulut.

RM pun mengaku, barang haram tersebut dibelinya dari ML. Tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan ML di wilayah Talawaan, Minahasa Utara, Rabu (19/05) dini hari.

“Dalam penangkapan dua pelaku tersebut, petugas mengamankan total 8 paket sabu. Barang bukti sebanyak 6 paket diamankan dari ML, dan 2 paket dari RM,” jelas Kombes Pol Jules Abraham Abast, didampingi Dirresnarkoba Polda Sulut Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono.

Ditambahkan Kombes Pol Jules Abraham Abast, kedua pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Ditresnarkoba Polda Sulut untuk diperiksa lebih lanjut.

“Kasus ini terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan atau pelaku lain. Polda Sulut dan jajaran terus berkomitmen untuk memberantas segala bentuk peredaran maupun penyalahgunaan narkoba jenis apapun,” tandasnya.

Sementara itu Dirresnarkoba menjelaskan, awalnya sabu yang dibawa tersangka dari Palu seberat sekitar 10 gram, namun yang berhasil diamankan tersisa sekitar 6 gram.

“Diduga ada sekitar 4 gram yang telah diedarkan oleh tersangka yang berdomisili di Palu berinisial ML tersebut,” terang Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono.

Para tersangka, lanjutnya, dijerat dengan pasal dalam Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun,” pungkas Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono. (Red)

Categories
Hukum

Judi Togel Marak di Sulut, Aparat Diduga Diam

Manado, manadozone.com – Aktivitas judi toto gelap alias togel di Lima Kabupaten, yakni Minahasa, Minahasa Selatan (Minsel), Minahasa Utara (Minut), Minahasa Tenggara (Mitra), Bitung dan Tomohon masih marak.

Bahkan, peredarannya judi togel ini, kini semakin luas. Itu dikarenakan tangan aparat belum mampu menyentuh bandar yang mengendalikan judi kupon di hampir sebagian wilayah di Sulawesi Utara ini.

Yang menjadi sasaran hanya pengecer yang meraup keuntungan kecil dari sang bandar.

Informasi dirangkum media ini, judi togel di Minahasa, Minsel, Munut, Mitra, Bitung dan Tomohon, dikendalikan bandar berduit.

Seperti dugaan bandar di Minahasa berinisial O alias Oldi alias Budo, warga Kelurahan Roong Kecamatan Tondano Barat dan NL alias Noldi alias Budo, warga Desa Touliang Oki Kecamatan Eris.

Meski sudah berlangsung lama, bandar-bandar yang menjalankan bisnis ilegal itu belum kunjung terjamah. Itu ditengarai, bandar mendapat backup dari oknum petugas polisi.

Adapun omset atau pendapatan yang dihasilkan bandar dari bisnis ilegal ini bisa mencapai Rp20 juta sekali putaran.

Judi togel yang dimainkan ini juga terbilang licik, sebab para penulis togel atau kaki tangan bandar, menjalankan aksinya dengan mempergunakan handphone.

Bagi orang yang ingin memasang nomor bervariasi, bisa dipesan melalui SMS ke handphone penulis togel. Ada juga yang memakai tulisan di kertas. Mereka sudah tidak menggunakan kupon lagi.

Mulusnya aktivitas judi togel di Kabupaten Minahasa, Minsel, Minut, Bitung dan Tomohon mendapat tanggapan dari Sekretaris Umum Sinode GMIM Pdt. Evert Tangel S.Th, M.Pdk.

Dengan tegas Pdt. Evert meminta aparat kepolisian memberantas semua bentuk praktek perjudian di Minahasa, tak terkecuali judi togel.

Pasalnya kata Pdt. Evert Tangel, selain menjadi penyakit masyarakat, judi dilarang agama. Dia pun mengimbau jemaat untuk menghindari segala bentuk praktik perjudian.

“Judi tidak diberkati Tuhan. Judi adalah Dosa. Oleh karena itu, kepada warga gereja diajak tidak melakukan praktek ini, tetapi sebaliknya agar jemaat bekerjalah keras untuk mendapat penghasilan yang wajar sebagaimana yang dikehendaki Tuhan,” kata Pdt. Evert Tangel.

Dalam kesempatan itu, Pdt. Evert menambahkan jika judi adalah upaya spekulasi atau untung-untungan dengan tidak melakukan pekerjaan yang dikehendaki Tuhan dalam mendapatkan keuntungan.

“Dan meminta kepada yang berwenang untuk menutaskan praktek judi ini,” tandasnya. (Red)

Categories
Berita Utama Bolmong Featured Hukum Nasional

Berjalan Sepuluh Bulan, Kasus PETI di PT.BDL Mengendap di Polda Sulut

BOLMONG || Manadozone – Kasus Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) yang terjadi di Wilayah Konsesi PT. Bulawan Daya Lestari (BDL) yang ditangani oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) sudah berjalan sepuluh bulan namun kasus tersebut tak kunjung tuntas.

Menanggapi hal tersebut Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Sulut melalui Sekretaris Jefry Massie Angkat bicara, Menurut Massie saat ditemui (14/5), “Sejak ditangani Polda Sulut pada bulan Agustus 2020 lalu, Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) telah menyita dua unit alat berat jenis Exavator yang dititipkan di Mapolsek Lolayan dan telah menetapkan Yance Tanesia sebagai tersangka, namun meskipun sudah ada penindakan oleh Ditkrimsus Polda Sulut, namun pada kenyataannya aktivitas Ilegal Mining di lokasi PT.BDL terus berjalan yang kuat dugaan dilakukan oleh Jimmy Inkiriwang”.   Jelasnya

Jefri Massie Bersama Pengurus GMPK Pusat Imanuel Hutapea yang Juga Pendiri BARA JP
Jefri Massie Bersama Pengurus GMPK Pusat Imanuel Hutapea yang Juga Pendiri BARA JP

Lanjut dikatakan “Yang lebih miris lagi, Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Yance Tanesia tak kunjung ditahan oleh Penyidik dan perkara tersebut tak kunjung di limpahkan ke kejaksaan, sementara Jimy Inkiriwang yang beberapa kali tertangkap tangan melakukan Aktivitas PETI di Lokasi PT.BDL tak kunjung di tindak, bahkan sesuai data yang berhasil didapat, Aparat Penegak Hukum justru  jadi “Mediator” untuk menutupi perbuatan melawan hukum yang dilakukan Jimmy Inkiriwang”. Terangnya

“Sesuai data yang ada, Pada 24 maret 2021 pekan lalu Tim gabungan Polda Sulut yang terdiri dari Subdit Tipiter, Tim Maleo dan Brimob yang juga didampingi Oleh Direksi PT.BDL, dipimpin oleh Kasubdit Tipiter Fery Sitorus di perintahkan untuk segera menindak Jimy Inkiriwang, namun setelah Tim berada di lokasi, terjadi kesepakatan antara Jimy Inkiriwang dan tim yang dipimpin kasubdit Tipiter Feri Sitorus tersebut dengan memberikan kesempatan 2 hari untuk bernegosiasi dengan management PT.BDL, inikan aneh, sudah tertangkap tangan sedang melakukan PETI tapi masih saja diberikan kesempatan bernegosiasi, ada apa ini”. Tutur Massie

“Kami harap Aparat Penegak Hukum dapat berlaku adil dengan menindak tegas para pelaku PETI, jangan hanya masyarakat kecil yang selalu ditindas sedangkan para cukong yang merusak hutan tanpa ijin dibiarkan bergentayangan, berikan kepastian hukum kepada masyarakat agar supaya supremasi Hukum dapat ditegakkan seadil-adilnya”. Ucap Massie.

Julian

Categories
Berita Utama Hukum

Kompetensi Tipikor Jadi Perbincangan Akademisi FH Hukum Unsrat

Manadozone || Manado – Kalangan akademisi Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Sulawesi Utara (Sulut), perbincangkan kompetensi absolut Pengadilan Negeri Tipikor.

“Eksepsi terdakwa AMP alias Aye, dalam sidang dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Desa Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, pada sidang Tipikor di PN Manado, sangat menarik dibedahnya,” kata Akademisi Fakultas Hukum (FH) Unsrat Manado, Toar Palilingan, SH, MH, di Manado, Jumat (30/4).

Toar yang juga Wakil Dekan FH Unsrat Manado, mempertanyakan kompetensi absolut Pengadilan Tipikor Manado yang terungkap dalam sidang atas perkara tersebut.

“Setelah mengikuti jalannya persidangan perkara AMP lewat eksepsi atau nota keberatan yang bersangkutan sebagai terdakwa ada yang menarik terungkap dari aspek hukum, saudara terdakwa mempertanyakan kompetensi absolut Pengadilan Tipikor Manado,,”” jelasnya ditemui diruangkerjanya.

Toar mengatakan, antara lain terdakwa mengungkap status pekerjaan proyek tersebut yang menyeret terdakwa ke Pengadilan Tipikor.

Padahal, pekerjaan proyek tersebut belum selesai. karena dalam persidangan harus punya bukti nyata ada kerugian negara. “Seharusnya kerugian negara itu baru bisa diketahui setelah proyek bernilai Rp 15,2 miliar itu selesai dikerjakan dan diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara,” jelasnya.

Dengan begitu papar Toar, bisa dijadikan alat bukti atau fakta dalam persidangan. ‘Saya menilai hal ini dari aspek hukum ya,” tegasnya.

Tapi, lanjut Toar, yang menjadi menerik kasus ini dibeda kalangan akademisi FH Unsrat, argumen eksepsi terdakwa seakan-akan menggiring kasus ini yang lagi hangat diikuti perkembangannya oleh masyarakat telah terjadi kriminalisasi.

“Pekerjaan proyek pemecah ombak ini kan belum selesai. Mestinya, pekerjaan nya diakhiri dulu dan diserahkan ke pemerintah setempat. Kalau belum selesai itu belum ada kepastian hukum, titik tolak perhitungan ganti ruginya dimana?”tandasnya.

Menurut Toar, hal ini yang menjadi konsumsi kalangan akademisi FH Unsrat dan kelompok mansiswa hukum.

Sementara itu, Akademisi Dosen FH Unsrat Manado Eugenius Paransi, SH, menyatakan, sangat menghargai proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum. Tetapi, apa saja yang diperiksa tentu harus berada pada koridor hukum. Termasuk perkara ini.

Misalnya, kata Paransi, kita memeriksa bangunan proyek seyogyanya harus memperhatikan ketentuan perundangan-undangan yang berlaku.

“Seperti tentang pekerjaan jasa konstruksi prosesnya harus melalui FHO (Final Hand Over) setelah proyek selesai 100 persen, dan diserahkan ke pemerintah baru diselidiki apakah ada kerugian yang negara.

“Setelah FHO proyek itu juga tahapannya masih pada pemeliharaan. Ya, saya menilai terlalu prematur memutuskan ada kerugian uang negara dalam kasus ini,” ujarnya.

Perkara ini disidangkan di Pengadilan Tipikor Manado, Rabu (28/4), dengan agenda eksepsi penasehat hukum terdakwa, AMP alias Aye. (VL/JIM)

Categories
Berita Utama Hukum Tomohon

Wawali Lumentut Harap Pembudidaya Ikan Sarang Nila Sebagai Pelaku Usaha Perikanan Berwawasan Teknologi

Manadozone||Tomohon – Wakil Walikota Tomohon Wenny Lumentut, S.E. menghadiri sekaligus mengukuhkan Kelompok Pembudidaya Ikan Sarang Nila Kelurahan Taratara Tiga, yang dilaksanakan di Persawahan Ketu Sarang Kelurahan Taratara Tiga Tomohon Barat. Kamis. (29/04/2021).

Mengawali sambutan, Wakil Walikota Wenny Lumentut, menyampaikan, slamat atas pengukuhan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) sarang nila.

Hal ini, menurut Lumentut karena telah mendapatkan legalitas sebagai kelompok pembudidaya dalam kapasitas kemampuan kelas kelompok pemula.

Lumentut berharap, kelompok ini dapat mengemban amanah dalam pembudidayaan ikan sarang nila demi kesejahteraan pokdakan dan masyarakat yang ada di kelurahan taratara tiga dan kota tomohon pada umumnya.

Dijelaskan Lumentut, perikanan budidaya merupakan salah satu komponen yang penting di sektor perikanan. hal ini berkaitan dengan perannya dalam menopang persediaan pangan masyarakat, peningkatan pendapatan dan perluasan lapangan pekerjaan serta mendatangkan penerimaan negara dari ekspor.

Akan hal ini,  perikanan di indonesia khususnya Kota Tomohon tetap menjadi primadona dan sebagai tulang punggung perekonomian nasional maupun daerah. Ujar Lumentut.

Tetkait hal ini, lanjut Lumentut, pembangunan usaha perikanan selalu menjadi prioritas, termasuk Kota Tomohon yang menetapkan sektor ini sebagai salah satu sektor unggulan yang mendukung misi pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam berbagai sektor, dan dalam rangka mewujudkan kedaulatan pangan di Kota Tomohon. Oleh karena itu diperlukan keseriusan dan sumber daya manusia yang handal yaitu pelaku usaha perikanan dan penyuluh perikanan yang berkompeten untuk mengelola sumber daya alam bagi kesejahteraan.

“Saya berharap agar kelompok pembudidaya ikan sarang nila ini benar-benar menjadi wadah bagi pelaku usaha perikanan untuk memperoleh wawasan luas mengenai perikanan dengan penguasaan teknologi, akses permodalan, pemasaran dan sebagainya. karena itu dalam meningkatkan usaha perikanan sangat dibutuhkan kerja sama yang baik dan komunikasi yang harmonis antar sesama anggota dan pengurus untuk meningkatkan sumber daya manusia dan peningkatan kesejahteraan para pekerja dan pelaku usaha perikanan..” kata Lumentut.

Hadir pada kegiatan ini, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tomohon Steven Waworuntu, SSTP., Camat Tomohon Barat John Gigir, M.Pd., Lurah Taratara Tiga Jefry Loho, S.E., Ketua Pokdakan Sarang Nila Rolly Rares, Para Pengurus beserta Anggota yang hadir. (**/Rdk)

Categories
Berita Utama Hukum

Ditahan 20 Hari Kedepan, Kuasa Hukum VAP Akan Dampingi Hingga Persidangan

Manadozone || Manado – Proses penahanan mantan Bupati Minahasa Utara Vonny Aneke Panambunan (VAP) berlangsung lancar kemarin Rabu (28/4/2021).

VAP yang kini merupakan tersangka Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara akan menjalani pemeriksaan setelah dititipkan di rumah tahanan Polda Sulut.

Kuasa Hukum VAP Sonny Wuisan yang dihubungi Manadozone menyatakan akan mematuhi proses hukum yang berlaku. Ia juga akan mendampingi VAP hingga proses persidangan berlangsung.”Saya akan mematuhi proses hukum dan akan mendampingi hingga persidangan nanti,” tukas Sonny.

Sonny juga meluruskan penangkapan VAP di Jakarta. Menurutnya VAP justru koperatif. Sonny Wuisan SH MH mengatakan, justru wanita yang pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Sulut tersebut, sangat kooperatif terhadap hukum yang sementara berjalan, sehingga walaupun dalam kondisi masih sakit, mau dibawa ke Manado untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kasus yang membelitnya.

“VAP itu tidak ditangkap di Jakarta. Dia dibawa. Dia (VAP) kooperatif dengan proses penyidikan. Oleh karena itu, walau masih dalam keadaan tidak fit, tapi karena patuh pada hukum, beliau kooperatif pada penyidik dalam hal ini kejaksaan,” kata Wuisan.(JIM)