Categories
Berita Utama Bolmong Budaya Featured Nasional Peristiwa

Perayaan Galungan di Dumoga, Bupati Bolmong Pesan Jaga Kebersamaan dan Kekeluargaan Yang Telah Terjalin

BOLMONG, manadozone.com — Asisten I (Satu) Sekretariat Daerah Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bolaang Mongondow, Decker Rompas, rabu (19/02/2020) membacakan sambutan Bupati Bolmong Dra Hj Yasti Sopredjo Mokoagow, dalam perayaan Galungan di Dumoga.

Dalam isi sambutan Bupati Bolmong Dra Hj Yasti S Mokoagow, yang dibacakan Asisten Pemerintahan, berpesan agar terus meningkatkan iman dan taqwa serta menjaga keselarasan antar umat se-agama dan beragama.

“Teruslah tingkatkan iman dan ketakwaan kita, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan antar umat beragama. Toleransi di Dumoga Utara ini sudah sangat terkenal,” kata Asisten I Setda Bolmong, dalam isi sambutan tertulis Bupati Bolmong Yasti S Mokoagow.

Lanjut Asisten I, dengan demikian daerah Dumoga yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow, itu adalah Indonesia mini, yang memiliki keragaman suku, bahasa dan agama, yang kebersamaan kekeluargaan meski berbeda, namun terasa bersaudara dalam bingkai Negara Kesatuan republic Indonesia (NKRI).

“Disinilah Indonesia Mini. Mari sama-sama kita menjaga stabilitas dan kerukunan yang sudah terjalin selama ini,” terangnya.

Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah staf khusus gubernur, legislator DPRD Provinsi I Nyoman Sarwa, legislator DPRD Bolmong I Ketut Sukadi, Kepala Dinas PP dan KB Bolmong I Ketut Kolak, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bolmong I Nyoman Sukra, Wakapolres Bolmong Kompol Saiful, tripika Kecamatan Dumoga Utara, para sangadi, pengurus PHDI Bolmong dan desa se Kecamatan Dumoga Utara.

(Zul)

Categories
Berita Utama Budaya Featured Manado Nasional Politik

Dukung Pelantikan Jokowi-Ma’ruf, Ribuan Warga Sulut Gelar Parede Damai

MANADO, manadozone.com — Dengan mengenakan pakaian baju bernuansa putih, ribuan warga Sulawesi Utara (Sulut) menggelar parade sulut hebat damai (19/10/19) yang dilaksanakan dilapangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) manado.

Parade damai tersebut mengambil tema ‘Mari Torang Jaga Indonesia, Sulut Hebat, Rukun, Aman dan Nyaman’ itu membludak dilapangan KONI sejak pukul 09.00 wita pagi tadi, juga sekaligus mendukung Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Ir Hi Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin.

Dikatakan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulut, Pdt. Lucky Rumopa, parade tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan semangat kerukunan dan toleransi antar umat beragama di Provinsi Sulawesi Utara.

“Kita laksanakan parede ini, guna meningkatkan kerukunan dan toleransi antar umat di provinsi Sulawesi Utara.” Kata Pnt Lucky Rumopa, Ketua FKUB Sulut.

Parade Sulut Hebat Cinta Damai 191019 mengambil start dari Lapangan KONI Sario Manado dan berakhir di Taman Kesatuan Bangsa (TKB) Pusat Kota Manado.

Dan Parade Sulut Hebat Cinta Damai 191019, bersama Gerakan Bela Negara Cinta NKRI memiliki tagar #Kawal Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo – KH Ma’aruf Amin, melibatkan berbagai komunitas, mulai dari TNI, Polri, ASN, FKUB, Ormas dan masyarakat.

Kegiatan ini juga diikuti oleh personil Polri dan Polwan Polda Sulut, yang hadir dengan memakai pakaian PDL.

(Zul)

Sumber Humas Polda Sulut

Categories
Berita Utama Budaya Minahasa

AMAN Sulut Kumpul Ormas-Ormas Minahasa, Ini yang Dibahas

Manadozone || Tondano-Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Wilayah Sulawesi Utara menggelar ‘Baku Dapa Ormas’ untuk mendiskusikan topik “Meminimalisir Konflik Sosial di Masyarakat”. yang dilaksanakan di Hotel Toudano, Rabu, 26 Juni 2019

Agenda dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dihadiri pemateri Matulandi P. L. Supit, S.H, Budayawan, mewakili pemerintah dari Kesbangpol yang di wakilkan Kabit Ketahanan Ekonomi Seni Budaya dan Masyarakat Rosye Ranu, Rikson Karundeng, M.Teol, Akademisi, Jurnalis, dan diikuti Pimpinan-pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di wilayah Kabupaten Minahasa.

Dalam sambutan Ketua AMAN Wilayah Sulut, Lefrando Gosal menyampaikan selamat datang kepada pemateri juga kepada Ketua-ketua Ormas di Minahasa yang boleh meluangkan waktu bersama-sama berdiskusi terkait situasi yang ada di Minahasa,

“kiranya pertemuan ini dapat membagikan pengetahuan, melahirkan berbagai pemikiran yang bisa disumbangkan kepada pihak-pihak berkompeten, serta dapat menghasilkan ide konkrit yang bisa dikerjakan tiap Ormas maupun secara bersama dengan Ormas lainnya di Kabupaten Minahasa,” harap Gosal

Disampaikannya juga harapan AMAN Sulut kedapan agar dapat mendirikan Universitas Masyarakat Adat, yang akan dibangun di Minahasa

“saat ini tim sementara berdiskusi dengan Pengurus Nasional dan mudah mudahan di Sulut bisa di tunjuk sebagai tempat pembangunan Universitas,” harapnya

Sementara dalam pemateri pertama disampaikan Matulandi Supit, yang mengulas bagimana pergerakan Organisasi Masyarakat yang ada di Sulut maupun nasional, selanjutnya Kabit Ketahanan Ekonomi Seni Budaya dan Masyarakat Rosye Ranu menjelaskan asal usul Ormas tujuan, fungsi Ormas, serta menjelaskan kriteria menjadi Ormas yang diakui pemerinta terutama Ormas yang ada di Minahasa. Selanjutnya Rikson Karundeng, memaparkan tentang pengamatan sosial terhadap keberadaan Ormas

Usai materi yang di sampaikan narasumber dilanjutkan sesi tanya jawab yang di lakukan Pimpinan-Pimpinan Ormas, dan di akhir kegiatan dilakukan komitmen bersama sejumlah Ormas Minahasa yang hadir seperti Ormas Makatana Minahasa, Manguni Indonesia, OKBLI, Loyot, Manguni Mudah Minahasa, LMI, Garda Manguni, BPAN Minahasa, serta penyelenggara kegiatan AMAN Sulut.

(ToarS)

Categories
Berita Utama Budaya Featured Kotamobagu

Kapolres Kotamobagu Hadir Pelaksanaan Festival Budaya ‘Cap Go Meh’

KOTAMOBAGU, manadozone.com — Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kotamobagu AKBP Gani F Siahaan SIK MH, selasa (19/02/19) sekitar pukul 14.30 wita, menghadiri pelaksanaan Festival Budaya ‘Cap Go Meh’ yang dilaksanakan di Jalan Kartini, Kotamobagu.

Kepada wartawan, Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani Fernando Siahaan SIK MH, menyampaikan bahwa pelaksanaan Cap Go Meh, ini sebagai wujud momentum persaudaraan yang harus dilestarikan dan dipertahankan.

“Momenentum Cap Go Meh, ini sangat baik untuk mempererat persaudaraan keberagaman masyarakat Kotamobagu, oleh sebab itu mari kita lestarikan,” kata Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani F Siahaan SIK MH.

Lanjut Kapolres, dirinya juga menghimbau agar pelaksanaan Festival Budaya, Pawai Cap Go Meh yang dilaksanakan telaksana dengan baik, dengan menjaga stabilitas keamanan yang kundysif.

“Mari sama-sama kira jaga, kegiatan yang motori oleh Pemkot kotamobagu ini. Dan mari sama-sama untuk kita menjaga stabilitas keamanan yang kondusif serta mari menunjang pembangunan kota kotamobagu.” Terang Kapolres Kotamobagu, AKBP Gani F Siahaan SIK MH.

Kegiatan Cap Go Meh dan Festival Budaya, tersebut dibuka langsung oleh Wakil Walikota Kotamobagu, Nayodo Koerniawan SH, dan turut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Angki Taurina Mokoginta, Dandim 1303 Bolmong, Letkol Inf Sigit Dwi Cahyono, para Pimpinan SKPD Pemkot Kotamobagu, para tokoh agama serta masyarakat Kota Kotamobagu.

(Zul)

Categories
Berita Utama Budaya Featured Profil

Sulut Berduka! Selamat Jalan Tokoh Seni Budaya Jessy Wenas!

Manadozone || Jakarta – Masyarakat Sulawesi Utara kehilangan seorang tokoh seni dan budaya, yang banyak menghasilkan karya cipta baik seni maupun budaya daerah khususnya.

Pria yang dikenal akrab dengan sebutan Jessy Wenas berpulang dengan damai dan meninggalkan warisan budaya dan lagu ciptaan yang tetap dikenang hingga kini. Tidak sedikit lantunan ciptaan Sang Maestro yang mengantar deretan Artis berkelas pada zamannya.

Katakakan, semisal Titiek Sandhora, dan sangat banyak para pelantun kidung karya Sang Maestro.

Jessy Wenas, Jumat malam hari, tanggal 18 Januari 2019, pukul 11.36 WIB menghembuskan nafas terakhir di RS Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur.

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) Angelica Tengker (Tengah) Bersama Sekretaris Jenderal KKK Michael Lakat (Kiri Berpakaian Adat) Dan Istri Jessy Wenas Wenny Pakasi

Dewan Pimpinan Pusat Kerukunan Kekuarga Kawanua (DPP KKK) beserta seluruh anggota dan jajarannya, di Jakarta bahkan diseluruh Tanah Air, merasa sangat kehilangan figur yang sangat sentral dalam mempertahankan nilai-nilai Budaya dan Kesenian Minahasa.

Almarhum sangat aktif dan tidak pernah kenal lelah dalam berbagai kegiatan kesenian dan kebudayaan sejati Sulawesi dan pencipta lagu.

Terlahir dengan nama Jehezkiel Robert Wenas di Tomohon, Sulawesi Utara, 14 April 1939. Yessy mengawali kariernya sebagai gitaris di kelompok Alulas yang sempat menjadi juara pertama dalam Festival Group Band di Hotel Homan, Bandung (1959).

“Saya sudah mengagumi bunyi gitar dan kebetulan ayah saya punya gitar. Bunyi gitar itu enak sekali rasanya,” katanya menceritakan ihwal kecintaannya pada gitar dilansir Kabari News (27/4/2014).

Peti Ditutup Bendera KKK

Yessy kemudian bergabung dengan kelompok Aneka Nada pada 1961. Personelnya terdiri dari Guntur Soekarno Putra (gitaris ), Iwan (bassis), Indradi (drummer), serta Samsudin, Atjil, dan Memet Slamet (vokalis). Pada tahun yang sama Yessy mulai menciptakan lagu, di antaranya “Abunawas”, “Si Gareng”, “Kisah Setangkai Daun”, dan “Menuai Padi” untuk kelompok Yanti Bersaudara.

Dekade 1960-an dan 70-an merupakan masa produktif Yessy sebagai pencipta lagu. Mulai Ernie Djohan, Titiek Puspa, Bob Tutupoli, Elly Kasim, Ineke Kusumawati, Titiek Sandhora, hingga Patty Bersaudara antre menyanyikan lagu ciptaannya. “Saya mencipta lagu karena ada kebutuhan saja, studio meminta lagu lalu saya buatkan lagu” katanya.

Selain sebagai pencipta lagu, Yessy juga pernah menjabat sebagai Ketua Persatuan Pencipta Lagu Populer Indonesia (1970), wakil direktur di studio rekaman Metro Studio (1971-1974), kepala studio rekaman Yukawi (1975-1978), wartawan majalah Sonata (1979-1981), kolumnis musik dan seni budaya untuk surat kabar harian Sinar Harapan dan mingguan Mutiara (1981-1984), pemimpin redaksi majalah Duta Kawanua (1998-1999), dan pemimpin redaksi tabloid Palakat (1999-2000). Ketua Lembaga Kebudayaan Sulawesi Utara (LKSU) 2010-2015, Dewan Pembina Sanggar BAPONTAR hingga saat ini. (Berita Tagar, maret 2016)

Kini sosok beliau telah mendahului kita semua. Seorang yang dikenal sangat rendah hati dan selalu mau berbagi ini,
dalam berapa tahun terakhir masih sering menyempatkan diri untuk hadir dalam kegiatan kebudayaan bersama sanggar BAPONTAR yang sering menemaninya, dan sempat menerima penghargaan Lifetime Achievement, Anugerah Bakti Musik Indonesia tahun 2016 dari PAPPRI & becraft.

“Almarhum orang sangat baik, menjadi inspirasi bagi banyak insan musik Indonesia, beliau pencipta 313 buah lagu tidak pernah pelit untuk berbagi dengan kami generasi muda. Bersyukur tahun 2015, kami bersama almarhum dan sanggar Bapontar sempat hadir di undang oleh Presiden di Istana Merdeka pada kegiatan 17 agustus” tukas Beiby Sumanti pimpinan sanggar Bapontar.

Pencipta salah satu tembang yang cukup terkenal “Mengapa tiada maaf darimu” dipopulerkan oleh Yuni Sarah, menghabiskan masa terakhirnya bersama Wenny Pakasi isteri tercinta dan sanggar Bapontar dalam beberapa kegiatan terakhir. “Kami sangat kehilangan sosok kebanggaan masyarakat kawanua (sulut) bahkan Indonesia ini, beliau sejak awal berdirinya sanggar kami (Bapontar) sudah menjadi pembina, dan saya bersyukur di sela masa perawatannya saya sempat mengajaknya bersama dengan isterinya jalan-jalan ke rumah Apung sentul sambil mendengarkan beberapa lagu ciptaannya, dan saya selalu membawakan kukis (kue) kesukaannya. Sangat bangga bisa bersama almarhum di hari-hari terakhirnya”.

Almarhum tutup usia 80 tahun pada hari jumat malam pukul 23.36 WIB di RS Budi Asih, Cawang, Jakarta Timur. Saat ini jenasah disemayamkan di Rumah Duka Cikini Ruang 1 (satu). Rencana jenasah almarhum akan dikebumikan di kampung halamannya Tomohon, sulawesi utara dan akan diberangkatkan menuju manado pada hari minggu jam 12 malam. Indonesia kehilanganmu, masyarakat sulut dan kawanua merasakan duka atas kepergianmu, terima kasih atas karya & jasamu bagi sulawesi utara dan Indonesia. Akan selalu dikenang.

Upacara Adat Minahasa

Dalam sambutannya, Angelica Tengker menyampaikan info duka om Yessy telah meninggal. Tokoh budaya Minahasa karena dedikasinya bagi kebudayaan Minahasa. Ada banyak buku buah pikirannya dihasilkan ttg Minahasa khususnya. Ada karya kreasi seni tari dan musik nuansa Minahasa. Juga lagu-lagu yang menasional bahkan ada yg melejit oleh biduanita pop terkenal. “Beliau sudah menjadi tokoh nasional juga,” ucap wanita yang biasa disapa Ika lirih.

Angelica juga menyentil apresiasinya mengenai Kawanua Katolik telah menjadi salah satu kumpulan kawanua yang berusaha menggali dan kembangkan nilai budaya Minahasa dalam bentuk menampilkan tari lagu leluhur dalam acara-acaranya. Juga telah turut ambil bagian dalam menciptakan semangat kebersamaan dan persatuan tou kawanua perantauan. Selamat Jalan Om Jessy!

(Jimmy Endey)

Categories
Berita Utama Budaya Featured Internasional Peristiwa

Film Indonesia Rambah Pasar Tiongkok

Manadozone | | Tiongkok – Empat film andalan Indonesia yaitu Cek Toko Sebelah, Kartini, Galih dan Ratna dan Sweet 20 diputar di layar lebar Tiongkok pada kesempatan Movie Screening film Indonesia di China Film Archive, Beijing, 21-22 September 2018.

Ke empat film tersebut berhasil melalui serangkaian seleksi yang ketat dari pihak China Film Archive, dan ditayangkan untuk umum. Ini merupakan suatu kemajuan mengingat Tiongkok sangat selektif dan ketat dalam hal sensor film-film asing.

Kegiatan pemutaran film Indonesia ini merupakan kerja sama Badan Ekonomi Kreatif Indonesia dengan China Film Archive dan didukung sepenuhnya oleh KBRI Beijing.

“Film adalah cerminan kehidupan sosial budaya masyarakat dan dapat menginspirasi seseorang untuk mencapai cita-citanya. Film juga merupakan media yang dapat mengeratkan people-to-people contact antara Indonesia-Tiongkok.” demikian disampaikan Dubes Djauhari dalam sambutannya sebelum penayangan film Cek Toko Sebelah.

Disampaikan pula bahwa kerja sama di bidang perfilman antara Indonesia – Tiongkok akan semakin memajukan pembangunan dan kemampuan industri perfilman kedua negara

Sebagai tindak lanjut kerja sama ini, Pemerintah Indonesia juga akan memberi kesempatan bagi film Tiongkok untuk dapat diputar di Indonesia pada ajang Konferensi Ekonomi Kreatif Dunia di Bali, bulan November mendatang.

Dalam dialog dengan Dubes RI beberapa jam sebelum dimulainya acara, Deputi Pemasaran Badan Ekonomi Kreatif, Bapak Josua Simanjuntak telah menyampaikan mengenai rencana kerja sama untuk memasarkan film Indonesia di Tiongkok.

Kegiatan pemutaran film Indonesia ini merupakan salah satu upaya untuk mempromosikan ekonomi kreatif Indonesia, terutama film, di Tiongkok. Kegiatan ini juga sebagai implementasi MoU Kerjasama Perfilman antara RI – RRT yang ditandatangani bulan November 2017 di Solo.(DJO)

Categories
Budaya Featured Minahasa

Dilepas Bupati Mewoh Waraney Dan Wulan Minahasa Siap Raih Nyong-Noni Sulut 2018

Manadozone || Tondano – Pj Bupati Minahasa Drs Royke H Mewoh DEA melepas dengan resmi utusan Minahasa yang akan mengukuti Pemilihan Nyong dan Noni Sulut (PNNS) 2018, Senin 3/9 2018 siang tadi di Ruang Kerja Bupati Minahasa, Tondano.

Utusan Minahasa tersebut didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Agustivo Tumundo SE MSi dan Kabid Pemasaran dan Promosi Pariwisata Jimi Pinangkaan SE MSi, 

Pj Bupati Royke Mewoh juga turut membekali dan memberikan arahan kepada Wulan Minahasa 2017 Wigia Angeline Langi Yunus dan Wakil I Waraney Minahasa 2017 Elfadly Manueke untuk mengikuti ajang paling bergengsi di Provinsi Sulut ini, yang pelaksanaannya akan digelar pada Senin hingga Sabtu, 10 s/d 17 September 2018 pekan depan di Manado.

Dalam arahannya, Pj Bupati Royke Mewoh mengaharapkan agar Waraney dan Wulan Minahasa yang akan diutus ini mempersiapkan diri dengan baik, sehingga usaha untuk merebut gelar Nyong dan Noni Sulut 2018 akan terwujud.

“Saya harapkan Waraney dan Wulan Minahasa ini dapat mempersiapkan diri dengan baik, sehingga dapat mengaharumkan nama Daerah Minahasa di ajang ini” harap Bupati.

Kepada jajaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Official dari mantan-mantan Waraney dan Wulan Minahasa, Pj Bupati mengharapkan pula untuk terus membekali dan mendampingi utusan Minahasa ini.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut diantarannya Kasie Kerjasama Drs Herry Joppy Rarung, Kasie Penyuluhan Wisata Apriliane Tiaw SE, Kasie Pelayanan Informasi Cecilia Sitompul SH MH, Waraney Minahasa 2011 Winfrit Lakoy SSTPar dan Wulan Kamtibmas 2014 Marselina Tuilan SPd.

Adapun Wulan Minahasa Wigia Angeline Langi Yunus ini lahir pada tanggal 10 Oktober 1995 dari pasangan Alm Regi Yunus dan Winny Langi, dengan pendidikan terakhir Sarjana Ekonomi UNSRAT Manado Jurusan Akuntansi. Sedangkan Wakil I Waraney Minahasa Elfadly Manueke lahir pada tanggal 16 Juni 1977 dari pasangan Eldyn Manueke dan Joyce Umboh, merupakan Mahasiswa Jurusan Akuntansi UNKLAB Airmadidi, yang menyelesaikan pendidikan dasar dan pendidikan menengahnya di Laguna Hills SDA School, Global Village Academy dan Cherry Creek High School di USA.(Toar)

Categories
Berita Utama Budaya Featured Nasional

KKK Berau Dilantik, Dihadiri Wakil Bupati dan Pimpinan Pusat

Manadozone.com || Berau – DPW KKK Kabupaten Berau Propinsi Kalimantan Timur pada 18 Agustus 2018 di Berau resmi dilantik Ketua Umum DPW KKK Propinsi Kalimantan Timur Ibu Inggrid Assa Runtuwene. Pelantikan juga disaksikan DPP (Dewan Pengurus Pusat) KKK (Kerukunan Keluarga Kawanua) dengan dihadiri Ketua Umum Angelica Tengker dan Sekretaris Jenderal Michael Lakat serta Bidang Antar Wilayah Izer Lisangan.

 

Wakil Bupati Kabupaten Berau H. Agus Tantomo, M.Bus

 

DPW KKK Kabupaten Berau yang dilantik dinakhodai Ketua Dr. Richard Pangalila yang turut dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Berau H. Agus Tantomo, M.Bus.

Kegiatan dimeriahkan dengan berbagai atraksi budaya Minahasa serta tarian budaya suku Dayak.

Dr. Ralf Richard Pangalila, selaku Ketua DPW KKK Kab Berau yang terpilih menyatakan siap berpartisipasi melalui sumber daya manusia yang ada untuk membangun daerah Berau.

 

Ketua Umum DPP KKK Angelica Tengker

 

Wakil Bupati Kab Berau, H. Agus Tantomo, M.Bus, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kerukunan Keluarga Kawanua Berau harus juga berperan aktif memberi masukan bagi pemerintah Kab Berau dan berkontribusi dalam pembangunan bersama masyarakat lainnya, karena berbagai suku ada di Berau.

Jadi tidak ada Berau tanpa warga Kawanua. Wabup juga berharap meskipun jumlah Kawanua tidak sebanyak warga tapi tidak boleh merasa minoritas.

Selanjutnya Wakil Bupati Kabupaten Berbau memberi apresiasi khusus utk warga Kawanua di Berau krn selama ini warga Kawanua telah secara nyata turut berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah Kab Berau.

Ketua Umum DPP KKK, Ibu Angelica Tengker dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa menjadi pengurus KKK merupakan panggilan untuk melayani, jadi meskipun harus meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan dana, semuanya adalah kontribusi sebagai bentuk ucapan syukur atas berkat Tuhan, sesuai motto Si Tou Timou Tumou Tou.

Kerukunan Keluarga Kawanua merupakan wadah bagi warga Kawanua yang berdiaspora utk dapat bersama-sama saling support dan berbagi, serta menjadi mitra strategis pemerintah setempat, agar Kawanua semakin maju berperan serta dalam pembangunan sesuai talenta dan profesi masing-masing.(MIC/JIM)

Categories
Berita Utama Budaya Featured Minahasa

Melestarikan Budaya, Benny Mamoto Kembali Gelar Festival Watu Pinawetengan Untuk Kesekian Kalinya

Manadozone || Tompaso – Festival Watu Pinawetengan kembali di gelar Yayasan Institut Seni Budaya Sulawesi Utara pimpinan Irjen Pol (Purn) Dr Benny Jozua Mamoto di Pa’Dior Tompaso Minahasa Sabtu (7/7/2018). Kegiatan yang telah dilaksanakan setiap tanggal 7 Juli sejak 2007 silam hingga kini untuk mengenang sejarah dan budaya Sulawesi Utara.

Watu Pinawetengan (yang berarti Batu Tempat Pembagian) yang berada di Desa Pinabetengan Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara. Ditempat inilah, sekitar 1000 SM terjadi pembagian sembilan sub etnis Minahasa yang meliputi suku Tontembuan, Tombulu, Tonsea, Tolowur, Tonsawang, Pasan, Ponosakan, Bantik dan Siao. Selain membagi wilayah, para tetua suku-suku tersebut juga menjadikan tempat ini untuk berunding mengenai semua masalah yang dihadapi.

Irjen Pol (Purn) Dr Benny J Mamoto (Pakaian Adat Minahasa) Bersama Istri Iyarita Mawardi

Goresan-goresan di batu tersebut membentuk berbagai motif dan dipercayai sebagai hasil perundingan suku-suku itu. Motifnya ada yang berbentuk gambar manusia, gambar seperti alat kemaluan laki-laki dan perempuan, motif daun dan kumpulan garis yang tak beraturan tanpa makna.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, bentuk batu ini seperti orang bersujud kepada Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, bentuk batu ini juga seperti peta pulau Minahasa. Batu ini menurut para arkeolog, dipakai oleh nenek moyang orang Minahasa untuk berunding. Maka tak heran, namanya menjadi Watu Pinawetengan yang artinya Batu Tempat Pembagian.

Tarian Kabasaran

 

Batu ini bisa dikatakan tonggak berdirinya subetnis yang ada di Minahasa dan menurut kepercayaan penduduk berada di tengah-tengah pulau Minahasa. Bahkan beberapa orang yang rutin mengunjungi Watu Pinawetengan, ada ritual khusus yang diadakan tiap 3 Januari untuk melakukan ziarah. Sementara itu, karena nilai sejarah dan budaya yang kental, tiap tanggal 7 Juli dijadikan tempat pertunjukan seni dan budaya di Minahasa, sayangnya pemerintah daerah sejak dulu kurang perhatian sehingga Yayasan Institut Seni Budaya Sulut yang dimotori Benny Mamoto mengambil alih peran kepedulian terhadap budaya Sulut.”Kalau bukan kita siapa lagi? Kalau bukan sekarang kapan lagi?,” tukas Benny Mamoto. Kegiatan yang dilakukan suami Iyarita Mawardi ini selama lebih dari 10 tahun bukan untuk kepentingan politik namun semat-mata hanya demi kecintaan akan budaya Minahasa. Bahkan pasangan suami istri Benny dan Iyarita juga menciptakan karya seni kain Pinawetengan yang terkenal hingga mancanegara.

Watu Pinawetengan sebenarnya adalah simbol demokrasi sejati. Peristiwa demokrasi yang terjadi di Watu Pinawetengan bukan seperti teori demokrasi modern yang kita pelajari di sekolah dan di perguruan tinggi. Demokrasi Pinawetengan adalah sebuah tanda bahwa bangsa Minahasa menjunjung tinggi hak asasi manusia.

 

Para Undangan Bersama Irjen Pol (Purn) Dr Benny Jozua Mamoto

 

Keunikan demokrasi Pinawetengan adalah tatacara musyawarah, proses pengambilan keputusan, dan proses eksekusi keputusan yang sudah diambil. Tatacara musawarah Pinawetengan sangat unik dan mungkin hanya dilakukan oleh bangsa Minahasa pada zaman itu. Berikut ini urutan proses musyawarah Pinawetengan yang dirangkum dari berbagai sumber dengan menggunakan metode tradisional Minahasa, yaitu menanyakan langsung kepada para leluhur (pelaku sejarah) dengan mediasi para Tonaas.

Penulis : Jimmy Endey