Ronny Sompie Tanggapi Secara Bijak Adanya Kelompok Yang Tidak Mau Bersatu Dalam KKK

Editor: Jimmy Endey.

Manadozone || Jakarta – Organisasi kemasyarakatan adat dan budaya Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) kini telah menyatu. Proses penyatuannya pun tidaklah mudah melainkan melewati jalan panjang hingga akhirnya dua entitas KKK, yang satu dibawah pimpinan Ronny F Sompie sedangkan satunya lagi dipimpin Angelica Tengker, akhirnya mengakhiri dualisme KKK. Peristiwa bersejarah ini disambut baik para tokoh maupun sesepuh serta seluruh komunitas Kawanua baik dalam negeri maupun luar negeri.

Sompie mengajak perkumpulan manapun untuk menyatu dan bersinergi untuk hal positif.”Mari torang semua bersatu serta bersinergi bagi kepentingan masyarakat Kawanua maupun Sulawesi Utara,” ujar Sompie kepada Manadozone.com Sabtu (25/3/2023).

Saat ini KKK menyepakati Ketua Dewan Pembina Ronny F Sompie dan Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) Angelica Tengker, menjadi momentum menyatu kembali KKK yang kini telah berusia 50 tahun, berdiri sejak tahun 1973.

Berikut proses panjang bersatunya KKK lewat proses panjang sejak 2017 dimana Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey sebagai motor penggerak utama menuju penyatuan. Inilah kronologisnya:

1. Sejak tahun 2017 sudah pernah disatukan oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey sebelum pelantikan dan pengukuhan DPP KKK pada tahun 2017 untuk masa bhakti 2017 – 2022.

2. Hampir setiap tahun sejak 2017 terjadi pertemuan antara DPP KKK Pimpinan Ronny F. Sompie dengan DPP KKK Pimpinan Angelica Tengker untuk melakukan proses penyatuan dua organisasi DPP KKK tsb.

Baca juga:   PWI Sulut Gelar Rakerda di Kota Tomohon

3. Pada Rakernas DPP KKK tahun 2019 kedua organisasi bersepakat untuk menyelenggarakan Rakernas di satu lokasi, yaitu Wisma Kinasih Bogor, walaupun gedung pertemuan yang digunakan masih terpisah. Namun demikian, proses penyatuan belum maksimal bisa dilakukan, disebabkan AD dan ART kedua organisasi tidak bisa dijadikan dasar untuk dilakukan proses penyatuan dua organisasi.

4. Sudah beberapa kali dilakukan kegiatan bersama dari dua organisasi DPP KKK seperti ibadah syukur bersama, buka puasa bersama, ibadah Natal dan Tahun Baru bersama, hadir di acara Natal Paimpuluan ne Tonsea bersama, menyelenggarakan pemakaman secara adat Minahasa bersama dan dihadiri oleh Ronny F. Sompie dan Angelica Tengker. Namun demikian proses penyatuan masih mengalami kendala, karena AD dan ART kedua organisasi tidak dapat dijadikan dasar untuk penyatuan kedua organisasi tersebut.

5. Pada hari Jumat, 26 Agustus 2022 sesuai kesepakatan kedua organisasi, maka kedua organisasi menghadirkan 5 orang Tua Tua mewakili masing-masing organisasi DPP KKK dalam rangka menembus kekakuan AD dan ART berupaya mencari solusi terbaik, sehingga diperoleh kata sepakat tentang cara penyatuan yang terbaik, yaitu mengabaikan AD dan ART kedua organisasi, dengan pemikiran bahwa AD dan ART tersebut adalah hasil kesepakatan dalam Musyawarah dan Mufakat DPP KKK yang dihadiri oleh seluruh Anggota terdiri dari Para Ketua Roong, Ketua Taranak dan Ketua Fungsional.

Baca juga:   Angelica Tengker Lantik Kepengurusan DPW-KKK Malut

Sebagai gantinya, maka diadakan Musyawarah Tua Tua pada hari Jumat, 26 Agustus 2022 di Hotel Aryaduta yang menyepakati bahwa :

• DPP KKK bersatu dengan Ketua Dewan Pembina KKK ditunjuk Ronny F. Sompie dan Ketua DPP KKK ditunjuk Angelica Tengker.

• Ronny F. Sompie dan Angelica Tengker diberikan mandat oleh Musyawarah Tua Tua (yang dihadiri oleh 10 orang Tua Tua Kawanua) untuk menyelenggarakan Musyawarah Budaya Kawanua dalam rangka Pelantikan dan Pengukuhan seluruh Pengurus DPP KKK.

6. Pada hari Sabtu, 10 September 2022 di Hotel Borobudur dilakukan Pra Pelantikan Pengurus DPP KKK dengan penyampaian penjelasan tentang hasil pelaksanaan Musyawarah Tua Tua pada hari Jumat, 26 Agustus 2022 di Hotel Aryaduta sebagai sebuah hasil KONVENSI dari Musyawarah dan Mufakat yg menjadi adat dan kebiasaan Tou Kawanua dalam organisasi DPP KKK sejak didirikan tahun 1973 utk menyelesaikan dualisme DPP KKK.

7. Pada hari Sabtu 22 Oktober 2022 diadakan Musyawarah Budaya Kawanua dipimpin oleh Bapak Theo Sambuaga, Bapak Max Wilar dan Bapak Ivan Pelealu serta para Tua Tua dan Tonaas Kawanua untuk melantik seluruh pengurus DPP KKK pimpinan Ketua Umum Angelica Tengker.

Baca juga:   Paskah Kawanua Katolik Se-Jabodetabek Dipimpin Uskup Agung Ignatius Suharyo

• Dewan Pelindung adalah Gubernur Sulut dan Gubernur DKI Jaya.

• Ketua Dewan Kehormatan Drs Theo Sambuaga

• Ketua Dewan Penasehat Irjen Pol Purn Dr. Benny Mamoto, SH., MSi.

• Ketua Dewan Pembina Irjen Pol Purn Dr Ronny F. Sompie, SH., MH.

• Ketua Dewan Pakar Prof Dr Ir Rudy Tarumingkeng, MSc.

Bagi Sompie bukan penyatuannya yang menjadi hal penting, namun bagaimana KKK dapat menjadi organisasi yang bermakna serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Kawanua di perantauan baik dalam maupun luar negeri. Juga berbuat bagi masyarakat Sulawesi Utara baik secara langsung maupun lewat organisasi KKK ataupun lewat wadah resmi seperti di eksekutif pemerintahan maupun di legislatif.

Purnawirawan Bintang Dua Kepolisian ini juga mengajak elemen masyarakat Kawanua untuk sama-sama bersatu dengan bahu membahu bagi Sulut terutama bagi bangsa dan negara.”Torang hilangkan stigma negatif tentang orang Kawanua, tapi tonjolkan hal positif yang berguna bagi masyarakat bangsa dan negara. Tou Kawanua suka akan penyatuan dan anti perpecahan,” tutup Ronny Sompie.***

SURAT EDARAN DPP KKK (20.03.2023)-2(3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *