by

Anggaran Nabati dan Hewani Kampung Pindang Mangsel Diduga di “Korupsi”

Writer: Denty Tanggo

Editor: Julian Lasut

SANGIHE II Manadozone–Warga masyarakat Lindongan 3-4 Kampung Pindang Kecamatan Manganitu Selatan Kabupaten Kepulauan Sangihe, mempertanyakan alokasi anggaran 2022 khususnya pada program Nabati dan Hewani yang sebahagiannya tidak direalisasikan.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu masyarakat, Tahya Manikome mewakili warga Lindongan 3 dan 4 Kampung Pindang. Dijelaskannya, Program Nabati dan Hewani tersebut berbandrol 120 juta untuk Empat Lindongan dan hanya direalisasikan pada lindongan 1 dan 2

“Anggaran tersebut 120 juta, dan setengahnya atau 60 juta sudah disalurkan pada Lindongan 1 dan 2. Namun setengahnya lagi, yaitu 60 juta tidak direalisasikan untuk Lindongan 3 dan 4, yang programnya dari bulan Juli 2022 lalu, dan hingga sekarang sudah memasuki Tahun 2023 tidak dilaksanakan,” ungkap Yahya.

Baca juga:   Jabatan Novilius Tampi Tinggal Menghitung Hari, Pemkab Sangihe Buka Pendaftaran Calon Direktur PDAM

Sementara itu, salah satu Putera asli Kampung Kaluwatu yakni Onesimus Tambanaung,SH kepada awak media ini dengan tegas mengatakan, bahwa pihaknya akan melaporkan hal ini ke Aparat Penegak Hukum (APH) untuk diproses sesuai dengan aturan Undang-Undang Tindak Pindana Korupsi (Tipikor).

“Saya sebagai Ketua LSM Komid Kabupaten Kepulauan Sangihe, akan membawa serta mengawal permasalahan kasus ini sampai keranah Hukum, dan setelah itu saya meminta agar Kepolisian atau Kejaksaan segera memanggil Kapitalaung dan Bendahara Kampung Pindang untuk diproses, sebab Negara sudah dirugikan karena ada unsur penggelapan anggaran atau korupsi yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut,” ketus Tambanaung.

Baca juga:   Kodim 1301/Sangihe dan FBS Gelar Donor Darah

Ditambahkan, kepada Pemerintah Daerah agar mencopot kedua oknum tersebut, yaitu Kapitalaung bersama bendahara guna pemenuhan kepentingan penyelidikan

“Agar tidak mengganggu pelayanan publik, Karena ini sudah menentang ideologi Pancasila dan merugikan bangsa dan Negara,” tutup Panglima Anti Korupsi Onesimus Tambanaung ini.

Namun sampai berita ini naik tayang, Oknum-oknum yang dimaksud belum berhasil dihubungi.(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.