by

Penyatuan KKK Perlu Waktu Akhiri Polemik

Manadozone || Jakarta – Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) sepertinya perlu waktu untuk benar-benar bersatu. Pasalnya upaya penyatuan dinilai banyak mengorbankan berbagai hal seperti pelanggaran Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hingga hasil Musyawarah Perwakilan Anggota (MPA) ke-9 yang dilaksanakan pada April 2022 lalu juga turut diingkari.

Ironisnya lagi Irjen (Purn) Dr Benny Jozua Mamoto yang dipilih secara aklamasi dalam MPA ke-9 KKK tergantikan. Hal tersebut dinilai bentuk pelanggaran MPA yang merupakan keputusan tertinggi dalam organisasi KKK yang menaungi sejumlah Roong, Tahanan dan Fungsional (Rotasi).

Sejumlah tokoh Kawanua menyesalkan hal tersebut. Seperti yang disampaikan Ricky Siwu yang menilai adanya pelanggaran AD/ART dalam upaya penyatuan KKK, termasuk melanggar hasil MPA IX dimana Ricky Siwu saat itu merupakan Ketua Steering Comittee (SC).”Saya saat MPA ke-9 merupakan Ketua SC dan menyesalkan jika pelanggaran hasil MPA dibiarkan,” tegas Siwu.

Baca juga:   Bersama Ketua DPRD, Walikota Eman Sambut Kedatangan Taro Satoshi

Lain lagi Ketua Umum Matuari Tombulu di Jakarta Revlie O Mandagie yang hanya berujar lewat akun media sosial (medsos) miliknya, Minggu 11 September 2022.

Menurutnya, seperti ditulis dalam akunnya, langkah maju untuk komunitas Kawanua, hal mana dua organisasi PKKK dan KKK sepakat untuk menyatu.

Namun disisi lain Revlie juga meragukan penyatuan yang justru mengundang berbagai polemik.

“Akankah berakhir polemik organisasi kekawanuaan? Sepertinya perlu waktu dan kesiapan lagi untuk mengakhiri berbagai polemik,” ujar Revlie lagi.

Ia juga menyunggung AD/ART yang seharusnya menjadi acuan.”AD/ART sebagai acuan merupakan suatu hal yang memang perlu diperhatikan, sekalipun pertimbangan budaya etnis kekawanuaan juga bagian penting yang harus dijaga,” beber Mandagie.

Baca juga:   Apel Korpri, Pj Bupati Bolmong Himbau ASN Peka Dinamika Global Hingga Nasional

Berikut tulisan lengkap Revlie O Mandagie:

Penyatuan KKK

Langkah maju untuk komunitas Kawanua, hal mana dua organisasi PKKK dan KKK sepakat untuk menyatu.

Akankah berakhir polemik organisasi kekawanuaan? Sepertinya perlu waktu dan kesiapan lagi untuk mengakhiri berbagai polemik.

Ketulusan hati para pemangku organisasi harus menjadi landasan, sekalipun tidak akan memuaskan semua pihak.

AD/ART sebagai acuan merupakan suatu hal yang memang perlu diperhatikan, sekalipun pertimbangan budaya etnis kekawanuaan juga bagian penting yang harus dijaga.

10 September 2022, ditempat yang berbeda di Jakarta, berhembus kejadian yang harus disikapi dengan bijaksana. Disatu sisi, ada pengumuman struktur pengurus baru KKK tapi dilain pihak klaim ketidak puasan terhadap proses penyatuan masih berhembus.

Baca juga:   Walikota Eman Terima Hasil Karya Pembuatan APD Siswa SD/SMP Tomohon

Akankah berakhir dengan KKK Perjuangan? Tidak harus demikian. Masih ada kesempatan untuk mengumpulkan kembali para pengurus ROTASI untuk penyelesaian akhir sebelum polemik berkembang tidak berujung.

Semoga,
Selamat hari Minggu,
11-09-22
ROM
Pemerhati KKK
warga Pakasan Matuari Tombulu
Tinggal di Jakarta.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.