by

Ketua Puskud Inyo Koloay Pertanyakan Lambatnya Proses Dugaan Penggelapan Aset di Polda

Manadozone || Manado – Hingga kini penanganan kasus dugaan penggelapan aset Puskud Sulut di Polda terkesan lambat. Kendati dari penyelidikan telah ditingkatkan menjadi penyidikan (lidik ke sidik), nyatanya Polda Sulut belum juga menetapkan siapa oknum atau pihak tersangka.

Akibat lambatnya penanganan pihak Polda atas skandal tersebut, Pengurus Puskud dan Anggota PUSKUD di seluruh Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mulai gerah dan kecewa, karena kasus menggemparkan ini belum juga ada tindak lanjutnya, sehingga pengurus pada masa jabatan saat ini merasa sangat kesulitan, sementara Kantor PUSKUD di Kecamatan Wanea Kota Manado, merupakan obyek pelaporan.

Baca juga:   45 Anggota DPRD Sulut 2019-2024 Resmi Dilantik

Diketahui, sejak kejadian itu, sampai saat ini kantor Puskud masih dikuasai penuh oleh pihak ke-tiga gegara diduga pengurus yang lama telah melakukan transaksi jual-beli secara ilegal.

Ketua Puskud Sulut Inyo Koloay ketika dikonfirmasi menyangkut laporan di Polda juga menyesali atas lambatnya kasus.

Pasalnya, Koloay memastikan kalau pihaknya memiliki informasi yang jelas-jelas membuktikan adanya transaksi jual beli kantor Puskud secara tidak sah atau ilegal.

“Saya mendapat informasi dari beberapa pengurus lama, yakni jamannya Ventje Waleleng. Mereka mengatakan pihak ketiga yang ‘membeli’ kantor Puskud akan menyelesaikan pembayaran. Nah, dari sini sudah diketaui transaksi selama ini bermasalah. Maka dari itu banyak pengurus lama juga tidak berani mengambil uang dari ‘pembeli’,” ungkapnya.

Baca juga:   Perkembangan dan Penanganan Covid-19 per Tanggal 2 Maret 2022 Kota Tomohon

Untuk itu, lanjut Koloay, pihaknya meminta Polda Sulut segera menyelesaikan kasus penjualan aset Puskud itu. Sebab akibat tindak melanggar hukum yang dilakukan oleh Ventje Waleleng, 243 KUD sebagai anggota Puskud sangat dirugikan.

“Anggota dan pengurus Puskud sudah bersabar. Takutnya jika terus begini tanpa ada kepastian, semua siap turun ke jalan melakukan unjuk rasa damai, akibat kasus ini belum ada kemajuan. Sekali lagi, kami sudah cukup bersabar,” sembur Koloay.

Lanjut dia, kasus dugaan penggelapan aset Puskud Sulut ini bergulir usai pengurus mendapati kantor milik Puskud sudah beralih pada pihak ketiga.

Baca juga:   Korlantas Polri Bersama Jasa Raharja Supervisi Samsat se-Sulut

“Dan setelah ditelusuri dan kami dapati, penjualan aset Puskud dilakukan oleh kepengurusan Ventje Waleleng cs secara tidak sah atau ilegal.

Hingga kini eks kantor Puskud Sulut dimanfaatkan sebagai tempat perdagangan makanan mie.(dey)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.