by

Kakanwil Kemenkumham Sulut Tanggapi Kejadian Meninggalnya Warga Binaan Di Lapas Tahuna

MANADO II Manadozone.com — Terkait Pemberitaan manadozone.com edisi 27/08/2022 (https://www.manadozone.com/2022/08/27/kalapas-tahuna-diduga-lakukan-pembiaran-terhadap-napi-hingga-meninggal/)
ditanggapi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementrian Hukum dan Ham ( Kemenkumham ) Sulawesi Utara (Sulut) Haris Sukamto.

Saat ditemui di Rumah Dinas Kakanwil Kemenkumham Sulut, Selasa (06/09) Sore, Haris Sukamto menyatakan jika penanganan terhadap Warga Binaan tersebut sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Pelayanan Kesehatan di Lapas.

“Saya sudah menerima laporan dari Kepala Lembaga Pemasyarakatan di Tahuna terkait kejadian tersebut, dan bisa Kami simpulkan bahwa penanganan terhadap Warga Binaan ( SP alias Fian) tersebut sudah sesuai SOP yang ada, dimana posisi Kami berada paling akhir dari proses hukum yang dimulai dari proses di Kepolisian, Kejaksaan sampai pengadilan, Kami terima apa adanya sesuai kondisi warga binaan saat itu, Dia ( SP alias Fian ) datang Kami tidak tahu kondisi awal kesehatannya seperti apa, namun saat di dalam, seluruh warga binaan diperlakukan sama, tidak ada yang pilih kasih, tidak mungkin petugas Kami melakukan pembiaran terhadap warga binaan”. jelas Haris Sukamto

Lanjut dikatakan, “Sewaktu Almarhum masuk 4 Januari lalu, Dia (SP alias Fian) sudah ada bekas luka dukakinya, namun sudah ada perawatan oleh dokter hingga lukanya sembuh dan menurut laporan dokter yang menangani, penyebab kematiannya karena ada penyakit lain dan menurut dokter yang menangani penyebab kematiannya akibat sesak napas, karena keluhan yang disampaikan kepada petugas 8 Agustus jam 10 pagi bukan yang di bekas luka tetapi sakit perut dan susah makan disinyalir karena lambungnya dan dari pihak kesehatan sudah memeriksa dan memberikan obat, pada pukul 20:00 yang bersangkutan kembali sesak dan dilakukan tindakan medis dengan memberikan obat, dan pada pukul 21:40 yang bersangkutan di bawah ke rumah sakit umum untuk konsultasi dan dipasangi oksigen serta di pantau terus oleh tim medis, pada pukul 24:00 Kondisi Yang bersangkutan sudah mulai membaik sehingga dikembalikan ke Lapas, pada tanggal 09 Agustus Jam 07:00 Pagi, saat apel penghuni, Yang bersangkutan masih terjaga dengan baik, dan pada jam 07:55, Dia (SP alias Fian) drop lagi dan langsung dilarikan ke rumah sakit umum Tahuna, namun Jam 8 : 15 yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia, jadi dari kronologisnya dapat disimpulkan bahwa hak kesehatan warga binaan tersebut sudah terpenuhi, jadi tidak ada unsur pembiaran dan petugas sudah berusaha dengan maksimal sesuai SOP untuk melakukan perawatan terhadap Almarhum SP alias Fian”. Terang Kakanwil Haris Sukamto

Baca juga:   Sekdakot Edwin Roring Bacakan Amanah Kapolri pada Apel Gelar Pasukan Operasi Katupat 2022

Haris Sukamto juga menanggapi terkait adanya warga binaan lapas Tahuna yang memiliki handphone di dalam Lapas Tahuna.

“Terkait adanya warga binaan yang memiliki handphone ( HP) di Lapas dan di Rutan, Komitmen dan perintah Saya agar supaya tidak ada hp di dalam lapas juga tidak boleh ada barang-barang terlarang di dalam Lapas, dan hampir 75 persen sudah di tindak lanjuti oleh Kasatker lingkup Kanwil Kemenkumham Sulut dan sisanya itu bukan tidak ditanggapi oleh Kasatker, namun namanya orang masih hidup usaha itu masih ada, begitu juga dengan para warga binaan, dengan berbagai cara mereka berusaha untuk mendapatkan HP, bahkan upaya mereka ( Warga Binaan) untuk memasukan HP ke dalam Lapas sangat banyak cara, seperti memasukan HP di dalam plastik dan dimasukan kedalam Kua Coto, ada juga yang menyelipkan di bawah rantang nasi yang sudah di desain di lapisan bawahnya serta masih banyak modus lainnya, upaya-upaya yang Kami lakukan ternyata yang didalam tidak merespon dengan baik. Saya juga tidak menutupi bahwa ada petugas Lapas yang sering meminjamkan HP kepada warga binaan, dan ini juga sudah Saya Larang, jika kedapatan petugas meminjamkan HP nya akan Saya Proses dengan tegas, dan bagi para Kasatker, Saya selalu ingatkan terus untuk selalu melakukan pemantauan, dan beberapa waktu lalu Saya memerintahkan seluruh Kasatker untuk melakukan Razia serentak pada malam hari meski hanya beberapa personil yang ada, dan jika ada yang tidak mau turun Saya yang akan turun, jadi semuanya langsung bergerak, dan hasilnya masih ada 1 hingga 2 HP yang ditemukan. dan Razia seperti ini akan sering Kami lakukan untuk mewujudkan Komitmen Kami untuk Lapas yang bersih dari HP”. Ujar Haris

Baca juga:   Walikota Eman Ajak Perangkat Daerah, Camat dan Kabag Bekerja Berorientasi Pada Hasil dan Kinerja

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.