by

Presiden Jokowi Diminta Tolong Masyarakat Terkait Pembunuhan di Area PT BDL

BOLMONG, manadozone.com — Sebagai bentuk ungkapan hati, nama Presiden RI Jokowi pun dipanggil masyarakat, saat menggelar aksi damai, menuntut keadilan atas insiden yang terjadi hingga mengakibatkan 1 (Satu) nyawa meninggal dunia akibat terkena peluru, di area pertambangan emas milik PT Bulawan Daya Lestari (PT BDL)

Hal tersebut nampak dilakukan Aliansi Masyarakat Adat Desa Toruakat, Kecamatan Doumoga, Kabupaten Bolaang Mngondow (Bolmong) dengan harapan agar Presiden Jokowi, orang nomor 1 di Republik, dapat melihat, mendengar panggilan hati dari masyarakat yang tertindas.

“Pak Jokowi! Tolong Kami. Pak Kapolri Tolong Kami Masyarakat Adat yang berada di Bolaang Mongondow Raya.Kembalikan Hak kami, Kembalikan Tanah Kami,” teriak Jemy Lantong, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Bolaang Mongondow (Amabom)

Lanjut Jemy Lantong, mengatakan bahwa ungkapan tersebut dilakukan sebagai bentuk panggilan hati, terlebih dahulu merasa terpanggil akibat adanya oknum pejabat sipil yang dengan sengaja menyampaikan bahwa bahwa wilayah pertambangan yang dikelola oleh PT BDL di Pegunungan yang berbatasan dengan area perkebunan ‘Bolingogot’ adalah wilayah administrasi desa Mopait.

Baca juga:   Sinaga: Kemampuan Menembak Harus Dimiliki Oleh Setiap Prajurit

“Kepada mereka oknum Polri, TNI, Sipil yang datang bertugas di wilayah adat Bolaang Mongondow Raya, harus belajar tentang sejarah adat Bolaang Mongondow Raya. Agar tau apa itu tanah adat, tanah hutan adat. Dan tau apa itu administrasi dan wilayah adat. Ada pejabat sipil yang bilang, itu bukan tanah adat, itu wilayah administrasi desa mopait,” tambah Jemy Lantong.

Begitu pun dikatakan Muliadi Mokodompit, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Bolaang Mongondow Tengah, yang pada saat itu diberikan kesempatan untuk menyampaikan apa yang menjadi keluhan, hingga akhirnya dilakukan aksi damai menuntut keadilan.

Baca juga:   Danrem 131 Santiago Irup Upacara HUT Infanteri Ke-69 di Tomohon

Poin pertama yang disampaikan Muliadi, terkait dengan pembunuhan anak adat, atas nama Armanto Damopolii, dirinya dan masyarakat tau bahwa proses hukum telah berjalan. Namun harapan besarnya, agar dapat diproses dengan sebaiknya.

“Terkait pembunuhan anak adat atas nama Armanto Damopolii, hari ini proses hukum sudah berjalan, jangan main-main, jangan direkayasa. Kami tidak mau ini menjadi sandiwara. Ada actor intelektual di belakang, dari PT BDL sebagai pembunuh pun belum pernah datang sekedar untuk menyampaikan ungkapan bela sungkawa,” ucap Muliadi Mokodompit, Ketua Aliansi Masyarakat Adat Bolteng.

Dikatakannya lagi, bahwa aksi damai dilakukan, sebagai bentuk reaksi atas ketidakadilan, yang dilakukan atas masyarakat adat desa toruakat.

Baca juga:   ROR Ikuti Rakorev Pelaksanaan RKPD 2019 dan Evaluasi Triwulan I Tahun 2020

“Hari ini masyarakat adat desa toruakat bukan hanya dirampas tanah adatnya, bukan hanya dilecehkan adatnya, tapi di bunuh anak adatnya,” tambah Muliadi.

Lebih lanjut lagi dikatakan Muliadi, dirinya berharap apa yang disampaikan masyarakat adat, dapat menjadi perhatian oleh Presiden RI Ir Hi Joko Widodo.

“Insya Allah ini sudah bisa tersampaikan. Kami berharap semoga bapak presiden dapat memperhatikan. Karena keluarga korban hingga saat ini tidak diperhatikan. Kemudian kepada pak Kapolri, mohon dilihat dengan benar, ini diduga ada oknum yang bermain dalam persoalan ini.” Tutupnya.

Nampak aksi damai yang dilakukan dengan berjalan kaki dari Depan Gedung Bobakidan, hingga ke di pusat Kota Tugu Perjuangan depan Paris Super Store, massa aksi damai mendapat pengawalan dari Polres Kotamobagu.

(Zul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed