by

Tim Gabungan Mabes Polri, Ditjen Gakum dan DLH Tertibkan Aktivitas Illegal Mining di PT. BDL

BOLMONG || Manadozone – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di lokasi PT. Bulawan Daya Lestari (PT.BDL) yang terletak di Kabupaten Bolaang Mongondow yang kuat dugaan dilakoni oleh Yance Tanesia dan Jimy Inkiriwang CS akhirnya di tertibkan oleh Tim Gabungan dari Mabes Polri, Direktorat Jendral (Ditjen) Gakum KLHK Wilayah Sulawesi, dan Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Sulut.

Hasil Pantauan Media yang mengikuti rombongan tersebut hingga ke lokasi PT. BDL, Jumat (10/09) siang tadi, ada sekitar sembilan mobil yang mengangkut kurang lebih 30 personil tim gabungan menuju ke lokasi PT. BDL, salah satu mobil tampak membawa sejumlah plang yang kuat dugaan akan di pasang di lokasi PT. BDL.

Baca juga:   Jajaran Pejabat Minahasa Ikuti¬†Workshop Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Manado
Rombongan Tim Gabungan Saat Menuju Lokasi PT. BDL
Rombongan Tim Gabungan Saat Menuju Lokasi PT. BDL

Informasi yang berhasil di dapati dari salah satu sumber yang ikut dalam Tim gabungan tersebut mengungkapkan bahwa dilokasi PT. BDL sudah dipasangi plang larangan dan sudah di buatkan brita acara. “saat ini dilokasi sudah dipasang plang larangan melakukan aktifitas pertambangan dan sudah di buatkan berita acaranya”. ujar Sumber sambil meminta namanya tidak di publish.

Lanjut dikatakan Sumber, “Situasi dilokasi sore tadi sempat tidak kondusif, dimana saat akan melakukan pemasangan Plang larangan, ada sejumlah preman yang mencoba untuk menghalang-halangi, beruntung masih bisa diatasi oleh Tim sehingga tidak terjadi bentrok antara Tim dan para preman tersebut”. ujar Sumber

Baca juga:   Syukuran HUT Brimob ke-75, ini Penekanan Kapolda Sulut

“Intinya Tim sudah mendapati bukti-bukti bahwa memang ada aktifitas pertambangan ilegal di situ, dan itu akan terus di tindak lanjuti”. Kunci Sumber.

Tim Gabungan Saat Tiba dilokasi PT. BDL
Tim Gabungan Saat Tiba dilokasi PT. BDL

Untuk diketahui, Aktifitas Pertambangan Emas Tanpa Ijin di lokasi PT.BDL sudah berjalan sejak ijin Perusahan PT.BDL habis pada 10 maret 2019 lalu, Polda Sulawesi Utara pernah melakukan penindakan pada 12 agustus 2020 lalu dan telah menetapkan Yance Tanesia sebagai Tersangka dan telah menyita 2 unit Eksavator yang kemudian dititipkan di Polsek Lolayan, namun Kasus tersebut hingga saat ini tidak jelas, bahkan 2 unit eksavator yang awalnya dititipkan di Polsek Lolayan saat ini sudah tidak terlihat lagi, dan terindikasi alat tersebut kembali digunakan untuk melakukan aktifitas pertambangan ilegal di PT. BDL.

Baca juga:   Tekan Jumlah Kejahatan, Polsek Likupang Razia Malam

Julian

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed