Pemda dan Polres Bolmut Himbau Orang Tua Awasi Anak dari Paham Radikalisme

Pemda dan Polres Bolmut Himbau Orang Tua Awasi Anak dari Paham Radikalisme

BOLMUT, manadozone.com — Pemerintah Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Bolmut DR. Drs. Hi. Asripan Nani M.Si meminta para orangtua serius mengawasi anak mereka lebih khusus yang anaknya sekolah/Kuliah di luar Daerah Pasalnya, aksi terorisme belakangan ini melibatkan anak muda.

Melihat beberapa kejadian akhir akhir ini banyak pelajar setuju dengan aksi radikalisme. “Ini menjadi warning bagi para orangtua untuk mengawasi anak-anak jangan sampai terpapar radikalisme dan terorisme,”tutur Sekda

Terpisah Kapolres Bolaang Mongondow Utara AKBP Wahyu Purwidiarso S.H S.I.K mengatakan bahwa lingkungan keluarga berperan sangat penting untuk menangkal paham radikalisme.

Baca juga:   Pemkot Melalui Sekot Lolowang Menerima Kunjungan Kepala Ombudsman Propinsi Sulawesi Utara

“Dalam hal ini, orang tua memegang peranan penting untuk mengawasi pergaulan anak-anaknya sehingga tidak terjerumus dalam pergaulan negatif, seperti seks bebas dan narkoba, sekaligus membentengi anak dari pemahaman agama yang sempit dan radikal,” kata kapolres

Dalam konteks langkah preventif, menurut AKBP Wahyu Purwidiarso SH SIK, lingkungan keluarga memegang peranan yang sangat penting untuk dapat mencegah tumbuh dan berkembangnya bibit-bibit radikalisme, mencegah tumbuhnya bibit radikalisme berarti berupaya mendeteksi gerakan radikalisme dari yang paling bawah, yakni di lingkungan keluarga.

Maka, sebagai upaya untuk mencegah terjadinya penyebaran paham dan ideologi radikalisme di kalangan anak muda perlu pelibatan seluruh pemangku kepentingan yang bersentuhan langsung dengan dunia pendidikan, sosial, keagamaan, komunikasi, dan keamanan di lingkungan masing-masing.

Baca juga:   Si Jago Merah Hanguskan 3 Rumah Dan Panti Asuhan Di Kombos

AKBP Wahyu Purwidiarso SH SIK menambahkan Orang Tua perlu mencermati ciri-ciri orang yang terpapar paham radikal. Yakni, menutup diri dan menghabiskan waktu dengan komunitas yang dirahasiakan. “Kemudian merasa diri paling benar, mengajarkan kekerasan, kebencian, dan intoleransi,” ujar Kapolres.

(PB)

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply