by

Selain Sesuaikan Kondisi Pandemi Covid-19, Revisi RPJMD Bolmong Demi Kebutuhan

BOLMONG, manadozone.com — Dampak dari adanya Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang terjadi di seluruh daerah se-Indonesia ternyata memberikan dampak tak hanya terhadap tatanan kehidupan dan ekonomi, tetapi berdampak juga hingga rancangan perencanaan dan pembangunan di tingkat Nasional, Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Hal itu bisa dibuktikan dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya, baik melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mau pun dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2020 yang disusun dan disahkan, itu akhirnya harus direfocousing, untuk percepatan penanggulangan Covid-19.

Bahkan dampak dari Refocusing anggaran pun berpebgaruh pada pemenuhan indikator Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) hingga RPJMD.

Baca juga:   Propam Polda Sulut Gelar Gatiplin di Lingkup Polres Kotamobagu

Menamggapi hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolaang Mongondow, Tahlis Gallang SIP MM, mengatakan dampak pandemi Covid-19 itu merubah hampir seluruh program dan kegiatan yang tertuang dalam APBD tahun 2020.

Maka dikatakan Sekda Tahlis Gallang SIP MM. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) harus mengambil langkah perubahan RPJMD sebagai bentuk reaksi cepat dalam pemulihan untuk kebutuhan daerah.

“Revisi RPJMD saat ini kita lakukan. Pandemi Covid-19 ini sangat berdampak hingga pada pemenuhan indikator RPJMD untuk tahun 2020 ini,” ucap Tahlis Gallang SIP MM, Sekda Bolmong.

Baca juga:   Dinas PP dan PA Optimalisasi Perlindungan Perempuan dan Anak

Lanjut Sekda Bolmong, revisi RPJMD tahun 2017-2022 nantinya akan menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan, baik pemerintah tingkat pusat, provinsi dan daerah.

“Selain menyesuaikan dengan kondisi pandemi Covid-19, ada juga beberapa kebutuhan daerah yang akan disusun dalam revisi RPJMD ini,” terangnya.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah (Bapelitbangda) Bolmong, Yarlis Awaluddin Hatam saat dikonfirmasi mengungkapkan tahapan revisi RPJMD saat ini tinggal diparipurnakan di DPRD Bolmong. Selanjutnya, akan dievaluasi bersama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

“Posisi saat ini sudah memasuki tahap dua di DPRD. Tinggal tunggu ditetapkan, lalu akan dilakukan evaluasi di provinsi. Waktu juga pembahasan tahap satu, revisi RPJMD ini dilakukan juga fasilitasi dengan provinsi,” ungkap Yarlis.

Baca juga:   Dinilai Berkontribusi, Bupati Bolmong Terima Penghargaan dari Kapolda Sulut

Yarlis juga menjelaskan, poin penting dalam revisi RPJMD, selain adanya dampak pandemi Covid-19, juga menata terkait dana kelurahan dan turunya Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 90 tahun 2020 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah.

“Aturan memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk melakukan revisi. Apalagi masa jabatan pimpinan daerah yang terhitung sudah di atas 2,5 tahun, jadi bisa melakukan revisi. Ada berbagai kebijakan dan poin penting yang diakomodir dalam revisi RPJMD ini,” tutup Yarlis.

(*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed