by

Edwin Dan Yance Tanesia Resmi Dilaporkan Ke Bareskrim Mabes Polri

Jakarta || manadozone – Geram dengan aksi Pencatutan dan penyalahgunaan Jabatan serta ingin memonopoli Perusahaan secara sepihak, Edwin Efraim Tanesia dan Yance Tanesia Akhirnya dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri.

Direktur Utama PT Bulawan Daya Lestari (BDL) Hadi Pandunata yang diwakili Viktor Pandunata yang juga Direktur PT. BDL, resmi melaporkan Edwin Efraim Tanesia dan Yance Tanesia ke Bareskrim Mabes Polri pada Kamis, 30 Juli 2020. Keduanya dilaporkan atas dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan/atau tindak pidana pemalsuan surat.

Dalam laporan bernomor LP/B/0422/VII/2020/BARESKRIM itu, Edwin dan Yance terancam dijerat Pasal 374 dan/atau Pasal 263 UU No 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Dalam laporannya Viktor menguraikan bahwa Edwin telah mengklaim sebagai Dirut BDL dan mengoperasikan BDL tanpa pernah berkoordinasi dengan Dirut BDL yang sah yakni Hadi Pandunata sesuai keputusan Ditjen AHU Kemenkumham tertanggal 18 Agustus 2017.

Baca juga:   Putus Asa Penyakit Tak Kunjung Sembuh Herry Nekat Gantung Diri

Berdasarkan keputusan Ditjen AHU Kemenkumham tersebut, Edwin Efraim Tanesia yang tak lain adalah anak dari Yance Tanesia hanya menjabat sebagai direktur BDL yang didampingi sejumlah direktur lainnya.

Ironisnya, meski hanya berstatus direktur, pada 30 Agustus 2018, Edwin telah berani menerbitkan dan menanda tangani surat permohonan perpanjangan izin BDL ke Pemprov Sulawesi Utara dengan mengaku sebagai Dirut BDL. Selain itu, Edwin juga diduga memalsukan surat tugas yang isinya seolah-olah sebagai pemilik BDL.

Sementara Yance Tanesia yang merupakan pihak eksternal dan sama sekali tidak memiliki jabatan maupun kedudukan di internal BDL. Namun dalam prakteknya, Yance diduga ikut bertindak dalam proses produksi hingga pengawasan hasil produksi.

Baca juga:   Ketua DPW LP2KP Sulut Minta Kapolda dan Dirkrimsus Polda Sulut Menangkap Oknum Mafia PETI Jimmy Ingkiriwang

padahal berdasarkan Notulensi Konsultasi yang diterbitkan Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Sulawesi Utara tertanggal 29 Mei 2020 yang juga dihadiri Edwin Efraim Tanesia sebagai direktur BDL, Piet Kangihade (Pengacara BDL), Kadis Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP) Provinsi Sulut, Kabid Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan DPMPTSP, Kepala Bidang Pengendalian Penanaman Modal DPMPTSP, serta Kepala Bidang Promosi DPMPTSP menyimpulkan bahwa pihak yang berhak mengajukan perpanjangan izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP OP) atas nama BDL adalah Dirut BDL yang sah yakni Hadi Pandunata.

Baca juga:   Kuasa Dirut PT.BDL Tegaskan Jimmy Ingkiriwang Bukan Bagian Dari Perusahaan

Sebelumnya diberitakan, aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di lahan BDL yang terletak di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) Sulut disinyalir masih terus berlangsung meski izinnya telah habis sejak 10 Maret 2019 lalu. Pengendalian PETI tersebut diduga dilakukan Edwin dan Yance yang mengaku sebagai pemilik BDL dan mengklaim izin BDL masih berlaku hingga 2021.

Namun di pihak lain, Pemprov Sulut memastikan izin BDL telah habis sejak 10 Maret 2019. Kepastian habisnya izin BDL tersebut ditegaskan Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulut serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Provinsi Sulut.

Hingga berita ini di Publish Pihak Edwin Dan Yance Tanesia belum bisa di konfirmasi.(Julian)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed