by

Kapolsek Lolayan Pastikan Tak Ada Kegiatan Di PT. BDL Setelah di Police Line Polda Sulut

Bolmong || manadozone.com – Kasus Ilegal maining yang terjadi di Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP-red) PT. Bulawan Daya Lestari (BDL-red) yang berada di Desa Mopait Kecamatan Lolayan, Bolmong, yang saat ini di seriusi Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut – red) menjadi perbincangan hangat di masyarakat, pasalnya para oknum yang sedang melakukan Praktek Ilegal Maining atau di Kenal dengan Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI-red) dinilai Kebal Hukum sehingga sampai saat ini para pelaku tersebut belum ditangkap oleh pihak Kepolisian.

Pekan lalu Polda Sulut telah memasang Garis Polisi (police line) di lokasi PT. BDL, namun informasi yang beredar bahwa masih ada aktivitas di lokasi yang sudah dipasangi garis Polisi tersebut, sehingga Management PT. BDL mengambil sikap untuk mengecek secara langsung ke Lokasi dengan harapan dapat didampingi pihak Kepolisian dengan membuat permohonan ke Kepolisian Sektor (Polsek-red) Lolayan, namun permintaan yang disampaikan oleh PT.BDL Ditolak oleh Kapolsek Lolayan AKP. Joel Lalensang

Baca juga:   Polres Bolmong Pastikan, Kasus Pencurian Dengan Terlapor Jimy Ingkiriwang Yang Dilaporkan Andri Runtuwene Tetap Berlanjut

Hal tersebut di utarakan Kuasa Direktur PT. BDL Mody Donny Sumolang Sth kepada manadozone.com (1/8). “Beberapa Waktu lalu Polda Sulut telah menindak lanjuti laporan kami dan telah memasang Police line, namun kami mendapat informasi bahwa Yance Tanesia dan Jimmy Ingkiriwang masih beraktivitas di lokasi PT.BDL maka kami berniat untuk memastikan secara langsung informasi tersebut dengan harapan dapat didampingi oleh Pihak kepolisian, untuk itu kami menyurat ke Polsek Lolayan untuk meminta Pendampingan, namun Kapolsek tidak berani untuk mengambil keputusan dan mengarahkan agar kami menyurat ke Polres Kotamobagu atau ke Polda Sulut dengan alasan Polda Sulut yang menangani permasalahan tersebut”. ujar Sumolang.

Baca juga:   Wakili Walikota, Sekolt Lolowang Hadiri Sosialisasi Kesetaraan Gender PPdPA Kota Tomohon

Lanjut di katakan Sumolang “ini surat yang kedua yang kami layangkan ke Polsek Lolayan dan untuk kedua kalinya Permohonan kami tak disetujui oleh Kapolsek, padahal sebagai Polisi wajib untuk mengayomi masyarakat, dan wajib juga untuk melindungi masyarakat, bagaimana kalau kami naik ke lokasi dan terjadi bentrok dengan para Preman yang menurut informasi di sewa oleh Yance Tanesia dan memakan Korban jiwa, siapa yang akan bertanggung jawab??”. Ungkap Donny.

Sementara itu Kapolsek Lolayan AKP Joel Lalonsang saat ditemui mengungkapkan bahwa pihaknya tidak berani untuk mengambil keputusan terkait permohonan PT.BDL. “untuk masalah BDL itu sudah di tangani Polda Sulut, jadi untuk permohonan seperti ini seharusnya di arahkan ke Polda, saya sebagai Kapolsek siap untuk mendampingi secara langsung asalkan ada perintah dari Polda Sulut, meskipun lokasi tersebut terletak di Wilayah Polsek Lolayan namun perkara tersebut sudah di tangani oleh Polda”. ujar Joel

Baca juga:   Pelaku PETI di Lokasi BDL "Kebal Hukum", Presidium 13 LSM Minta Mabes Polri Turun Lokasi

Kapolsek juga menambahkan, ” saya pastikan kalau di PT. BDL sudah tidak ada aktivitas, siapapun yang berani beraktivitas di lokasi yang sudah dipasangi police line mereka pasti akan di tindak tegas, apalagi police line tersebut di pasang oleh Polda, siapapun itu pasti akan ditindak”. tegas Kapolsek.(Julian)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed