by

Sambangi Polda Sulut, Pemegang Saham Mayoritas PT. BDL Pertanyakan Proses Hukum Pelaku Ilegal Maining Diwilayahnya

Dirkrimsus : Kami Akan Segera Tindak Lanjuti Laporan Tersebut

Manado || Manadozone – Pemilik Saham mayoritas (70 Persen) PT. Bulawan Daya Lestari (BDL) kembali sambangi Polda Sulut untuk mempertanyakan laporan mereka terkait Ilegal Maining yang dilakukan oleh Yance Tanesia dan Jimmy Ingkiriwang Cs.

Kuasa Direktur PT. BDL Mody Dony Sumolang. Sth yang juga Direktur PT. IPI didampingi Hasuruan Nainggolan yang juga salah satu Direktur PT. BDL saat dimintai keterangan senin 13/7 di Mapolda Sulut menyatakan bahwa kehadiran mereka hanya ingin mempertanyakan Progres Laporan Polisi (LP) terkait Ilegal Maining yang dilaporakan sejak bulan juni 2019 lalu. “Kami datang ke Tim Penyidik Tipiter Polda Sulut hanya ingin mempertanyakan Progres LP kami mengenai ilegal maining yang dilakukan oleh Yance Tanesia dan Jimmy Ingkiriwang dan kami percaya kalau Penyidik mampu mengungkap dan menangkap pelaku ilegal maining tersebut” ujar Sumolang.

Baca juga:   Ketua DPW LP2KP Sulut Minta Kapolda dan Dirkrimsus Polda Sulut Menangkap Oknum Mafia PETI Jimmy Ingkiriwang
polda sulut

Sumolang juga menjelaskan “sebagai pemegang saham mayoritas di BDL kami sangat jelas mengetahui kapan waktu perijinan kami akan selesai, dan sesuai dengan SK Bupati No 100 tahun 2011 dalam Diktum Kedua sangat jelas dicantumkan kalau masa berlaku IUP OP PT.BDL sejak 10 maret 2009 hingga 10 Maret 2019 meskipun IUP OP tersebut di tetapkan pada tahun 2011, pasalnya Ijin awal yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow pada tahun 2009 berupa Kuasa Pertambangan Eksploitasi (KPE) dan pada tahun 2011 disesuaikan menjadi IUP OP dengan ketentuan masa berlaku mengikuti ijin yang terdahulu Yakni 2009-2019, jadi kami paham betul kalau ijin PT.BDL telah selesai. jelas Dony

Baca juga:   Disinyalir Bermasalah Kejati dan Polda Sulut Diminta Lidik Proyek Pengerukan DAS Tondano

Ditambahkannya lagi, “Pihak Yance Tanesia sebenarnya sudah mengetahui kalau ijin Perusahaan sudah selesai, pasalnya anak kandung Yance Tanesia yang juga sebagai Komisaris dan pemilik saham minoritas (30 persen) Edwin Efraim Tanesia atau biasa di panggil Ko Edo pernah ikut mengajukan permohonan perpanjangan IUP OP yang sudah kami ajukan sebelumnya dan jelas sekali Ko Edo mengakui bahwa IUP OP telah berakhir pada tahun 2019, serta diperkuat dengan dikeluarkannya Surat dari Dinas Kehutanan Propinsi untuk Memberhentikan Aktivitas Pertambangan Kepada BDL, serta Pernyataan dari Dinas ESDM Propinsi dan Pusat yang menyatakan Izin PT. BDL telah berakhir pada maret 2019, jadi dekat pembuktian tersebut apapun aktivitas yang saat ini berlangsung di WIUP PT. BDL itu adalah Ilegal. ujar Dony

Baca juga:   Seharian Diguyur Hujan, Kota Manado Dilanda Banjir

“Kami berharap Pihak Kepolisian dapat Segera Memproses Laporan Kami, karena hingga saat ini Aktivitas PETI yang dilakukan Oleh Yance Tanesia dan Jimmy Ingkiriwang Cs masih berlangsung dan itu akan merugikan semua pihak” tambah Sumolang

Sementara itu Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulut Kombespol Michael Irwan Tamzil SIK saat dimintai tanggapan oleh sejumlah awak media menyatakan akan segera menindak lanjuti Laporan tersebut.” Iya memang benar ada laporan dari Pihak Donny Sumolang Cs terkait Ilegal maining dan secepatnya akan segera di proses, terkait ada masalah internal kepemilikan saham itu urusan lain” ujar Michael yang belum lama menjabat Dirkrimsus Polda Sulut

Hingga berita ini ditayangkan baik Yance Tanesia maupun Jimmy Ingkiriwang belum berhasil dimintai keterangan. (Julian)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed