by

Kinerja Polda Sulut Mulai Disoroti

Manado || manadozone.com – Proses penanganan perkara di Polda Sulut saat ini mulai di soroti oleh kalangan masyarakat, pasalnya sejumlah laporan yang di ajukan ke Polda Sulut tak kunjung di proses, salah satunya terkait Kasus Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI).

Dari Pengakuan salah satu Pelapor, Mody Dony Sumolang.Sth yang adalah kuasa Direktur PT. Bulawan Daya Lestari kepada manadozone.com (07/07), bahwa pihaknya telah melaporkan adanya tindak pidana Terkait ilegal maining yang dilakukan oleh Yance Tanesia dilahan PT.BDL namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut.

“Kami sangat kecewa dengan tindakan dari Polda Sulut yang hingga saat ini belum memproses Laporan yang kami ajukan terkait tindak pidana ilegal maining yang dilakukan oleh Yance Tanesia, padahal laporan kami sudah lebih dari setahun sejak bulan juni 2019 namun hingga saat ini tidak ada tindak lanjut, ujar Dony.

Baca juga:   Wakili Walikota, Solang Berharap IKM Tingkatkan Produk Daya Saing

lanjut dijelaskan Dony, ” Lokasi yang saat ini sementara diadakan aktivitas pertambangan ilegal oleh Yance Tanesia bersama Jimy Ingkiriwang adalah di Lokasi Patung, Monsi Desa Mopait Kecamatan Lolayan yang notabene Wilayah Ijin usaha Pertambangan PT. BDL yang ijinnya sudah habis sejak 10 Maret 2019 lalu dan statusnya masih dalam proses hukum di Mahkamah Agung, jadi seharusnya segala aktivitas di Lokasi tersebut harus di hentikan dan jika masih ada yang beraktivitas maka itu merupakan pelanggaran Hukum dan sudah seharusnya di proses sesuai undang-undang yang berlaku”.ujar Sumolang

Baca juga:   Rafiq Pangau Resmi Nahkodai Ketua Fraksi PDIP DPRD Bolmut

menanggapi hal tersebut Tokoh Pemuda Desa Mopait Nujul Mokodompit SH angkat bicara, Menurut Mokodompit Polda Sulut Seharusnya harus mengambil sikap tegas dalam memberantas para Pelaku PETI apalagi sudah ada yang melaporkan, terkait benar tidaknya laporan tersebut Polisi tetap harus memproses sesuai mekanisme yang ada bukan hanya didiamkan begitu saja.

“Polisi Seharusnya mesti Tegas dan jangan pandang bulu, siapa saja yang melakukan aktivitas PETI harus di proses, benar tidaknya laporan yang dilaporkan tetap harus diproses sesuai mekanisme yang ada, kalau hanya dibiarkan sama saja polisi merampas hak pelapor sebagai Warga Negara yang harus di lindungi dan dipenuhi haknya. Ujar Mokodompit

Baca juga:   Kapolres Kotamobagu Hadir Pelaksanaan Festival Budaya 'Cap Go Meh'

Mokodompit juga menambahkan, “terkait aktifitas PETI yang hingga detik ini masih berjalan di PT.BDL dengan menggunakan alat berat yang dilakukan oleh Yance Tanesia, kami sebagai warga lingkar tambang meminta agar Kapolda dapat dengan segera menindak dan menangkap para pelaku PETI tersebut, jangan hanya kami yang sebagai masyarakat kecil yang selalu di tangkap sedangkan mereka para pengusaha dibiarkan merampok hasil bumi kami warga Bolaang Mongondow Raya” ujar mokodompit

“kami berharap agar permintaan kami ini dapat di dengar sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kita bersama”. Kunci Mokodompit.

(Julian)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed