by

Sangadi Desa Poopo Ingatkan Warga Daftar Kepemilikan Tanah ke Program PTSL

BOLMONG, manadozone.com — Selain mendukung program Pemerintah, Sangadi Desa Poopo, Kecamatan Passi Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) juga mengingatkan warganya untuk respon, agar segera mendaftakan kepemilikan tanah pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL)

Sebab, melalui Program PTSL, wilayah Kecamatan Passi Timur yang meliputi 7 (tujuh) Desa, wilayah yang dipimpin Sangadi Helmy Ratu, masuk dalam program pemerintah indonesia untuk percepatan pembuatan sertifikat tanah

Dikatakan Helmy Ratu, Sangadi Desa Poopo, kegiatan pengukuran yang saat ini sedang di laksanakan sudah mencapai hingga 70% dari total luas desa, selain kawasan hutan, cagar alam dan lain sebagainya.

Baca juga:   Dinilai Tidak Berimbang, Perda Retribusi IMB Perlu Direvisi

“Saya berharap agar masyarakat yang ada di desa poopo bisa merespon program pemerintah ini sehingga bisa mendaftarkan tanah untuk di ukur karena manfaatnya sangat besar dimana hak akan tanah sudah di akui secara hukum dan perselisihan yang sering terjadi  akibat batas tanah-tanah masyarakat sudah bisa teratasi,” ucap Helmy Ratu, Sangadi Desa Poopo.

Lanjut Helmy, Sangadi Desa Poopo yang baru itu, menambahkan bahwa program PTSL oleh Pemerintah itu sangat bagus karena bisa membantu warga, yang sering terjadi adanya perselisihan akibat status, hingga batas tanah.

Baca juga:   Jalin Silahturahmi, Pemkot Tomohon Buka Puasa Bersama Umat Muslim

“Pemerintah desa Poopo sangat berterima kasih kepada Presiden Jokowi yang telah membuka program ini bersama BPN Pusat, Provinsi dan Kabupaten yang telah memberi kesempatan kepada Pemerintah dan masyarakat Desa Poopo bersama PTSL sehingga terlaksananya pengukuran tanah.” Terang Helmy Moudy Ratu, Sangadi Desa Poopo.

Rasa bahagia dan terima kasih pun terucap dari salah satu warga Desa Poopo, dengan mengatakan PTSL program Pemerintah, itu sangat membantu, hingga bisa mengatasi terjadinya keselahan atau pun perselisihan status tanah

“Sehingga tanah kami akan mendapatkan sertifikat dan dengan sudah di ukurnya tanah kami tidak akan terjadi lagi perselisihan akibat batas tanah dengan tetangga,” Singkat, Anse Salendu, warga Desa Poopo.

Baca juga:   Pelayanan Lelet, Bupati Diminta Evaluasi Kinerja Kepala Dukcapil Minahasa

Hal serupa juga dikatakan Koordinator Tim Pengukur PTSL, bahwa Program pemerintah ini di laksanakan agar keberadaan sertifikat tanah sebagai bukti kepastian hukum hak atas kepemiikan tanah, meminimalisir atau bahkan menghilangkan konflik, sengketa kepemilikan tanah dan memberikan banyak manfaat  bagi masyarakat

“Salah satunya bisa mendapatkan akses keuangan dengan menjadikan sertifikat tanah sebagai agunan pinjaman. Untuk itu saya mengajak masyarakt mensukseskan program pemerintah yang sedang kami laksanakan di desa poopo.” kata Rico Jefysa Melandi

(Di2 R/Zul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed