by

Astaga! Warga Kaget, Bayar Tagihan Listrik Melonjak Hingga 300%?

KOTAMOBAGU, manadozone.com — Kaget bukan kepalang, dialami salah satu warga desa Poyowa Besar 1 (Satu) yang harus membayar tagihan listrik dengan nilai melonjak drastis, hingga “300%”? yang tidak seperti biasanya.

Rasa kaget itu sontak dirasakan Rahmat Gilalom, warga desa Poyowa Besar 1 (Satu) Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu. Dengan mengatakan dirinya kaget saat melakukan pembayaran tagihan listrik, yang dinilainya mengalami kenaikan hingga 300%.

Dikatakan Rahmat Gilalom, tagihan yang dibayarnya itu diluar batas kewajaran. Sebab dibulan dan tahun sebelumnya biasa membayar tagihan listrik dalam jumlah 300 hingga 400 ribu rupiah setiap bulan.

 

“Sekarang saya bayar Rp 1.026.825. Sebelumnya saya bayar tagihan untuk 3 bulan terhitung maret, april dan mei, itu total Rp 1.576.853.” kata Rahmat Gilalom.

Baca juga:   OD Resmikan Lapangan Tembak Pistol Pierre Tendean di Makodam XIII/Merdeka

Dikatannya lagi, jika dilihat sejak tahun sebelumnya, bahkan saat listrik dirumahnya menggunakan mesin las, itu pun pembayarannya tidak melebihi hingga jutaan rupiah.

“Tahun kemarin saja, waktu masih ada mesin las. Pembayaran hanya paling mahal 500 ribu rupiah. Ini Sudah setahun tidak digunakan dan dikagetkan bulan ini pembayaran hingga 1 juta lebih, Kan anah” tambah Rahmat.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala PLN UP3 Kotamobagu, Meyrina Turambi, melalui Manager Bagian Transaksi Energy, John Fi Ardianova, kepada wartawan, rabu (24/06/2020) menjelaskan penyebab melonjak penaikan tagihan tersebut.

“Jadi yang bulan maret lalu, dibayarkan pada bulan april, begitu pun dengan bulan mei dibayar pada bulan juni. Kemungkinan melonjak tagihan karena pemakaian listrik pelanggan naik,” kata Jonh Fi.

Baca juga:   ROR-RD Pimpin Rapat Forkopimda, Ini yang Dibahas

Lanjut John Fi, penyebab naiknya pembayaran listrik tersebut, bisa diakibatkan penggunaan listrik pada bulan suci ramadhan meningkat.

“Tadi kita sudah lihat bersama konsumen, didata kami itu rata-rata pemakaian perbulan Rp 400 ribu sekian. Asumsi kami sementara karena di bulan puasa penggunaan listrik meningkat. Otomatis disaat sahur itu memakai tv, lampu, menyalakan penanak nasi listrik, pendingin dan lain sebagainya,” jelas John Fi Ardinova, Manager Bagian Transasksi Energy, PLN UP3 Kotamobagu.

Mendengar pernyataan dari Pihak PLN UP3 Kotamobagu, Rahmat Gilalom selaku pelaku tetap masih tidak bisa diterima, dengan penuh rasa kecewa.

Baca juga:   Menciptakan Udara dan Langit Bersih, Pemda Bolmong Dukung Program Pertamina

“Saya rasa penggunaan listrik dibulan puasa itu biasa seperti bulan-bulan sebelumnya. Tetapi kenapa bisa sampai begitu tagihannya. Mau tidak mau harus tetap dibayarkan,” terang Rahmat Gilalom, dengan penuh kekecewaan.

Pihak PLN UP3 Kotamobagu, juga menyatakan akan melakukan pengecekan ke kediaman pelanggan, sesuai dengan permintaan, guna memastikan apa ada kerusakan KWH Meter.

“Tapi saya pastikan kalau ada kerusakan Kwh meter, putarannya itu bukan semakin cepat melainkan semakin lambat. Jadi pemakaian pelanggan bukan semakin banyak tapi semakin sedikit. Makanya PLN rutin melakukan pemeliharaan meter, karena jika meternya rusak, yang dirugikan itu PLN bukan pelanggan,” terangnya John Fi Ardinova, kepada sejumlah wartawan diruang kerjanya.

(Zul)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed