by

Libatkan TKA Ilegal, Aktifitas PETI di lahan PT BDL Disoroti

Bolmong||manadozone.com – Pelaku Pertambangan Emas Tanpa Ijin (peti) di wilayah Bolaang Mongondow Raya rupanya tidak mengindahkan larangan dari Kapolda Sulut yang dengan tegas melarang melakukan Aktifitas Pertambangan tanpa ijin resmi dari pemerintah apalagi dengan menggunakan Alat berat.

Para pelaku PETI tak pernah merasa Puas merampok dan mengeruk kekayaan Alam Tanah Totabuan yang seharusnya di nikmati Masyarakat Bolaang Mongondow Raya (BMR)

Salah satunya adalah Yance Tanesia, dimana sesuai informasi yang di rangkum, suami dari Pdt Lenny Matoke Gembala Gereja Bethany Wanea Plasa tersebut sedang melakukan aktifitas PETI di lokasi PT BDL yang terletak di antara desa Mopait dan Toruakat, kecamatan Lolayan bekerja sama dengan Pengusaha asal Manado Jimmy Ingkiriwang dan menghadirkan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang diduga Ilegal untuk dijadikan Investor.

Baca juga:   Kapolda Sulut Hadiri HUT TNI Ke 72 di Megamas Manado

Menurut Keterangan dari Kuasa Direktur PT. BDL Donny Mody Sumolang Sth yang juga Direktur PT IPI pemegang saham mayoritas PT. BDL kepada manadozone.com 02/06 siang td, bahwa saat ini Yance Tanesia sedang menguasai Lahan PT. BDL dan sedang melakukan aktifitas Pertambangan tanpa ijin. “penguasaan Lahan yang dilakukan oleh Yance Tanesia adalah Ilegal, pasalnya secara Hukum Yance Tanesia Tidak memiliki hak apapun di lokasi PT BDL, yang adalah tanah Negara, sebab sejak 10 maret 2019 lalu Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) telah berakhir dan belum bisa diperpanjang karena ada permasalahan di Internal Perusahaan begitu juga dengan IUP OP hingga saat ini belum di perpanjang”. jelas Donny

Lanjut dikatakannya, “Semenjak Pak Hadi Pandunata memegang kendali PT. BDL pihaknya tidak pernah mendatangkan TKA Ilegal seperti yang di tuduhkan Yance, justru mereka (Yance dan Jimmy) yang saat ini membawa TKA Asal Cina tanpa ijin kerja untuk melakukan aktifitas pertambangan di Monsi”. Tutur Sumolang

Baca juga:   Kapolda Buka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri TA 2020/2021 di SPN Polda Sulut

“Sebetulnya jika tidak dihalangi oleh Yance Tanesia, ijin PT. BDL sudah selesai kami urus dan sudah beroperasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, namun karena Ambisi ingin mendapat keuntungan lebih makanya segala cara dihalalkan”, ucap Donny sembari menambahkan kalau saat ini permasalahan Internal PT. BDL sementara dalam tahapan Kasasi jadi kami harap Pemerintah untuk tidak memperpanjang ijin PT. BDL hingga ada keputusan Hukum tetap dari Mahkamah Agung”. ujar Sumolang

Menanggapi Permasalahan Tersebut, Ketua Penerus Kemerdekaan Republik Indonesia (MB-PKRI CADSENA) Sulut Herry Mandolang SE angkat bicara, menurut Mandolang, pemerintah terkait harus cepat merespon permasalahan tersebut agar tidak terjadi kericuhan di masyarakat. ” Pemerintah terkait harus segera bergerak untuk menghentikan aktifitas pertambangan ilegal, kalau lokasi tersebut masuk dalam Kawasan Hutan berarti Dinas Kehutanan yang harus Proaktif menghentikan Aktifitas Ilegal di lokasi tersebut”. ujar Mandolang yang juga Ketua Milisi Waraney Sulut
lanjut dikatakannya “Kami akan menyurat ke Gubernur Sulut dan Kapolda Sulut untuk mendesak agar supaya segera menghentikan aktifitas pertambangan Ilegal di BMR dengan tembusan Kapolri hingga Presiden Jokowi agar kasus Ilegal Maining dapat di berantas sesuai dengan Tujuan Kapolda Sulut” Tegas Mandolang

Baca juga:   Gelar Patroli Rutin, Tim Anoa Polres Kotamobagu Amankan Dua Pria Bersajam

Sementara baik Yance Tanesia maupun Jimmy Ingkiriwang hingga berita ini ditayangkan belum bisa diklarifikasi. (Julian/Tim)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed