Pemkot Tomohon Apresiasi Pimpinan Agama di Tomohon

Berita Utama, Tomohon889 Dilihat

Manadozone||Tomohon – Wali Kota Tomohon Jimmy Feidie Eman, SE.Ak.CA melalui juru bicara gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kota Tomohon Yelly Potuh,SS melalui rilis resmi, Sabtu (11/04/20) .mengatakan atas imbauan pemerintah untuk meniadakan pelaksanaan ibadah, untuk itu akan hal ini, pihak Pemerintah kota tomohon mengapresiasi kepada semua pimpinan-pimpinan agama yang ada di kota tomohon.

Lanjut Potuh, ucapan teimakasih disampaikan kepada seluruh umat Kristiani semua denominasi gereja dalam merayakan hari Jumat agung dan Paskah kali ini kita merayakannya dalam bentuk yang sangat berbeda terimakasih karena telah melaksanakan ibadah hari Jumat Agung dan hari raya Paskah dirumah masing-masing.

Baca juga:   Operasi Lilin 2021, Angka Kamatian Akibat Kecelakaan Menurun

Dirinya menegaskan untuk merayakan paskah besok hari sesuai dengan maklumat walikota Tomohon masyarakat diminta untuk tidak mengadakan peremuan dan kegiatan dalam bentuk apapun yang melibatkan banyak orang.Terang Potuh.

“Mari kita merayakan paskah tahun ini di rumah masing-masing bersama keluarga tanpa mengurangi makna kebangkitan Jesus Kristus,” tutur Potuh.

Selanjutnya seluruh warga Kota Tomohon terus diingatkan untuk mematuhi poin-poin maklumat walikota Tomohon  yang saat ini sudah dipasang di sejumlah tempat di Kota Tomohon oleh perangkat-perangkat daerah.

“Kami menginformasikan juga untuk Pasar Beriman Wilken pada besok hari Minggu ditutup dan pada setiap hari Minggu akan di tutup dan beroperasi hanya hari Senin-Sabtu sampai pukul 12 siang,” ujarnya.

Baca juga:   Pemkab Minahasa Sosialisasikan Sistem Pendaftaran Tanah

“Mari bersama-sama kita lawan dan putuskan penyebaran covid -19 di Kota Tomohon ini dengan cara tetap berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan dan jangan lupa tetap jaga jarak, Physical distancing, sosial distancing dan menggunakan masker kalau keluar rumah serta rajin mencuci tangan dengan sabun,” pungkasnya.

Kepada masyarakat dihimbau untuk tidak menghakimi dan mengucilkan serta tidak membangun stigma negatif tentang mereka yang terkait Covid-19 baik ODP, PDP maupun yang sudah terkonfirmasi positif. ujar Potuh. (RH/rdk)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *