Jubir Gugus Tugas Covid -19 Kota Tomohon Potuh Uraikan Terkait Anggaran Penanganan Covid-19 Kota Tomohon

Berita Utama, Tomohon478 Dilihat

Manadozone||Tomohon – Pemerintah kota tomohon,melalui juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kota tomohon Yelly Potuh. Kamis (02/04/2020), mengatakan menyangkut pendanaan untuk penanganan COFID 19 di Kota Tomohon, untuk itu pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp. 19.204.988.082 untuk penanganan COFID 19 yang terbagi atas

  1. Untuk Bidang Kesehatan … Rp. 5.994.014.000
  2. untuk bantuan pangan bagi pekerja tdk tetap terdampak COFID Rp. 11.308.000.000
  3. Penanganan olehBPBD,Dikbud dan SKPD lainnya …. Rp. 1.902.974.080.

Lanjut Potuh, akan hal ini, total keseluruhan berjumlah Rp. 19.204.998.092.

Dijelaskan Potuh, Khusus untuk bantuan kepada pekerja bukan penerima upah bulanan (tukang ojek, dsbnya,  Asisten II smntra membuat rapat utk penyusunan kriteria, dan kadis sosial sementara melakukan pendataan di setiap kelurahan, dengan persyaratan minimal 1. Ybs adalah warga kota Tmhn (dibuktikan dgn KTP dan KK). 2. Ybs adalah memiliki mata pencarian tunggal sbg pekerja bukan penerima upah bulanan dan tdk sbg pensiuan ASN, karyawan, dsb. 3. Ybs tidak menerima PKH, penerima sembako, dll. direncanakan akhir minggu depan sudah dapat dilaksanakan, dan bantuan yg diberikan adalah berupa natura.

Baca juga:   Pj Bupati Minahasa Jemmy Kumendong Ingatkan Panwascam soal Integritas dan kredibilitas

Terkait klarifikasi tentang kebenaraan  dugaan penjemput   saudaranya yang  Pasien positif COFID 19 telah berinteraksi  dengan 7 orang Tomohon. HAL INI TIDAK BENAR. secara kronologis dapat dijelaskan bahwa, sang pasien yg sekarang positif Cofid 19, berada  satu pesawat dengan temannya (katakan namanya si A). Sang Pasien dan si A tiba di   bandara Sam Ratulangi Manado.

Kemudian sang pasien tsb. dijemput oleh keponakannya di  bandara (katakan namanya si B) dan mereka (si pasien dan si B) menuju Manado. Teman si pasien (si A)  menuju kab/kota lain (tetapi  di propinsi sULUT ini juga) dgn menggunakan mobil. dan setiba disana ia berjumpa dgn kaum keluarganya di kab/kota itu.  Oleh Dinas Kesehatan setempat mereka semua (termasuk si A)  sedang diobservasi. sedangkan si B mengantar  tantenya (si pasien  di rumah di Manado). Si pasien tsb tidak pernah pergi ke Tomohon, walaupun KTPnya Tomohon Ketika si pasien merasa kurang sehat dia  lgsg memeriksakan diri di sebuah rumah sakit di Manado dan setelah beberapa hari dia dirujuk ke RSUP Prof Kandouw dan skrang dia  dinyatakan positif.

Baca juga:   Dua Lansia Kota Tomohon Terima Penghargaan Centennial Awards

Akan hal ini, Kita berdoa kiranya si pasien ini disembuhkan Tuhan. Tentang si B, Si B  ini pada hari berikutnya  kemudian menuju Tomohon, dan bertemu dgn kakek dan neneknya. Dalam perjalanan  ke Tomohon,  dia sendirian di mobil. Sesudah itu dia (sendirian di mobil) balik ke Manado dan dengan kesadaran sendiri menjalani isolasi mandiri dan tetap diobservasi oleh otoritas kesehatan di Manado. Marilah kiita semua  berdoa juga semoga si A dan si B serta keluarga si A diberikan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Jadi kiranya klarifikasi ini disampaikan agar masuyarakat tahu bahwa tidak ada 7 orang Tomohon yang berinteraksi dengan si B dalam mobil atau dalam pertemuan lainnya selain dgn keluarganya di Tomohon, dan keluarganya ada dalam keadaan sehat walafiat dan tetap diobservasi oleh Dinas Kesehatan Tomohon. (RH/Rdk)

Baca juga:   Buka Kegiatan HGN Walikota Senduk Ajak Seluruh Guru Tingkatkan Mutu Pelayanan Pendidikan Bagi Murid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *