Warga Terdampak Banjir di Bolmong Kecewa Dengan Kabalai Sungai 1 Sulut

BOLMONG, manadozone.com — Seperti disambar petir di siang bolong. Warga terdampak bencana banjir di desa domisil, pangi, dan pangi timur, Kecamatan Sangtombolang, dikagetkan dengan pernyataan yang menyayat hati, benci hingga marah ke Kepala Balai Sungai 1 Wilayah Sulawesi Utara.

Kesedihan dan kerisauan warga terdampak pasca banjir di Sangtombolang itu salah satunya terkait dengan Daerah Aliran Sungai (DAS) yang sudah mendangkal akibat tertimbun bebatuan dan lumpur, serta batang pepohonan, dengan harapan ada perhatian dari Balai Sungai Sulawesi Utara, untuk mengerahkan alat berat, untuk mengangkut dan menormalisasikan kembali.

Baca juga:   Wawali Lumentut Hadiri Sekaligus Buka Kegiatan Penatausahaan Sistem SIPD

Namun kerisauan warga terdampak bencana banjir pun harus kecewa dengan mendapati pernyataan yang dinilai tidak layak keluar dari mulut Ir Mochammad Silachoedin ME, Kepala Balai Sungai 1 Sulawesi Utara. Dengan  mengatakan hanya akan bertugas ke Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

“Kami diperintahkan ke Sangkup, sedangkan disini (red,Bolmong) ada Balai Jalan,” kata Ir Mochammad Silachoedin ME, Kepala Balai Saungai 1 Provinsi Sulawesi Utara, dengan santainya menjawab pertanyaan wartawan. Sabtu (07/03/2020) saat mengikuti rombongan Wakil Gubernur Sulut, Steven O.E Kandow.

Mendapati keluarnya pernyataan yang menyayat hati, benci hingga marah ke Ir Mochammad Silachoedin ME, warga pun menilai, lontaran kata yang disampaiakan Kepala Balai Sungai 1 Sulawesi Utara, itu tidak paham dengan topksi yang seharusnya.

Baca juga:   PLN – Pemerintah Ajak Komunitas Global Berkolaborasi dalam Pendanaan Transisi Energi

“Kalau bicara sungai itu tanggung jawab Balai Sungai sedangkan jalan ada pada Balai Jalan. Tidak bisa dia menyampaikan seperti itu seolah olah ada pilih kasih dan kami disini tidak penting, pantas saja sejak hari pertama tidak ada alat berat dari Balai Sungai,” kata Mimin Binol, warga terdampak banjir di desa Domisil.

Kerisauan warga dan rasa trauma pasca banjir melanda, hingga saat ini untuk normalisasi sungai, masih menunggu.

(Zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *