Polsek Lolak Tahap 2 Kasus Cabul Oknum Guru

BOLMONG, manadozone.com — Kepolisian Sektor (Polsek) Lolak, rabu (08/01/2020) siang mengirim barang bukti dan tersangka (Tahap 2) kasus dugaan cabul yang dilakukan oknum guru terhadap siswinya, yang terjadi sekitar bulan november tahun 2019 silam.

Pengiriman barang bukti dan tersangka LM alias Lex, oleh Polsek Lolak ke Kejaksaan Negeri Kotamobagu, dan diterima langsung Jaksa Penuntut Umum Imron Masadi, itu sebagai bentuk untuk memberikan efek jera kepada para predator anak.

Kepada wartawan, Kapolsek Lolak AKP Abdul Rahman Fauzi, membenarkan telah mengirim barang bukti dan tersangka, ke Kejaksaan Negeri Kotamobagu, sebagai bukti bahwa negara tidak main-main tehadap predator anak.

Baca juga:   56 Petugas dan WBP Rutan Manado Terima Vaksin Booster

“Tersangka dan barang bukti cabul oknum guru, telah tahap 2. Ini bukti bahwa negara tidak main-main terkait kasus perlindungan anak.” kata Kapolsek Lolak AKP Abdul Rahman Fauzi.

Seperti diketahui, dari hasil pemeriksaan penyidik, dan informasi yag didapat, selasa 12 november 2019, sekitar pukul 09.00 wita saat itu korban sebut saja bunga umur (9) tahun,  sedang berada di dalam ruang kelas V sementara mengikuti KBM Kegiatan Belajar Mengajar, kemudian pelaku LM alias Lex, memanggil korban untuk membaca buku pelajaran dan duduk dikursi samping pelaku.

Baca juga:   Kasatlantas Anita Sitinjak Ajak Masyarakat Glorakan MRSF di Kotamobagu

Pada saat korban sedang membaca buku, kemudian pelaku mulai meraba-raba badan korban dengan menggunakan tangan kanannya mulai dari memegang dada/payudara korban hingga perlahan mulai memegang paha dan kemaluan korban, dengan menggosok-gosokan jari tangan korban sampai korban selesai membaca buku.

Karena korban merasa takut kepada pelaku yang sering mencubit para siswa-siswinya korban pun memilih hanya diam saja dan tidak berani melakukan perlawanan. Setelah korban selesai membaca lalu korban disuruh oleh pelaku untuk kembali duduk dikursi tempat duduk korban sebelumnya.

Dan kemudian korban langsung menceritakan peristiwa pencabulan yang dialaminya tersebut kepada para saksi yang merupakan teman satu kelas korban. Akibat kejadian itu, korban mengalami trauma bahkan meminta kepada orang tuanya agar korban pindah sekolah.

Baca juga:   Pemda Bolmong Kembali Tanda Tangan Kerjasama dengan BSSN

(Zul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *