Ini Penjelasan AKP Aswar Soal Ayam yang disita Saat Penggerebekan

Ini Penjelasan AKP Aswar Soal Ayam yang disita Saat Penggerebekan
Gambar ist

MANADO, manadozone.com — Kepala Tim Manguni, AKP M Aswar Mur SIK, menjelaskan terkait penyitaan ayam saat penggerebekan sabung ayam yang terjadi di Pineleng, dan menjadi viral di media sosial (Facebook)

Dalam keterangan pers, Senin (30/12/19) AKP M Aswar Nur SIK, menjelaskan kronologi mulai dari menerima informasi warga adanya sabung ayam, hingga melakukan penggerebekan, penyitaan dan penggembosan ban kendaraan yang terpakir di area atau lokasi sabung ayam.

“Saya akan luruskan soal yang saya baca di FB dan media online, mengenai proses penangkapannya. Saya cuma meluruskan disini bahwa proses penangkapannya kita dapat melalui masyarakat. Bahwa ada sabung ayam besar didaerah Pineleng. Kemudian setelah mendapat beberapa info, kita croscek, kita liat banyak kendaraan, kemudian kita datang liat memang betul ada sabung ayam,” kata AKP Aswar Nur SIK.

Baca juga:   Advetorial: Lulus dengan Hasil Memuaskan, ROR Sandang Gelar Doktor dari¬†Unbraw Malang

Lanjut AKP Aswar, mantan Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, saat dilakukan penggerebekan para pemain sudah kabur, melihat tim berjumlah 7 (Tujuh) orang tiba dilokasi, serta mengantongi nama diduga sebagai pemilik lahan.

“Kita awalnya beri tau ini siapa, dan untuk memenuhi unsur itu bagaimana? tapi saat melihat kita, para pemain sudah kabur semua. Sehingga untuk Wasit, ini masih dalam tahap penyelidikan. Kami sudah mengantongi nama, terus untuk pemilik lahan, tempat, juga sudah kami kantongi,” tambahnya.

Mengenai barang bukti yang beredar di medsos bahwa menyatakan berada dikediamannya, AKP Aswar menjelaskan dikarenakan tidak ada tempat untuk menyimpan babuk ayam di Polda, baik di ruang Tahan dan Barang Bukti (tahti) atau pun di Reserse dan Kriminal (Reskrim)

“Untuk barang bukti, saya harus luruskan adalah, kenapa barang bukti yang ada info mengatakan berada dirumah saya, atau dirumah AKP Aswar, dan AKP Aswar itu saya. Yang pertama tempat penyimpanan barang bukti di Polda, di Tahti itu tidak ada, di reskrim pun tidak ada. Sehingga jika saya taruh di polda, siapa yang bisa memastikan bahwa barang bukti itu akan lengkap? Tidak ada yang bisa memastikan. Namun, jika memang harus ada yang minta untuk datangkan barang bukti, maka saya bisa pastikan 100% datangkan barang bukti di Polda dengan keadaan lengkap,” tambahnya lagi.

Baca juga:   Pemkab Minahasa Sosialisasikan Sistem Pendaftaran Tanah

Lebih lanjut lagi dikatakannya, mengenai penggembosan Ban dan pembakaran kios dilokasi sabung ayam, itu adalah semata-mata untuk memberikan efek jera. Sebab dikatakannya, pernah juga dilkukan ditempat lain, meski telah dibakar, namun tetap dibuka lagi kios ditempat yang sama.

“Untuk masalah pengembusan kendaraan, yang viral di FB, kenapa kami gembuskan? itu sebagai efek jera terhadap pemain atau para penonton. Dan saya bisa pastikan 90% orang yang datang ke situ meski tidak membawa ayam, tapi turut bermain judi. Soal kios yang dibakar, kalau kita tidak mengambil seperti itu pasti akan terjadi ulang sebagai tempat bermain ulang sabung ayam. Kemarin juga seperti itu, sudah dibakar masih juga. Berarti pandang enteng kan?

Baca juga:   Pemkot Tomohon Gelar Rapat Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun

Perlu dikatahui, khusus Ayam, Tim Manguni simpan ditempat aman. Dan untuk Felt, Jam, lampu itu berada di Polda. Dan setelah dilakukan koordinasi dengan pimpinan, jika tidak memenuhi unsur, maka Tim Manguni akan memanggil semua pemilik ayam, lalu akan musnahkan.

(*)

Tags:
banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Leave a Reply