Lolowang : Tumbuh dan Berkembangnya Musik Kolintang Sebagai Makna Produk Budaya

Berita Utama, Tomohon618 Dilihat

Manadozone||Tomohon – Kolintang adalah alat musik tradisional. namun sesungguhnya istilah tradisional inilah yang sering kali menjadi masalah’ bagi pengembangan kolintang. Akan hal ini dikatakan Sekretaris Daerah Kota Tomohon Ir. Harold V. Lolowang, MSc, mewakili Walikota Tomohon Jimmy F Eman, saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan pembuatan dokumentasi sejarah dan budaya daerah. Jumad (27/09/2019), bertempat di AAB Guest House Tomohon.

Dijelaskan Lolowang, kolintang di satu sisi adalah jenis musik tradisional tapi di sisi lain, dari musik yang sedemikian tradisional itu, mengandung nilai estetika yang mendalam. Sampai saat ini, diyakini bahwa musik kolintang akan tetap eksis dan akan terus ada dalam persaingan.

Baca juga:   Orasi Kebangsaan Sumpah Pemuda, Kapolri: Persatuan-Kesatuan Wujudkan Indonesia Emas 2045

“Tumbuh dan berkembangnya musik kolintang ini, menunjukkan bahwa proses pemaknaan produk budaya, terkait erat dengan konteks yang melingkupinya.” ujar Lolowang.

Lanjut Lolowang, ada tiga unsur estetika yang tidak bisa diabaikan, yakni wujud/rupa, bobot/isi, dan penampilan/penyajian. Tiga unsur estetika dalam setiap kesenian tersebut, dimiliki juga oleh musik kolintang.

Diharapkan Lolowang,melaluikajian ini kiranya merupakan awal dari upaya menggali nilai-nilai estetika yang terdapat dalam berbagai bentuk seni di nusantara.

“Mencermati akan hal ini maka pemerintah Kota Tomohon melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Daerah Kota Tomohon melaksanakan kegiatan Pembuatan Dokumentasi Sejarah Budaya Daerah melalui FGD (Focus Group Discuss) untuk mengkaji tentang estetika musik kolintang, untuk menggali.” kata Lolowang.

Baca juga:   Rutan Manado Rutin Senam Bersama dan Penyuluhan Kesehatan

Kegiatan ini tampil sebagai Narasumber Ketua Umum Rumah Budaya Nusantara Wale Ma’Zani Joudy Aray, S.Pd, Dekan Fakultas Pariwisata Unika De La Sale Manado DR. Stevanus Ngenget, SS, MA, Dosen Ilmu Budaya dan Agama Universitas Denpasar Bali DR. Dominika Dini Afiat, ST, MM, serta Moderator Ambrosius Loho, S.Fils, M.Fils Dosen Unika De La Sale Manado. dihadiri Penggiat Seni se-Kota Tomohon. (JP)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *