by

Apindo Berharap Sulut Mampu Tingkatkan Ekspor Komoditas Unggulan

Manadozone || Jakarta – Menghadapi kondisi perekonomian Indonesia yang kurang menguntungkan terkait anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika saat ini. Pengusaha asal Sulut yang juga merupakan salah satu Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Anton Joenoes Supit menyatakan, pengusaha daerah sebaiknya lebih memfokuskan upaya meningkatkan ekspor. Khususnya komoditas unggulan seperti perikanan.

Menurut Supit, peningkatan volume ekspor akan mendorong pergerakan ekonomi daerah Sulawesi Utara ke arah yang lebih baik.”Tingkatkan ekspor komoditas unggulan khususnya perikanan dan hasil perkebunan akan memberi dorongan positif terhadap pergerakan ekonomi yang lebih baik,” tandas Supit saat dihubungi Manadozone.com di Jakarta Jumat ( 21/9/2018).

Baca juga:   DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna Penutupan Masa Persidangan Ke-III Tahun 2017 dan Pembukaan Persidangan I Tahun 2018

Produk perikanan, ikan kaleng, katanya, sudah menjadi bahan pangan utama di sejumlah negara, sehingga bisa ditingkatkan volume ekspor hampir setiap bulan.

Selain potensi pasar yang cukup besar, katanya, tawaran harga yang bersaing menjadi salah satu faktor pendorong, sehingga pengekspor di daerah ini terus mengoptimalkan permintaan pasar negara luar salah satunya Timur Tengah.

“Harga beli produk perikanan negara Timur Tengah bersaing dengan Eropa dan kawasan dunia lainnya. Ini menjadi salah satu motivasi bagi pengekspor, sehingga terus menambah volume ekspor,” lanjutnya lagi.

Baca juga:   Konsep Pelayanan Polres Minsel Cepat, Tepat Dan Bermartabat

Negara-negara potensial sebagai pembeli komoditas unggulan Sulut di kawasan Eropa diantaranya Belanda, Jerman, Italia, Rusia, Inggris, sementara di kawasan Asia yakni China, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, kawasan Amerika yakni Amerika Serikat, Afrika yakni Yaman dan Selandia Baru.

Sementa komoditas unggulan daerah ini yang mendominasi ekspor terbanyak yakni minyak kelapa kasar, kemudian disusul minyak kelapa kasar(CCO), tepung kelapa, arang tempurung, pala, ikan segar, ikan tuna, ikan kaleng, ikan kayu dan komoditas lainnya.(Jimmy)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.