by

Pengolahan Sampah Padat Beijing Bakal Diterapkan di Indonesia

Manadozone || Beijing – Duta Besar Djauhari Oratmangun melakukan kunjungan ke perusahaan pengolahan sampah Jiangsu Xuefeng Environmental Protection Science & Technology Co.Ltd, di Kota Yuncheng, Provinsi Shanxi.
Perusahaan Xuefeng yang telah
terinkorporasi sejak tahun 2007 dengan modal terdaftar senilai RMB 46 juta ini bergerak di bidang riset dan pengembangan, desain, instalasi, penjualan perlengkapan hasil olahan sampah padat, pembelajaran komprehensif mengenai teknologi pembuangan, bioteknologi perlindungan lingkungan, serta teknologi perbaikan tanah dan pengendalinan disertifikasi.

Proses Pengolahan Limbah

Pada kunjungan ini Dubes Djauhari menyaksikan secara langsung pengolahan sampah yang
dilakukan perusahaan dengan kapasitas pengolahan sampah600 ton dan 300 ton ini memiliki kantor pusat di kota Suqian dan tiga kantor cabang lainnya di Kota Yuncheng,
Beijing, dan Nanning. Dalam prakteknya, sampah diterima sebanyak 300 ton dari Pemerintah County Linyi yang kemudian ditampung di ruang penyimpanan untuk fermentasi selama tujuh hari.
Setelah difermentasi, sampah dipilah sesuai kategori seperti logam, plastik, organik, dan puing.
Seluruh proses pengolahan sampah ini dapat dimonitor di ruang control panel, dengan teknologi yang terintegerasi.

Baca juga:   Pemkot Adakan Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tingkat Daerah Kota Tomohon

Pengolahan sampah oleh perusahaan ini telah mendapatkan
paten “Garbage Harmless Comprehensive Disposal Equipment” serta berbagai penghargaan di bidang perlindungan lingkungan. Sampah yang diolah dapat didaur ulang menghasilkan berbagai output multi fungsi sesuai jenisnya. Sampah puing didaur-ulang menjadi batako, bata ringan, gorong-gorong, keramik, dan sebagainya, sedangkan sampah plastik dapat diolah menjadi palet, partisi bangunan, perangkat dermaga kapal, kusen pintu dan jendela.

Untuk sampah organik diolah menjadi pupuk yang telah dimanfaatkan oleh perkebunan sekitar perusahaan ini. Pula sampah metal dapat didaur ulang sesuai fungsinya.

Baca juga:   Tangguh, Tujuh Kali Berturut Turut Pemkot Tomohon Raih Opini WTP dari BPK

Pada kesempatan ini Dubes Djauhari juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Pemerintah JiangsuXuefeng Environmental Protection Science &
Technology Co.Ltd dengan BaliEnergy Waste serta penunjukkan kuasa Perwakilan Indonesia kepada PT. Sejahtera Lestari Utama Jaya.

Hasil Olahan Sampah Padat

Pilihan kerja sama ini diambil mengingat daur ulang sampah oleh perusahaan Xuefang dapat
mencapai 98%, tanpa polusi, tidak berbahaya, serta telah mendapatkan berbagaipenghargaan dan jaminan hasil output bebas bakteri.

Pengolahan sampah yang benar dapat memberikan berbagai keuntungan sosial, lingkungan,
dan ekonomis, termasuk mendukung upaya pemerintah untuk pembangunan yang
berkelanjutan. Penerapan pengolahan sampah modern ini juga dapat mendukung
terciptanya wisata ramah lingkungan di kota-kota di Indonesia.(DJO/JIM)

Baca juga:   Walikota Eman Terima Penghargaan dari BPJS

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed