by

Putra Sulut Dipercaya Kuasa Hukum Gubernur Aceh

Manadozone || Jakarta – Suatu kebanggaan buat Sulawesi Utara (Sulut) dinilai dari sisi profesionalisme, dimana salah satu putra terbaiknya Dr Santrawan Paparang SH, MH, M.Kn dipercaya menjadi kuasa hukum Gubernur Aceh non aktif Irwandi Yusuf.

Lewat kantor advokat dan konsultan hukum Paparang-Batubara & Partners, Irwandi Yusuf yang kini tersangka KPK menunjuk Santrawan Paparang dan Haposan Batubara sebagai kuasa hukum.

Menurut Paparang saat dihubungi Manadozone.com, dirinya melaksanakan tugas serta pekerjaannya selaku pengacara merupakan panggilan tugas profesi.”Ini tugas profesi dan saya melakukannya secara profesional dalam membela kepentingan klien,” tukas pria kelahiran Sangihe Talaud ini.

Baca juga:   ROR Ikuti Rakor dengan KPK RI, MCP Korsupgah Minahasa Naik

Paparang juga menilai setiap warga negara memiliki kesamaan hak dimata hukum. Hal tersebut yang mendorongnya berkiprah dalam dunia hukum khususnya sebagai pengacara.”Saya sangat prihatin melihat banyak masyarakat yang masih belum merasakan keadilan yang sesungguhnya. Hak rakyat banyak yang dirampas dan mereka tidak paham hukum sehingga pada akhirnya dirugikan,” papar Wakil Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) ini.

Terkait kasus Irwandi Yusuf, Paparang berharap pihak KPK menempatkan kasus kliennya ditangani secara proporsional menurut hukum yang sesungguhnya tanpa dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat politis.”Saya harap aparat penegak hukum lembaga KPK menempatkan kasus klien saya murni hukum dan tidak dikaitkan dengan politis,” tegas Paparang.

Baca juga:   Diserahkan Walikota Eman, KIA Sebagai Pilot Project di Sulut

Sebelumnya, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Bupati Meriah Bener, Ahmadi dan delapan orang lainnya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim KPK di Aceh. Irwandi diamankan di rumah dinas Gubernur Aceh, Banda Aceh. Sementara, Ahmadi ditangkap di Takengon sepulang memberi pembekalan caleg Partai Golkar. Irwandi menjadi tersangka dugaan penerimaan suap terkait Alokasi Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh Tahun Anggaran 2018. Ia juga diduga menerima suap sebesar Rp 500.000.000 dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. KPK membawa sejumlah barang bukti saat melakukan OTT.

Penulis : Jimmy Endey

Baca juga:   WAKILI BUPATI ROR, TUMUNDO TERIMA BANTUAN SUMONDER USA 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed