by

Potensi Menggiurkan Sarang Burung Walet Indonesia di Tiongkok

Manadozone || Beijing – Berbagai upaya dilakukan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun untuk menjalin kerjasama bilateral.

Sarang burung walet merupakan salah satu perekat hubungan Indonesia dan Tiongkok. Oleh karena itu, Indonesia akan mendukung langkah Tiongkok untuk mempromosikan perdagangan sarang burung walet dengan lebih baik. Demikian salah satu poin penting yang disampaikan Dubes Djauhari dalam sambutannya pada Konferensi Tahunan ke-4 Sarang Burung Walet yang diselenggarakan oleh China Agriculture Wholesale Market Association (CAWA) dan Bird’s Nest Credit Alliance of Registration and Certification, di Hotel Shangri-La, Beijing bertema “Shared Vision, Shared Prosperity–A Regulated Market Creates Development”.

Menurut Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok itu, Indonesia merupakan sumber sarang burung walet terbesar di dunia, sementara Tiongkok merupakan konsumen terbesar sarang burung walet secara global. Keseriusan Pemerintah Indonesia dan Tiongkok dalam mengelola perdagangan sarang burung walet tercermin dalam pembicaraan Presiden Joko Widodo dengan PM Li Keqiang di Bogor pada bulan Mei 2018 lalu.

 

 

Konferensi dihadiri oleh ekportir dan importir sarang burung walet dari berbagai negara, pejabat terkait dari Kementerian Perdagangan Tiongkok, Bea Cukai Tiongkok, serta perwakilan beberapa negara yang berperan dalam perdagangan sarang burung walet.

Baca juga:   Ketika Kelapa Sawit Mempererat Hubungan Indonesia Tiongkok

Saat ini, Indonesia merupakan penghasil sarang burung walet nomor satu di dunia diikuti oleh Malaysia, Thailand dan Vietnam. Tahun 2017, pasar terbesar sarang burung walet Indonesia adalah Hong Kong dan Tiongkok dengan total nilai 235.1 juta dolar Amerika. Sarang burung walet Indonesia masuk ke Tiongkok secara langsung, dan tidak langsung melalui pihak ketiga yaitu Hong Kong, Malaysia, dan bahkan Singapura. Dengan demikian, ketiga negara tersebut selain merupakan pasar juga merupakan pesaing bagi Indonesia untuk produk sarang burung walet.

Agar produk sarang burung walet Indonesia memenuhi standar yang ditetapkan Pemerintah Tiongkok, Indonesia dan Tiongkok telah menandatangani Protocol of Inspection, Quarantine, and Hygiene Requirements untuk impor produk sarang burung walet dari Indonesia ke Tiongkok pada tahun 2012. Pada November 2014, enam eksportir sarang burung walet mendapatkan sertifikasi sehingga meningkatkan ekspor sarang burung walet menjadi 22.3 juta USD di tahun 2015 dan naik menjadi 102.9 juta USD di tahun 2017. Sampai dengan bulan Juli 2018, terdapat 21 industri pengolahan sarang burung walet dari Indonesia yang telah mendapatkan sertifikasi dari CNCA (Badan Sertifikasi dan Adminitrasi Akreditasi Tiongkok). Semakin meningkatnya ekspor sarang burung walet selain merupakan kegigihan dari para eksportir, juga buah dari kerja keras Fungsi Ekonomi dan Atase Perdagangan KBRI Beijing bekerja sama dengan pihak terkait di Pusat sehingga protokol dapat terwujud dan semakin banyak industri sarang burung walet Indonesia yang mendapatkan sertifikasi.

Baca juga:   Pemkot Tomohon Gelar Rapat Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun

 

 

Meskipun nilai ekspor sarang burung walet ke Tiongkok masih kecil di tahun 2011 yaitu sebesar 12.2 juta dolar Amerika dan mencapai 102,9 juta dolar Amerika di tahun 2017, masih banyak terdapat kemungkinan nilai ekspor akan semakin besar ke Tiongkok. Pasar sarang burung walet diperkirakan belum akan jenuh dalam waktu dekat ini. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya adalah khasiat sarang burung walet yang dipercaya kaya akan nutrisi dan memberikan banyak manfaat kesehatan dan kecantikan bila dikonsumsi, termasuk bagi wanita hamil yang juga akan memberikan dampak bagi calon bayi yang sedang dikandungnya. Pakar di Tiongkok menyampaikan bahwa pembeli sarang burung walet adalah laki-laki tetapi sebagian besar dikonsumsi perempuan di mana 75% nya adalah wanita hamil. Pemerintah Tiongkok juga sedang berupaya agar sarang burung walet dapat dinikmati oleh semua kalangan masyarakat, tidak hanya kalangan berada.

Sarang burung walet, yang merupakan air liur dari burung walet, termasuk dalam salah satu jenis makanan termahal di dunia yang dijuluki sebagai “Caviar dari Timur”, dan telah dipercaya khasiatnya bagi kesehatan dan kecantikan. Sarang burung walet mengandung nilai gizi yang tinggi, dengan komposisi utamanya adalah protein, asam amino, berbagai mineral dan anti oksidan. Saat ini sudah banyak produk turunan dari sarang burung walet seperti dibuat untuk berbagai makanan, minuman, dan bahkan masker dari sarang burung walet.

Baca juga:   Lolowang Wakilili Walikota Hadiri Sosialisasi Penyusunan RAD - PUG

Pada awal sejarahnya, sarang burung walet merupakan hidangan di kalangan keluarga kaisar sehingga harganya mahal dan dianggap sebagai hidangan istimewa. Saat ini, harga yang tinggi tersebut selain karena jumlahnya yang tidak banyak dan sulitnya pengolahan sarang burung walet, Tiongkok juga bukan penghasil sarang burung walet. Namun dengan harga yang tinggi sekalipun (bisa mencapai 35 juta rupiah per kilogram bergantung pada kualitas), konsumsi sarang burung walet di Tiongkok hingga saat ini tetaplah yang tertinggi. Bayangkan, Tiongkok mengkonsumsi 80% dari konsumsi global sarang burung walet. Betapa pangsa pasar yang sangat besar, bukan?

Patut di apresiasi perjuangan KBRI di Republik Rakyat Tiongkok yang dinakhodai Djauhari Oratmangun. Bravo Tuan Ambassador!(DJO/JIM)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed