by

Polisi Temukan Sajam Dalam Demo Terkait Pilkada Talaud

Manadozone || Talaud – Aksi unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Masyarakat Peduli Pilkada Talaud dinilai melanggar aturan dan bisa mengarah ke tindakan anarkis. Pasalnya aksi unjuk rasa atau demonstrasi yang dilindungi undang-undang dinodai dengan adanya senjata tajam (sajam) yang dibawa para pelaku unjuk rasa.

Aksi demo yang dilakukan di jalan raya depan Mako Brimob Talaud, Kelurahan Melonguane Barat, Kecamatan Melonguane, mendapat pengawalan ketat aparat yang dipimpin Kapolres Kepulauan Talaud, AKBP Marojahan Denny Irawan Situmorang dan Dandim 1312/Talaud, Letkol (Arm) Gregorius Eka Setiawan.

Dalam aksi tersebut, sekitar pukul 11.00 WITA, personil gabungan melakukan razia terhadap kendaraan bermotor roda dua, tiga, empat dan enam yang akan digunakan pengunjuk rasa di titik kumpul, Lapangan Sangkundiman Melonguane.

Baca juga:   BPK RI Apresiasi Penyerahan LKPD Kota Tomohon Tahun 2016

Dari hasil pemeriksaan ditemukan beberapa senjata tajam (sajam) berupa 1 bilah samurai, 1 pasang panah, 8 bilah pisau, 7 buah ketapel, 4 buah gunting, 5 botol Bensin, 3 buah Kater, 2 buah pipa besi, 2 buah obeng, 1 tas coklat batu kerikil, 1 tas loreng batu kerikil, 1 butir peluru revolver, 7 buah senjata bintan-bintan, 1 buah mata tombak, 1 buah pisau lempar pakai rantai, 1 buah taring ikan layar dan 1 karong berisi batu.

“Ada sejumlah senjata tajam yang dibawa massa pengunjuk rasa yang sudah disita dan diamankan petugas saat melakukan pemeriksaan,” kata Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kepulauan Talaud, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Marojahan Denny Irawan Situmorang.

Baca juga:   Di Provinsi Sulut, Kota Tomohon Satu-Satunya Daerah Yang Memiliki SP4N

Tim gabungan Polri dan TNI saat melakukan pengamanan aksi unjuk rasa dari massa yang menamakan Aliansi Masyarakat Peduli Pilkada Talaud, Rabu, 04 Juli 2018 di jalan raya depan Mako Brimob, Kelurahan Melonguane Barat, Kecamatan Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Provinsi Sulawesi Utara.

Operasi pemeriksaan terhadap para pengunjuk rasa ini, menurut Marojahan, guna mencegah peredaran senjata tajam dan benda berbahya yang akan digunakan saat penyampaian aspirasi.

“Operasi juga sebagai upaya pencegahan atau preventif jangan sampai massa pendemo melakukan aksi anarkis dengan senjata tajam dan benda berbahaya lainnya,” jelasnya, seraya menambahkan pengamanan ini juga sebagai bagian dari Operasi Mantap Praja dalam rangka Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah).

Baca juga:   Aleg Partai Nasdem Berkomitmen Jika VAP-Hendry Pimpin Sulut, Sekprov dari Bolmut

Setidaknya, Marojahan melanjutkan, delapan orang pengunjuk rasa tertangkap tangan membawa senjata tajam.

“Mereka diperiksa Markas Komando (Mako) Brigade Mobile (Brimob). Mereka di BAP (Berita Acara Pemeriksaan) kemudian membuat surat pernyataan tidak ditahan,” ujarnya.(Ully)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed