by

Denny Tewu Siap Majukan Sulut Lewat DPD

Writter : Jimmy Endey

Manadozone || Manado – Komitmen membangun Sulawesi Utara bagi sosok Denny Tewu bukan sekedar wacana atau kampanye belaka. Pria yang bergelar Doktor dengan nama lengkap Magit Les Denny Tewu ini berdarah Minahasa namun lahir di Surabaya ini lebih dikenal sebagai ketua umum partai politik berbasis keagamaan, Partai Damai Sejahtera. Meski saat ini aktif menekuni karir politik, alumnus Program Pascasarjana tingkat Magister Universitas Trisakti Jakarta ini tidak menunjukkan ketertarikan dalam dunia politik sejak kecil. Setelah menyelesaikan pendidikan formal di tingkat dasar hingga menengah, Denny Tewu lebih tertarik menempuh ilmu ekonomi di UNSRAT Manado.

Karir profesional pertama yang dilakoni bapak tiga anak ini pun terkesan jauh dari dunia politik, sebagai Marketing Manager di PT. Cahaya Baru Raya. Hanya setahun membina karir di perusahaan tersebut, suami Juanita Walewangko ini memutuskan berhenti karena diangkat sebagai PNS Departemen Keuangan RI bagian Badan Pelayanan Kemudahan Ekspor RI.

Baca juga:   Ketua MUI Kotamobagu Dukung Pemerintah Terkait Pembubaran Ormas FPI

Setelah melakoni tugas sehari-hari sebagai PNS Depkeu selama satu dekade (1991 – 2001), Denny Tewu kembali memutuskan berhenti dan menjabat sebagai Komisaris PT Tebar Jala Group. Pada masa-sama inilah, dan mungkin dua tahun sebelumnya ketika Pemilu 1999 diwarnai berbagai atribut partai, Denny Tewu memutuskan untuk membentuk partainya sendiri, Damai Sejahtera.

Awal milenium tersebut sepertinya juga menjadi awal baru bagi babak kehidupan pria penganut Kristen Protestan yang taat ini. Di tengah kesibukan mengurusi partai yang tetap eksis hingga profil diunggah, dan kesibukan manajerial sebagai komisaris beberapa perusahaan, Denny Tewu masih sempat menyelesaikan pendidikan tingkat Doktoral di Universitas Padjajaran Bandung pada 2010 lalu.

Baca juga:   Pemkot Tomohon Awali Ibadah Tahun 2017 di GMIM Bait-El Kamasi

Denny Tewu merupakan salah satu arsitek. Lahirnya Partai Damai Sejahtera (PDS) ini meninggalkan pekerjaannya sebagai PNS di Departemen Keuangan lalu memilih berkiprah di dunia politik karena ingin menggarami dunia perpolitikan di Tanah Air. Setelah menjadi Sekretaris Jenderal (2001-2006) dan Wakil Ketua Umum (2006-2010), ia terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PDS periode 2010-2015.

Menjadi calong anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Tewu mempunyai visi menghadirkan Sulawesi Utara di pentas nasional maupun dunia dengan mendorong berbagai pihak untuk menjadikan Sulawesi Utara sebagai salah satu pemain ekonomi dunia di keramaian lalu lintas perdagangan di lautan pacific dengan filosofi sitou timou tumou tou (Jangan cuma pande/kaya sandiri). Dengan demikian mimpi Sam Ratulangi, Pahlawan Nasional dari Sulawesi Utara dapat terwujud.

Dengan misi antara lain :
I. Mengupayakan percepatan terwujudnya berbagai infrastruktur yang masih berproses seperti Tol Manado Bitung, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Hub Port Internasional Bitung juga percepatan pembangunan berbagai lokasi pariwisata dan digitalisasi di berbagai bidang, seperti pendidikan, pemerintahan dan berbagai layanan publik.
II. Mengajak Pemerintah dan lembaga-lembaga pendidikan untuk memprioritaskan sektor pendidikan agar SDM Sulut siap menghadapi era Globalisasi, MEA dan Keramaian Perdagangan di Lautan Pacific sehingga tidak perlu mengimpor tenaga ahli yang terkait ekonomi, bisnis, kemaritiman, pariwisata, IT dan bidang lainnya yang terkait,
III. Mengajak semua pihak untuk menuntaskan 3 masalah mendasar utama di Sulut :
A. Air berlimpah tapi krisis air.
B. Sumber energy berlimpah tapi krisis listrik.
C. Sumberdaya Daya Manusia hebat tapi tingkat korupsi dan pengangguran serta pelanggaran HAM khususnya Perempuan dan anak masih tinggi.

Baca juga:   Rukun Maluku Pela Gandong Bolmong Raya Kantongi Akta Notaris

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed