by

Kaunang : Tahun 2018 Kabupaten Minahasa Bakal Miliki Layanan Pemeriksaan HIV AIDS

Manadozone||Minahasa -Salah satu penyakit paling ditakuti manusia yakni Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) ternyata sudah menyebar di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Sulut). Penderitanya pun dikabarkan sudah menyentuh angka ratusan.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa sampai pada akhir tahun 2017, ada 305 warga yang positif tertular. Yakni, 73 penderita HIV dan 232 Aids.

Hal tersebut dibenarkan Kadis Kesehatan Kabupaten Minahasa, dr Juliana Kaunang. “Warga Minahasa yang pertama kali terdeteksi mengidap penyakit tersebut pada tahun 1997 silam. Warga itupun diketahui positif di Rumah Sakit Bethesda Tomohon, sehingga menjadi lokasi pendirian Voluntary Counselling and Testing (VCT) atau tempat konseling dan tes,” ujar Kaunang.

Baca juga:   DPRD Tomohon Menggelar Rapat Sidang Paripurna HUT Ke-14 Kota Tomohon

Lanjutnya, angka penderita yang dikataknya tadi diperoleh dari Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara. Karena saat ini Kabupaten Minahasa belum memiliki klinik VCT untuk melakukan tes penyakit HIV AIDS.

“Namun untuk tahun 2018 ini, Kabupaten Minahasa sudah akan ada layanan pemeriksaan HIV AIDS. Dan layanan tersebut akan tersedia di setiap Puskesmas. Selin gratis, pemeriksaannya dilakukan secara komprehensif,” jelasnya.

Sesuai dengan surat edaran Menteri Kesehatan RI, sasaran utama pemeriksaan adalah para ibu hamil. “Tanda-tanda seseorang yang mengidap HIV AIDS antaranya seperti turunnya imun tubuh, serta mudah terserang penyakit. Karena virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh,” ungkapnya.

Baca juga:   Ini Nama nama Pejabat Eselon II dan III Yang Dilantik Bupati JWS

Oleh karena itu dirinya mengimbau warga Minahasa untuk tidak segan memeriksaan diri jika merasa ada tanda-tanda tersebut.

“Selain itu, pola hidup sehat harus dibudayakan. Terlebih dalam pergaulan, sehingga dijauhkan dari penyakit mematikan itu. Apalagi penyakit tersebut menular melalui darah maupun cairan. Masa penularan pun berlangsung pada kisaran 10 hingga 15 tahun,” pungkasnya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed