by

Pertahankan Keutuhan NKRI Ormas Adat Minahasa Gelar Aksi Damai Di Kantor Gubernur

Manado||manadozone.com – Demi melindungi dan menjaga Keutuhan NKRI Sejumlah Organisasi Masyarakat Adat Minahasa melakukan aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Gubernur Sulawesi Utara, Senin (15/5/2017) siang.

sembilan organisasi masyarakat adat peserta Unjuk rasa masing-masing mengutus perwakilan untuk selanjutnya melakukan pertemuan dengan Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw di ruang tamu gubernur.

Pertemuan tersebut bermaksud untuk menampung aspirasi dari masyarakat, dan kesimpulan dalam pertemuan tersebut yakni Paham radikal tidak boleh tumbuh dan berkembang di bumi nyiur melambai.

Terungkap juga dalam pertemuan itu bahwa munculnya gerakan-gerakan intoleransi dan berpaham radikalisme bakal mengancam sendi-sendi kebangsaan yang telah dibangun dengan susah payah oleh pendiri bangsa.

Baca juga:   Dua Perwira Menengah Polda Sulut Naik Pangkat

Karena itu peningkatan pemahaman akan nilai-nilai kebangsaan harus terus dioptimalkan mengingat berbagai tantangan, hambatan dan ancaman terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara kita yang semakin beragam dan kompleks baik yang datang dari luar maupun dalam.

Kuatnya pemahaman nilai-nilai kebangsaan nantinya akan memantapkan semangat kebangsaan masyarakat dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa.

Kepada para perwakilan aksi Unras Gubernur OD berjanji akan menindak lanjuti hasil pertemuan itu dan akan disampaikan ke pemerintah pusat.

Dalam pernyataannya, Gubernur Olly Dondokambey, SE mendukung sikap masyarakat sulut yang mendukung Pancasila dan Keutuhan NKRI. “Itu bagus bagi kita, karena sikap masyarakat menyatakan kegundahan hati mereka selama ini sebagai rakyat Indonesia yang menjaga Pancasila dan mendukung toleransi,” katanya.

Baca juga:   Wapres Jusuf Kalla Tiba Di Bandara Sam Ratulangi Manado

Gubernur OD juga menyatakan mendukung dan akan menampung dan akan menindak lanjuti semua aspirasi yang telah disampaikan dalam pertemuan itu. “Mereka telah menyampaikan aspirasi dan saya mensupportnya asalkan tertib supaya keamanan Sulut tidak terganggu,” jelas Dondokambey.

Hal senada disampaikan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw, Dia menyatakan segala paham radikal dan intoleran tidak boleh berkembang di Sulut, “Pemprov menolak paham-paham radikal dan intoleran masuk di Sulut, Kami mengapresiasi masyarakat yang terus menegakkan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI sebagai sesuatu yang tidak bisa diganggu gugat, Ini final dan harga mati”

Baca juga:   Kandouw Opname Out Put Dan Out Come ADD Sangihe

Turut hadir dalam pertemuan, Ketua DPRD Sulut Andrei Angouw, Sekprov Edwin H Silangen SE MS, Wakil Ketua DPRD Wenny Lumentut, Asisten Administrasi Umum Ir Roy O Roring MS, Plh. Asisten Pemerintahan dan Kesra Drs Roy Mewoh, DEA.

Setelah selesai melakukan Aksi unjuk rasa para peserta membubarkan diri dengan tertib dan dikawal oleh Jajaran Polda Sulut yang dikomandani Langsung oleh Kapolda Sulut Bambang Waskito. (Rdk)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed